primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Deretan Aktivitas Fisik Anak Usia 0-5 Tahun dan Cara Menstimulasinya!

Author: Radhita Rara

Editor: dr. Dini Astuti Mirasanti, Sp.A

Topik: Tumbuh Kembang, Pertumbuhan, Stimulasi

American Heart Association merekomendasikan aktivitas fisik intensitas sedang selama minimum 60 menit per hari untuk anak-anak berusia dua tahun atau lebih. Aktivitas fisik mempunyai banyak manfaat untuk anak. Di samping bermanfaat untuk mengurangi risiko obesitas, penyakit pembuluh darah dan keganasan di kemudian hari, aktivitas fisik juga sangat penting untuk optimalisasi pertumbuhan tulang dan otot. 

Keterampilan gerak, interaksi sosial, dan perkembangan otak juga akan terasah saat anak bermain. Anak yang aktif akan belajar dengan lebih efektif, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Anak akan merasa gembira dan percaya diri, serta memiliki pola tidur yang baik. Aktivitas fisik yang dilakukan sejak dini akan membentuk anak menjadi seorang dewasa yang bergaya hidup aktif.

Nah, berikut ini adalah beberapa tips aktivitas fisik anak sesuai kelompok usia, yuk simak ada apa saja!

Aktivitas fisik anak usia bayi (0-1 tahun)

happy-child-orange-sweater-plays-with-feather-floor_8353-182.jpg

Aktivitas fisik harus disesuaikan dengan usia bayi dan perkembangan kemampuan yang telah dicapainya. Pada bulan-bulan awal, selalu perhatikan dan topang kepala, serta leher ketika diperlukan. Permainan dapat dilakukan sambil merangsang gerak berguling, duduk, merangkak, meraih, dan menggenggam benda. Pastikan lingkungan tempat bermain dan sekitarnya aman.

Saat bayi sedang terbangun, MomDad bisa mengajaknya untuk tengkurap. Rangsang bayi untuk berusaha menjangkau mainan menarik yang diletakkan di depannya. Selain itu, saat bayi sudah lebih mobile, misalnya ketika bayi sudah dapat merangkak, ia dapat diajak bermain dengan meletakkan mainan lebih jauh dari jangkauan. Cara ini bisa merangsang si Kecil bergerak berusaha menjangkau mainan tersebut. 

Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan setidaknya 30 menit floor-based play atau tummy time untuk bayi per harinya. Supaya bayi tidak terlalu lelah, 30 menit tersebut dapat terbagi dalam beberapa kali kegiatan dan tentunya harus selalu dilakukan dengan pengawasan MomDad. 

Selain dirangsang untuk beraktivitas fisik, bayi juga tidak boleh terlalu sering digendong atau diletakkan di kursi atau stroller karena hal itu akan membatasi ruang geraknya. Screen time tidak direkomendasikan untuk bayi. Gunakan waktu "diam" atau sedentary untuk aktivitas yang interaktif, seperti membaca bersama orang tua.

Aktivitas fisik anak usia 1-2 tahun

Tanpa judul(17).png

Ketika anak sudah mampu berjalan, pada usia sekitar satu hingga dua tahun, bentuk aktivitasnya dapat menjadi lebih bervariasi. Sesekali MomDad bisa selipkan aktivitas yang memerlukan banyak tenaga dalam waktu singkat, seperti melompat-lompat, memanjat, berlari dan permainan outdoor lainnya. Mainkan musik dan ajak anak bergerak sesuai irama. Belajarlah bermain bola dengan cara lempar tangkap dan menendang. Permainan yang didorong dan ditarik seperti kereta-keretaan meningkatkan pemahaman anak tentang kesadaran ruang.

Minimal 180 menit aktivitas fisik per hari bisa dilakukan anak usia ini. Boleh dipisah misalnya 1 jam pagi hari, 1 jam siang hari, dan 1 jam malam hari. Nah, MomDad juga sebaiknya tidak mengekang anak dalam gendongan atau stroller lebih dari 1 jam sehari. 

Bagaimana dengan screen time pada anak? Untuk anak usia 1 tahun, tidak direkomendasikan untuk screen time ya, MomDad. Namun, untuk usia 2 tahun, MomDad bisa memberinya screen time maksimal 1 jam yang diikuti dengan aktivitasi yang melibatkan interaksi dengan MomDad. 

