primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Memasuki Musim Pancaroba, Kenali Perbedaan Demam Biasa vs DBD

Author: Dhia Priyanka

Editor: dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A

Topik: DBD, Demam, Vaksin Dengue

Memasuki musim hujan, Indonesia mengalami peningkatan drastis penderita demam berdarah dengue (DBD). Penyakit DBD merupakan penyakit akibat infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Beberapa faktor yang memengaruhi hal ini antara lain adanya semua serotipe virus dengue di Indonesia, iklim tropis yang mendukung kehidupan virus dan vektor nyamuk, masih adanya air bersih yang tertampung sebagai media pertumbuhan larva nyamuk Aedes aegypti serta peningkatan curah hujan. 

Selain DBD, saat ini kasus radang tenggorokan yang disertai dengan demam juga meningkat. Lantas, bagaimana sih cara membedakan antara demam biasa dan DBD?


Gejala Demam karena DBD

demam_biasa_vs_DBD_(1).jpg

DBD lebih sering terjadi dan bisa lebih berbahaya jika dialami oleh anak. Secara teoritis, seorang anak dapat mengalami infeksi dengue lebih dari satu kali, karena virus dengue mempunyai empat serotipe. Pada anak, respons imun terhadap infeksi virus dengue belum sempurna, sehingga hasil akhir infeksi adalah kerusakan dinding pembuluh darah dan perembesan plasma darah. Manifestasi klinis DBD sangat luas, yaitu dari infeksi tanpa gejala, gejala ringan, sampai gejala berat bahkan kematian. Banyak faktor yang memengaruhi berat-ringannya manifestasi infeksi dengue, antara lain faktor usia, status gizi, serotipe virus, serta adanya komorbiditas penyakit lain.

Hal yang berbahaya dari DBD adalah perdarahan yang berat dan renjatan (kurangnya cairan dalam pembuluh darah yang mengganggu perfusi ke jaringan tubuh).


MomDad disarankan membawa anaknya berobat ke fasilitas kesehatan jika anak mengalami hal berikut:

  • Demam berlangsung lebih dari 3 hari, tidak turun setelah pemberian obat penurun panas
  • Demam disertai bintik-bintik merah di kulit yang tidak hilang dengan penekanan
  • Demam disertai perdarahan spontan dari mulut, hidung atau tempat lain yang tidak biasa
  • Demam yang disertai penurunan kadar trombosit, penurunan kadar leukosit, dan peningkatan hematokrit
  • Terdapat penderita DBD di sekitar tempat tinggal atau sekolah
  • Anak cenderung tidur dan sulit dibangunkan, meracau, ujung – ujung jari teraba dingin saat bebas demam (kemungkinan anak mengalami renjatan)
  • Demam yang disertai dengan tanda bahaya DBD seperti muntah-muntah yang sering, sakit perut hebat atau buang air kecil yang berkurang atau tidak ada dalam 4-6 jam terakhir


Saat ini, DBD dapat dicegah dengan pemberian vaksin dengue yang memberikan perlindungan terhadap infeksi virus dengue dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi yang melawan virus. Dengan begitu, vaksin demam berdarah dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit demam berdarah atau mengurangi keparahan penyakit jika terjadi infeksi. MomDad bisa Booking Vaksin Dengue melalui aplikasi PrimaKu dan mendapatkan potongan harga dengan gunakan kode voucher RAMSEHAT50. Jika memiliki pertanyaan seputar vaksinasi, MomDad bisa menghubungi Dokmin melalui Whatsapp di nomor 0877-8688-881


Gejala Demam Biasa

demam_biasa_vs_DBD_(2).jpg

Sementara gejala demam karena sebab lain dapat ditandai dengan:

  • Anak rewel
  • Suhu tubuh dapat turun setiap hari tetapi tidak pernah mencapai suhu tubuh normal. Terjadi perubahan suhu dalam rentang lebih dari 2̊ºC dan berlangsung selama 24 jam.
  • Kulit kemerahan
  • Hangat pada sentuhan
  • Peningkatan frekuensi pernapasan
  • Menggigil
  • Dehidrasi
  • Kehilangan nafsu makan


Kompres adalah salah satu metode fisik untuk menurunkan suhu tubuh bila anak mengalami demam. Ada beberapa macam kompres yang bisa diberikan untuk menurunkan suhu tubuh yaitu kompres hangat dan tepid sponge bath. Kompres air hangat dapat menurunkan suhu tubuh melalui evaporasi. Dengan kompres hangat, air hangat di permukaan tubuh akan diinterpretasikan bahwa suhu diluar cukup panas, akhirnya tubuh akan menurunkan kontrol pengatur suhu di otak untuk menurunkan suhu tubuh.  suhu hangat juga akan membuat pembuluh darah tepi di kulit melebar dan mengalami vasodilatasi sehingga pori-pori kulit akan membuka dan mempermudah pengeluaran panas, sehingga akan terjadi penurunan suhu tubuh 


Referensi:

  • Artikel berdasarkan wawancara dengan Dr. Ari Prayitno, SpA(K), Divisi Penyakit Tropik dan  Infeksi,  Departemen Ilmu Kesehatan Anak RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta
  • Poltekkes Tasikmalaya, Konsep Demam Bab I
familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: