
Aneka Resep Bubur MPASI 6-8 Bulan untuk BB Booster
30 Mei 2022
Author: Fitri Permata
28 Okt 2024
Topik: BB Anak, BB Turun, BB Normal, BB Kurang, Berat Badan, Malnutrisi
Selama bulan pertama, sebagian besar bayi baru lahir mengalami kenaikan berat badan sekitar 1 ons (30 gram) per hari. Bayi umumnya juga tumbuh dalam tinggi badan sekitar 1 hingga 1½ inci (2,54 hingga 3,81 sentimeter) dalam bulan pertama. Banyak bayi mengalami periode pertumbuhan cepat ketika mereka berusia 7 hingga 10 hari, serta pada usia 3 dan 6 minggu. Bayi yang berat badannya kurang atau di bawah normal, kerap dikaitkan dengan malnutrisi. Apakah benar demikian? Simak penjelasan DSA, yuk!
Penyebab BB Anak di Bawah Normal
Kriteria berat badan normal pada anak menggunakan acuan kurva BB menurut usia dan jenis kelamin kurva WHO, yakni berat badan yang ada di -2SD hingga + 1 SD. Berat badan dibawah range normal memerlukan evaluasi lebih lanjut terkait kecukupan energi yang didapatkan.
Terdapat 3 penyebab umum yang membuat berat badan anak susah naik, yaitu:
2. Meningkatnya kebutuhan tubuh, di antaranya:
3. Gangguan penyerapan makanan, di antaranya:
Sebaiknya lakukan pengukuran berkala untuk mendeteksi dini jika BB anak tidak naik, segera berkonsultasi dengan dokter terkait penyebab agar dapat ditangani dengan optimal.
Parameter BB Anak, Kapan Orang Tua Harus Khawatir?
Berat badan adalah indikator paling sensitif untuk menilai kondisi nutrisi saat ini. Berat badan menjadi parameter pertumbuhan yang paling cepat berubah ketika seorang anak mengalami malnutrisi akut.
Pada situasi seperti ini, yang biasanya diperhatikan adalah kurva berat badan menurut usia. Jika berat badan anak menurut usia berada di bawah -2 SD, berat badan menurut panjang badan tergolong gizi kurang, atau jika kecepatan kenaikan berat badan di bawah persentil 15 pada tabel weight increment WHO dan tren terus menurun, MomDad perlu segera berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan penyebab kenaikan berat badan yang kurang optimal agar tidak berlanjut menjadi stunting.
Cegah Malnutrisi dengan Panduan Nutrisi Sehat
Memberikan makanan sehat kepada anak adalah salah satu cara penting bagi orang tua untuk memastikan pertumbuhan yang optimal. Pada bayi di bawah 6 bulan, ASI eksklusif adalah sumber nutrisi terbaik. Namun, jika kenaikan berat badan tidak optimal dengan ASI saja, dokter mungkin menyarankan untuk memulai MPASI dini. Setelah bayi mulai mengonsumsi MPASI, pastikan asupan karbohidrat, protein, lemak, serta mikronutrien seperti vitamin dan mineral tercukupi melalui makanan yang bervariasi. Misalnya, protein hewani dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti daging sapi, ikan, unggas, telur, dan makanan laut. Kebutuhan protein, karbohidrat, dan lemak pun bervariasi sesuai usia anak. Pada usia 6-8 bulan, protein hewani disarankan sebanyak 35-50 gram per hari, usia 9-12 bulan sebanyak 55-70 gram per hari, dan pada usia di atas 1 tahun sekitar 80-100 gram per hari.
Agar anak lebih tertarik pada makanan sehat yang dapat mendukung kenaikan berat badan, ada beberapa tips praktis yang bisa MomDad lakukan:
Memastikan pertumbuhan optimal anak memerlukan perhatian pada BB dan asupan nutrisi. Jika BB bayi di bawah normal, ini bisa menjadi tanda malnutrisi yang perlu diatasi. Orang tua disarankan untuk melakukan pengukuran berkala dan berkonsultasi dengan dokter jika BB tidak meningkat. Selain itu, memberikan makanan sehat yang bervariasi dan menerapkan tips praktis untuk meningkatkan minat anak pada makanan adalah langkah penting dalam mendukung kesehatan dan pertumbuhan mereka. Dengan pendekatan yang tepat, kita dapat membantu anak mencapai berat badan ideal dan menghindari risiko malnutrisi dan risiko stunting.
Referensi:
https://kidshealth.org/en/parents/about.html
30 Mei 2022
31 Mei 2022
1 Jun 2022
14 Jun 2022