Aktivitas fisik membuat anak memiliki tidur yang berkualitas. Disebut berkualitas ketika anak bisa tidur selama 11-14 jam sehari termasuk tidur siang dan malam dengan jadwal tidur-bangun.

Aktivitas fisik anak usia 3-5 tahun

young-toddler-having-fun-park_23-2149263264.jpg

Anak usia prasekolah pada usia sekitar 3-4 tahun memiliki banyak sekali pilihan permainan yang dapat dijadikan aktivitas fisik. Misalnya saja pada tabel di bawah. Pada rentang usia ini, selipkan latihan yang membuat anak bernafas lebih cepat dan dalam. Misalnya, ajak anak berlomba jarak pendek saat bersepeda, berjalan cepat (brisk walking), menari atau bermain lempar-tangkap. Untuk aktivitas fisik yang bersifat menguatkan tulang, anak dapat melakukan kegiatan seperti melompat, skipping, atau memanja

Jenis aktivitas fisik

Anak usia pra-sekolah

Intensitas sedang - berat
  • Permainan “ular naga panjang”
  • Bermain di taman bermain
  • Bersepeda
  • Berlari, berjalan, melompat, menari
  • Berenang
  • Bermain lempar/tangkap/tendang
  • Gimnastik
Muscle strengthening
  • Tarik tambang
  • Memanjat di taman bermain
  • Gimnastik
Bone strengthening
  • Olahraga yang melibatkan gerakan hopping, skipping, jumping
  • Lompat tali
  • Berlari
  • Gimnastik

Aktivitas fisik diusahakan dibuat dengan menyenangkan dan bervariasi sesuai dengan perkembangan usia anak. Aktivitas fisik juga disesuaikan dengan usia, gender, dan tahap perkembangan fisik dan emosional anak.

Aktivitas fisik yang dimulai sejak dini merupakan salah satu fondasi hidup sehat yang akan terus dibawa anak sampai hari tuanya. Aktivitas fisik berguna untuk melatih tubuh dan pikiran atau jiwa. Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat (mensana in corpore sano). Karena itu, sejak kecil, anak harus sudah dibiasakan aktif secara fisik, ya, MomDad.

Nah, itu dia deretan aktivitas fisik yang sesuai untuk anak berdasarkan usia. Yuk, mulai terapkan pada si Kecil secara bertahap agar tumbuh kembangnya optimal!

Ingin tahu tips dan informasi lainnya seputar tumbuh kembang si Kecil? Ayo, baca artikel di aplikasi PrimaKu atau kunjungi primaku.com. Selain itu, MomDad bisa juga menonton seluruh tayangan ulang webinar di aplikasi, lho. Tak ketinggalan, follow juga akun Instagram dan TikTok PrimaKu supaya enggak ketinggalan update informasi seputar kesehatan anak dan parenting lifestyle!

Sumber foto: Freepik

Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., PhD.

familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Deretan Momfluencer yang Suguhkan Konten Parenting di Instag...
4 Jun 2022
cover
Deretan Ide Menarik untuk Merayakan Ulang Tahun si Kecil
25 Jun 2022
cover
Jangan Keliru! Ini Deretan Mitos dan Fakta tentang Bilingual...
22 Sep 2022
cover
Deretan Pencapaian Tumbuh Kembang Bayi Usia 4-6 Bulan
26 Okt 2022
cover
Deretan Alat Kesehatan (P3K) yang Perlu Ada di Rumah
12 Des 2022
cover
Deretan Bahan Aktif dalam Skin Care yang Perlu Dihindari Ibu...
22 Des 2022
cover
Deretan Aktivitas Stimulasi untuk Melatih Kecerdasan si Keci...
30 Jun 2023
cover
Deretan Aktivitas Fisik Anak yang Cocok berdasarkan Usia
20 Agu 2023
cover
Deretan Nutrisi yang dapat Mencegah Anak dari Stunting
3 Sep 2023
cover
Deretan Resep MPASI Anti GTM untuk Atasi BB Seret
6 Sep 2023
cover
Deretan Perilaku Mom Shaming yang Tanpa Sadar Kerap Dilakuka...
24 Apr 2024
cover
Deretan Vaksin Dewasa untuk Usia 27-49 Tahun, Cek List nya!
10 Mei 2024
cover
Deretan Vaksin Dewasa untuk Usia 19-26 Tahun, Cek List nya!
15 Mei 2024
cover
Deretan Vaksin yang Dibutuhkan oleh Ibu Hamil
24 Mei 2024
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: