primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Pendapat Ahli Soal BPA dan Kaitannya dengan Kesuburan

Author: Dhia Priyanka

Topik: BPA Free, BPA, Fertilitas, Kesuburan

Belakangan muncul polemik yang menyatakan bahwa BPA atau bisphenol A, senyawa kimia yang digunakan dalam pembuatan plastik polikarbonat (PC), resin epoksi, dan bahan polimer lainnya, dapat memengaruhi kesehatan, termasuk gangguan kesuburan. Namun, benarkah hormon kita bisa terganggu karena paparan BPA? Yuk, kita simak faktanya!

Apakah BPA memengaruhi kesuburan?

fertility-still-life-arrangement_23-2149195248.jpg

BPA umumnya ditemukan dalam kemasan plastik atau kaleng, seperti tempat makan dan minum, hingga mainan. BPA berfungsi untuk memperkuat daya tahan kemasan sehingga dapat digunakan ulang. Selain itu, BPA juga digunakan pada kemasan makanan kaleng. Lapisan plastik yang mengandung BPA pada bagian dalam makanan kaleng berfungsi untuk mencegah karat.

Sebagian masyarakat percaya bahwa BPA membawa dampak buruk bagi kesehatan, salah satunya menimbulkan gangguan endokrin atau hormon yang berkaitan dengan kesuburan.

Terkait dengan endokrin, dokter spesialis penyakit dalam, dr. Laurentius Aswin Pramono, M-Epid, menyatakan bahwa “pada dasarnya, untuk menimbulkan gangguan metabolisme dan endokrin, butuh kadar yang sangat besar dalam satu waktu bersamaan ​[1]. Dalam berbagai review studi, penggunaan bahan kimia dalam keseharian ternyata tidak mampu mencapai ambang yang bisa menyebabkan gangguan fungsi sistem endokrin dan reproduksi dalam tubuh atau endocrine disruption,” jelasnya.

Faktor yang memengaruhi kesuburan

flat-lay-fertility-test-spermatozoa_23-2149214338.jpg

Setelah membaca penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa BPA bukan faktor utama yang memengaruhi kesuburan. Umumnya, gangguan kesuburan pada pria dan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Produksi atau fungsi sperma yang tidak normal karena testis yang tidak turun, cacat genetik, masalah kesehatan lain, seperti diabetes, atau infeksi seperti klamidia, gonore, gondok, atau HIV.
  • Gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, alkohol, ganja, steroid anabolik, dan minum obat untuk mengobati infeksi bakteri, tekanan darah tinggi, serta depresi juga dapat mempengaruhi kesuburan.
  • Sering terpapar udara panas, seperti sinar UV dapat meningkatkan suhu tubuh dan mempengaruhi produksi sperma.
  • Gangguan ovulasi, yang mempengaruhi pelepasan sel telur dari ovarium.
  • Kelainan rahim atau serviks, termasuk kelainan pada leher rahim, polip dalam rahim atau bentuk rahim.
  • Kondisi tubuh yang terlalu gemuk atau kurus dapat mempengaruhi produksi hormon.
  • Bertambahnya usia atau mencapai masa menopause yang biasanya terjadi menginjak usia 50 tahun, karena tidak bisa lagi memproduksi sel telur.

Nah, itu dia penjelasan mengenai BPA dan kaitannya dengan kesuburan. Jika ingin mendapatkan informasi lain seputar parenting lifestyle, kesehatan, dan tumbuh kembang anak, jangan lupa follow PrimaKu di Instagram dan TikTok, ya.

Sumber foto: iStock

Referensi: 1. European Food Safety Authority, 2015

Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., PhD.

familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: