primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Keringat Dingin Saat Batpil pada Anak, Normalkah?

Author: Marisha A

Editor: dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A

Topik: Demam pada Anak, Demam, Keringat Dingin

Keringat dingin umum dialami oleh bayi dan anak-anak. Sebuah studi yang dilakukan di tahun 2013 terhadap 6.381 anak dengan rentang usia 7-11 tahun ditemukan bahwa 12 persen dari mereka mengeluarkan keringat dingin saat tidur. Meskipun sering terjadi, apakah keringat dingin bisa menunjukkan adanya masalah kesehatan?

Normalkah keluar keringat dingin? 

little-girl-has-flu-lies-home-blanket-her-head-hurts_29488-4637.jpg

Keringat dingin atau diaforesis dapat disebabkan oleh berbagai hal. Jika pada keringat biasa, umumnya merupakan mekanisme tubuh untuk menurunkan suhu apabila terdapat panas yang berlebihan, misalnya saat udara luar panas atau saat beraktivitas. Namun, keringat dingin muncul saat seseorang berkeringat ketika ia merasakan sekujur tubuhnya dingin.

Diaforesis dapat disebabkan oleh stres yang dirasakan tubuh, misalnya pada saat cemas, ketakutan, infeksi yang menyebabkan demam, nyeri akibat luka, sesak napas, kadar gula darah rendah, dan lain-lain Diaforesis pada kondisi infeksi dapat terjadi apabila timbul demam dan kemudian demam mulai mengalami penurunan. Pada kondisi infeksi berat, diaforesis ini dapat disebabkan oleh renjatan akibat infeksi (syok sepsis) yang mungkin terjadi pada bayi yang sedang mengalami bapil.

Keringat yang timbul saat demam mulai turun adalah hal yang umum dijumpai, namun keringat yang timbul pada kondisi renjatan merupakan tanda bahaya bayi harus dibawa ke ruang gawat darurat. Beberapa tandanya adalah suhu tubuh yang sangat tinggi atau sangat rendah, disertai keringat dingin, tangan dan kaki tampak pucat dan teraba dingin, gangguan kesadaran, tidak adanya BAK/urin, tekanan darah turun, dada berdebar, anak yang tampak sulit diajak berkomunikasi, linglung atau lemas, dan perubahan warna kulit.

Pemicu keringat dingin saat batuk pilek

demam.png

Diaforesis biasanya terjadi saat demam turun. Ketika demam mulai turun, biasanya suhu tubuh masih lebih tinggi daripada suhu normal, sehingga tubuh akan berkeringat untuk menurunkan suhu tubuh agar mencapai normal. Keringat yang terdapat di permukaan kulit kemudian akan menguap akibat panas tubuh sehingga suhu tubuh turun.

Keringat yang muncul saat demam turun merupakan hal yang wajar, sehingga kuncinya adalah menjaga agar anak tetap nyaman, misalnya dengan mengganti pakaiannya yang basah dan membersihkan keringat dengan lap bersih.

Namun, apabila timbulnya keringat dingin disertai tanda-tanda bahaya seperti yang telah disebutkan di atas, maka MomDad perlu segera membawa anak ke dokter. Akan tetapi lebih daripada mengkhawatirkan keringat dingin pada bayi, yang lebih penting adalah mengetahui penyebabnya dan mengobatinya dengan tepat.

Ingin share informasi seputar tumbuh kembang anak bersama MomDad lainnya? Yuk, ceritakan pengalaman MomDad di Forum Tumbuh Kembang! Selain itu, MomDad juga bisa bertanya seputar kesehatan si Kecil dan akan dijawab langsung oleh ahli.

Sumber foto: Freepik

Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., PhD.

familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Mengatasi Biang Keringat Bayi Pakai Bedak, Boleh Nggak sih?
1 Feb 2023
cover
Bayi Berkeringat meski Tidur di Ruangan Ber-AC, kok Bisa?
28 Jul 2023
cover
Biang Keringat Bayi sampai Berair, Berbahayakah?
28 Agu 2023
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: