primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Apakah Antibiotik Ampuh untuk Berbagai Penyakit? Ini Kata Ahli!

Author: Radhita Rara

Editor: dr. Dini Astuti Mirasanti, Sp.A

Topik: Antibiotik, Obat-obatan

Saat si Kecil sakit dan MomDad membawanya ke klinik atau rumah sakit, antibiotik merupakan salah satu jenis obat yang ada di dalam resep dokter. Baik sakit demam, sakit gigi, hingga batuk, antibiotik kerap dianjurkan untuk membunuh bakteri pada tubuh. Sebenarnya, apakah semua penyakit dapat diobati dengan antibiotik? Keep scrolling untuk tahu jawabannya, MomDad!

Pengertian obat

istockphoto-183367047-612x612.jpg

Obat-obatan adalah komponen bahan kimia yang telah dibuat dan digunakan dengan tujuan menyembuhkan, mengurangi tanda dan gejalanya, bahkan mampu mencegah penyakit. Di rumah sakit, seorang dokter memerlukan obat-obatan tertentu, sifatnya lebih spesifik, yang secara khusus diperlukan sebagai upaya penyelamatan jiwa.

Setiap tahun, seorang anak usia dibawah 5 tahun, sekitar 6-8 kali pertahun atau lebih, akan berobat ke dokter karena masalah demam, batuk pilek, nyeri menelan atau sakit telinga. Setelah bertemu dengan dokter, orang tua menginginkan anaknya mendapat resep obat dan sebagian orang tua merasa lebih yakin anaknya akan segera sembuh apabila diantara obat-obatan tersebut terdapat obat antibiotik.

Tidak jarang, orang tua meminta secara khusus kepada dokter untuk meresepkan antibiotik dan akan kecewa apabila dokter tersebut tidak memenuhi keinginannya. Selanjutnya, pada kesempatan lain, di saat anaknya sakit kembali, orang tua akan langsung membelikan antibiotik untuk anaknya tanpa berobat ke dokter atau tanpa peresepan oleh dokter.

Pengertian antibiotik

istockphoto-612380408-612x612.jpg

Baca Juga: Bahaya Memberi Antibiotik pada Anak Tanpa Resep Dokter

Hampir setiap anak pernah mendapat antibiotik, yaitu obat yang mampu membunuh bakteri penyebab infeksi. Seorang dokter akan meresepkan antibiotik apabila dari pemeriksaan ditemukan tanda dan gejala infeksi bakteri, yang dapat berupa demam disertai nyeri tenggorokan, nyeri telinga, sesak napas, nyeri saat buang air kecil, maupun keluhan lain. Antibiotik dapat bekerja langsung membunuh bakteri atau mencegahnya memperbanyak diri, sehingga bersama-sama dengan sistem daya tahan tubuh untuk mengatasi infeksi bakteri.

Antibiotik mulai digunakan pertama kali pada tahun 1940-an dan pada saat itu merupakan suatu temuan yang sangat hebat, sangat berguna, dan mampu mengubah sejarah dunia kesehatan. Dapat dikatakan, pada saat itu, para peneliti dan dokter optimis bahwa kelak seluruh penyakit infeksi bakteri dapat diatasi dengan antibiotik.

Ternyata harapan tersebut tidak sepenuhnya dapat dicapai karena bakteri tidak dengan mudah dibunuh dengan antibiotik. Pemberian antibiotik secara terus menerus secara tidak tepat, baik itu dalam hal indikasi pemberian, dosis, dan lamanya pemberian, ternyata dapat  menyebabkan terjadinya resistensi terhadap bakteri.

Tidak semua penyakit disebabkan oleh infeksi bakteri dan tidak semua infeksi disebabkan oleh bakteri. Oleh karena itu dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai beberapa kuman penyebab infeksi. Dengan demikian, diharapkan penjelasan ini mampu membantu MomDad untuk mengerti apakah anaknya membutuhkan antibiotik atau tidak pada saat anak tersebut sedang sakit.

Waktu yang tepat memberikan antibiotik pada anak

istockphoto-1136975524-612x612.jpg

Terdapat dua macam kuman yang sering menyebabkan seorang anak jatuh sakit, yaitu bakteri dan virus. Bakteri adalah makhluk hidup yang terdiri dari satu sel dan sebenarnya terdapat di sekitar kita. Bahkan, di dalam tubuh manusia juga ada dan jumlahnya pun sangat banyak melampaui jumlah sel manusia. Sebagian besar bakteri tidak menyebabkan penyakit bagi manusia, sebagaimana Lactobacillus yang hidup dalam usus dan membantu proses pencernaan. Namun, ada pula bakteri yang menyebabkan penyakit, mengganggu keseimbangan dan kesehatan tubuh. Dalam hal ini, antibiotik diperlukan untuk menghambat bahkan mematikan bakteri tersebut sehingga penyakit dapat disembuhkan.

Berbeda dengan bakteri, virus adalah makhluk yang memerlukan sel hidup untuk dapat tumbuh dan berkembang. Untuk menghambat atau memusnahkannya tidak dapat menggunakan antibiotik. Antibiotik tidak dapat melawan virus.

Nah, itu dia penjelasan singkat mengenai antibiotik. Agar tidak terjadi kesalahan, sebaiknya hindari memberikan antibiotik pada si Kecil tanpa resep dari dokter ya, MomDad.

Apabila MomDad memiliki pertanyaan seputar kondisi si Kecil, jangan ragu tanyakan pada ahli di Forum Tanya Dokter. Pertanyaan MomDad akan dijawab langsung oleh dokter spesialis anak, lho!

Sumber foto: iStock

Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., PhD.

familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Apakah makanan pendamping ASI (MPASI) komersil berbahaya bua...
29 Jan 2018
cover
Apakah vaksin mengandung babi?
29 Jan 2018
cover
Apakah Vaksin Aman Bagi Anak ?
29 Jan 2018
cover
Warna Tinja, Apakah Berhubungan dengan Penyakit?
5 Feb 2018
cover
Apakah Anak Alergi Bisa Sembuh
28 Feb 2018
cover
Amandel besar pada anak, apakah perlu dioperasi?
14 Mar 2018
cover
KIPI, apakah berbahaya?
28 Jul 2021
cover
Apakah anak perempuan saya mengalami pubertas yang normal?
3 Agu 2021
cover
Anak saya pendek, apakah stunting?
12 Sep 2021
cover
Kepala peyang, apakah berbahaya?
12 Sep 2021
cover
Apakah bayi kecil sama dengan bayi prematur?
19 Nov 2021
cover
Apakah Anakku Gagap? Yuk, Ketahui Jawabannya di Sini!
24 Des 2021
cover
Bayi Sering Gumoh, Apakah Aman?
23 Mar 2022
cover
Suplemen Tambahan untuk Anak, Apakah Perlu?
31 Mar 2022
cover
Apakah Anak Saya Hemofilia?
6 Mei 2022
cover
Kepala Bayi Peyang, Apakah Berbahaya?
13 Mei 2022
cover
Kepala Bayi Peyang, Apakah Bisa Kembali Normal?
13 Mei 2022
cover
Anak Saya Berperawakan Pendek, Apakah Termasuk Gejala Stunti...
6 Jun 2022
cover
Anemia pada Bayi, Apakah Berbahaya?
14 Jun 2022
cover
Apakah Boleh Mencampurkan Susu UHT pada MPASI?
21 Jun 2022
cover
Hernia pada Anak, Apakah Bisa Dicegah?
24 Agu 2022
cover
Payudara Lembek Saat Menyusui, Apakah Tanda Tidak Ada ASI?
26 Agu 2022
cover
Apakah hingga Saat ini Masih Ada Vaksin Palsu untuk Anak?
30 Sep 2022
cover
Minum dari Galon Guna Ulang, Apakah Perlu Khawatir?
6 Nov 2022
cover
Bayi Menangis saat BAB, Apakah Tanda Bahaya?
11 Nov 2022
cover
Anak Pendek, Apakah Sudah Tentu Stunting?
21 Nov 2022
cover
Anak Sering Mimisan, Apakah Hemofilia?
26 Nov 2022
cover
Air Liur Berlebihan pada Bayi, Apakah Berbahaya?
9 Des 2022
cover
Kondisi Lip Tie pada Bayi, Apakah Memengaruhi Proses Menyusu...
21 Des 2022
cover
Anak dengan Hemofilia, Apakah dapat Tumbuh Optimal?
20 Jan 2023
cover
ASI Bercampur Darah, Apakah Boleh Diberikan Bayi?
2 Feb 2023
cover
Bayi Berhenti Mengoceh, Apakah Tumbuh Kembangnya Terganggu?
7 Feb 2023
cover
Mengenal Ciri Toxic Parent, Apakah MomDad Salah Satunya?
11 Feb 2023
cover
Apakah Susu UHT Bisa Dijadikan sebagai Bahan MPASI?
17 Feb 2023
cover
Apakah si Kecil Termasuk Bayi Sehat? Simak Kriterianya di Si...
21 Feb 2023
cover
Jeruk Baby untuk MPASI, Apakah Aman untuk Bayi?
2 Mar 2023
cover
Air Kelapa untuk Bayi, Apakah Boleh?
8 Mar 2023
cover
Bayi Sering Menjulurkan Lidah, Apakah Normal?
15 Mar 2023
cover
Anak Jalan Jinjit, Apakah Tanda Ada Gangguan?
15 Mar 2023
cover
Anak Nggak Bisa Mengikat Tali Sepatu, Apakah Tanda Gangguan?
20 Mar 2023
cover
Anakku Berperawakan Pendek, Apakah Bisa Tumbuh Tinggi?
21 Mar 2023
cover
Nebulizer untuk Bayi, Apakah Aman?
27 Apr 2023
cover
Anak sering Diajak Jalan-Jalan, Apakah akan Ingat saat Dewas...
3 Mei 2023
cover
Anakku sering Berteriak, Apakah Normal?
6 Mei 2023
cover
Bayiku jarang Menangis, Apakah Normal?
20 Mei 2023
cover
Posisi W-Sitting pada Anak, Apakah Berbahaya?
21 Mei 2023
cover
Apakah Gumoh Anakku Normal?
27 Mei 2023
cover
Bayi sering Membenturkan Kepala, Apakah Tanda Autis?
28 Mei 2023
cover
Apakah Anakku Speech Delay?
3 Jun 2023
cover
Apakah Anakku sudah Siap Toilet Training?
21 Jun 2023
cover
Apakah Anakku sudah Mendapatkan Nutrisi yang Cukup?
18 Jul 2023
cover
Apakah Asupan Prohe Anakku sudah Terpenuhi?
18 Jul 2023
cover
Apakah Anak harus Bisa Merangkak?
26 Jul 2023
cover
Apakah Boleh MPASI Hanya Dimasak Satu Kali?
3 Agu 2023
cover
Imunisasi Wajib & Tidak Wajib, Apakah Masih Berlaku?
18 Agu 2023
cover
Vaksin Tidak Efektif Bekerja, Apakah Vaksin Palsu?
28 Agu 2023
cover
Apakah Kenaikan BB Anakku sudah Sesuai dengan Kurva Pertumbu...
3 Sep 2023
cover
Kuku Bayi Memerah, Apakah Cantengan?
24 Sep 2023
cover
Apakah Kebutuhan Serat Anakku sudah Terpenuhi?
27 Sep 2023
cover
Anak Belum Lancar Berbicara, Apakah Stuttering?
3 Okt 2023
cover
Apakah Sarapan Berperan Penting dalam Penambahan BB Anak?
16 Okt 2023
cover
Suplemen Vitamin untuk Anak: Apakah Perlu DIberikan?
18 Okt 2023
cover
Apakah Scarlet Fever dan Bagaimana Mengatasinya?
13 Nov 2023
cover
First Unprovoked Seizure: Apakah Perlu EEG?
24 Nov 2023
cover
Metode Time Out pada Parenting, Apakah Sepenuhnya Buruk?
1 Des 2023
cover
Kaki O pada Bayi, Apakah Bisa Kembali Normal?
19 Des 2023
cover
Apakah Bayi, Anak dan Remaja bisa Hipotiroid?
31 Des 2023
cover
Apakah Pengidap Asma Perlu Menghindari Susu?
8 Jan 2024
cover
Apakah Anak Aktif Sudah Pasti Sehat?
10 Jan 2024
cover
Kenapa Harus Waspada Kalau anak Batuk Terus-menerus, Apakah ...
29 Nov 2023
cover
Apakah Suplementasi DHA pada Bayi Aterm Diperlukan?
25 Feb 2024
cover
Apakah Anak boleh Main Gawai?
25 Feb 2024
cover
Apakah Bedak Dingin Aman untuk Bayi?
19 Mar 2024
cover
Apakah Vaksin Dapat Membatalkan Puasa?
20 Mar 2024
cover
Vaksin Varicella setelah Terpapar Cacar Air, Apakah Efektif?
1 Apr 2024
cover
Apakah Diet Vegetarian Aman untuk Anak?
2 Apr 2024
cover
Bayi Tidur Gelisah, Apakah Tanda Tidurnya Tak Berkualitas?
6 Apr 2024
cover
Apakah Indeks Massa Tubuh Indikator Obesitas yang Valid bagi...
16 Apr 2024
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: