Meta PixelAnak Belum Lancar Ngomong, Sudah Coba Teknik Stimulasi Ini?<!-- --> | Articles | <!-- -->PrimaKu - Pelopor Aplikasi Tumbuh Kembang Anak di Indonesia

Anak Belum Lancar Ngomong, Sudah Coba Teknik Stimulasi Ini?

Author: Fitri Permata

7 Okt 2024

Topik: Tumbuh Kembang, Kemampuan Bahasa, Kemampuan Bicara, Milestone Anak, Stimulasi anak, Keterlambatan Bicara

Anak-anak belajar bahasa dengan kecepatan yang berbeda-beda, namun kebanyakan mengikuti garis waktu umum, yang dimulai dengan komunikasi nonverbal dan secara bertahap berkembang menjadi berbicara. Beberapa anak mulai berbicara lebih awal dan secara bertahap mengembangkan kemampuan mereka seiring waktu, sementara yang lain mungkin menunda sampai mereka lebih percaya diri, lalu tiba-tiba menyusul teman sebayanya ketika mereka sedikit lebih tua. Apabila kemampuan bicara si Kecil belum lancar, khususnya di usia balita, MomDad dapat mencoba 3 teknik stimulasi berikut di rumah!


Teknik Stimulasi untuk Kembangkan Kemampuan Bahasa Balita

Bicara dan bahasa adalah bagian yang berbeda dari komunikasi, dan bisa berkembang dengan kecepatan yang berbeda-beda juga. Bicara lebih khusus mengacu pada kemampuan berbicara atau mengkomunikasikan pikiran, ide, dan pertanyaan secara verbal, sedangkan bahasa adalah istilah lebih luas yang mencakup bagaimana si Kecil menerima dan menyampaikan informasi.

Keduanya memiliki banyak kesamaan, tetapi anak yang mengalami keterlambatan bicara belum tentu mengalami keterlambatan bahasa dan begitu pula sebaliknya. Nah, untuk mengembangkan kemampuan bahasa si Kecil, MomDad bia lakukan 3 teknik berikut:

  • Ulangi, ulangi, ulangi. Anak perlu memahami arti sebuah kata terlebih dahulu sebelum dapat menggunakannya dan ia perlu mendengar kata itu berulang-ulang sebelum bisa memahami artinya, sehingga MomDad perlu mengulang-ulang kata-kata kepada si Kecil.
  • Membacakan buku secara rutin agar si Kecil mendapatkan kosa kata baru. Tunjuk gambar untuk memberikan si Kecil pengertian mengenai arti kata tersebut.
  • Menggunakan metode menyanyi, ada beberapa anak yang lebih mudah memahami kata melalui nada. Maka, coba ajak si Kecil bernyanyi bersama untuk mengenalkan kata-kata.

Teknik ini bisa MomDad lakukan sedini mungkin, terutama, sejak fase newborn, MomDad bisa mulai menyanyikan lagu dan membacakan buku pada si Kecil, yang bisa menjadi media dalam berinteraksi dan stimulasi bahasanya.


Mengenali Tanda Keterlambatan Bicara pada Balita

Kenali red flag perkembangan bicara bahasa pada usia-usia tertentu, ada beberapa usia yang bisa dijadikan patokan, seperti 6 bulan, 12 bulan, 18 bulan, dan 2 tahun. Lakukan skrining mandiri melalui aplikasi PrimaKu dan selalu tanyakan pada dokter pada saat pemeriksaan mengenai kemampuan bicara dan bahasa anak.


Perlu MomDad ketahui, keterlambatan bicara pada balita bisa disebabkan oleh 2 faktor, di antaranya:

  • Faktor medis: riwayat kelahiran, riwayat kejang, masalah orofaring, ketulian.
  • Faktor lingkungan: tingkat pendidikan orangtua, riwayat keluarga, stimulasi yang tidak adekuat, termasuk screen time yang panjang.


Keterlibatan MomDad dalam Bahasa Sehari-hari

Terlambat_bicara-2.jpg

Keterlibatan MomDad dalam bahasa sehari-sehari sangat memengaruhi kemampuan anak dalam berbahasa. Yuk, coba terapkan cara ini di kehidupan sehari-hari:

  • Gunakan nada atau intonasi yang berbeda ketika MomDad ingin si Kecil lebih memperhatikan suatu kata.
  • Banyak bertanya pada anak menggunakan pertanyaan 5W1H, bila anak belum bisa menjawab, bantu anak untuk menjawab.
  • Lengkapi kalimat anak dengan kata keterangan bila anak belum bisa menggunakannya. Misal, anak berkata “ada mobil”. MomDad bisa melanjutkan dengan “ada mobil merah lagi dicuci.”
  • Mengobrol dengan anak dan bermain taking turn games, seperti cilukba, petak umpet, dan lempar tangkap bola.

Jika si Kecil tampak mulai berbicara lebih lambat dibandingkan teman-teman seusianya, konsultasi dengan dokter anak akan membantu menentukan apakah ada masalah yang perlu ditangani. Apabila memang ada keterlambatan, intervensi dini bisa sangat membantu untuk mengarahkan si Kecil ke jalur yang benar.


Referensi: