primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Hati-Hati, Kekurangan Zat Besi pada Anak Bisa Berakibat Fatal, lho!

Author: Marisha A

Editor: dr. Dini Astuti Mirasanti Sp.A

Topik: Pertumbuhan, Zat Besi

Zat besi dibutuhkan oleh setiap orang karena sangat penting dalam perkembangan sistem saraf. Karena peranannya sangat penting, sejak dini bayi perlu dipantau kecukupan zat besi di dalam tubuhnya. Jika bayi kekurangan zat besi, bisa berakibat fatal, salah satunya anemia. Lalu, bagaimana tanda-tanda bayi kekurangan zat besi? Simak penjelasannya, yuk!

Dampak anemia pada anak

asian-child-rest-her-cheeks-fists-with-moody-face_29488-4153.jpg

Melansir laman IDAI, anemia sering diartikan sebagai kekurangan darah. Secara teoritis anemia merupakan istilah untuk menjelaskan rendahnya nilai hemoglobin (Hb) sesuai dengan umur dan jenis kelamin. Pada anak-anak, kekurangan zat besi atau Anemia defisiensi Besi (ADB) merupakan penyebab anemia terbanyak.

ADB pada anak akan memberikan dampak yang negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi. Selain itu berkurangnya kandungan besi dalam tubuh juga dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan organ tubuh akibat oksigenasi ke jaringan berkurang. Masalah yang paling penting yang ditimbulkan oleh defisiensi besi yang berlangsung lama adalah menurunkan daya konsentrasi dan prestasi belajar pada anak.

Tanda bayi kekurangan zat besi

apel.jpg

Fungsi zat besi yang paling penting adalah dalam perkembangan system saraf yaitu diperlukan dalam proses mielinisasi, neurotransmitter, dendritogenesis dan metabolisme saraf. Kekurangan zat besi sangat mempengaruhi fungsi kognitif, tingkah laku dan pertumbuhan seorang bayi.

Besi juga merupakan sumber energi bagi otot sehingga memengaruhi ketahanan fisik dan kemampuan bekerja, terutama pada masa remaja. Bila kekurangan zat besi terjadi pada masa kehamilan, maka akan meningkatkan risiko perinatal serta mortalitas bayi.

Tanda-tanda anak kekurangan zat besi antara lain:

  • Lemas dan mudah lelah
  • Menurunnya daya tahan tubuh sehingga mudah infeksi
  • Lebih iritabel, sulit mengendalikan diri
  • Nafsu makan berkurang
  • Tampak pucat
  • Gemar makan yang bukan makanan (tanah, kertas, pasta gigi, alat tulis)
  • Sulit konsentrasi dalam belajar pada anak usia sekolah

Anemia pada anak tentu dapat diobati. MomDad perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu untuk diberikan pengobatan yang tepat, seperti pemberian preparat besi (ferosulfat/ferofumarat/feroglukonat) yang diberikan antara waktu makan. Pengobatan berlangsung hingga 2-3 bulan setelah kadar Hb normal untuk mengisi cadangan besi dalam tubuh.

Ingin tahu tips dan informasi lainnya seputar kesehatan si Kecil? Ayo, baca artikel di aplikasi PrimaKu atau kunjungi primaku.com. Selain itu, MomDad bisa juga menonton seluruh tayangan ulang webinar di aplikasi, lho. Tak ketinggalan, follow juga akun Instagram dan TikTok PrimaKu supaya enggak ketinggalan update informasi seputar kesehatan anak dan parenting lifestyle!

 Sumber foto: Freepik

Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., PhD.

familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Perlu Hati-Hati, Begini Tips Merawat Tali Pusat pada Bayi ya...
25 Mei 2022
cover
Hati-Hati, Kenali Gejala Flu Singapura pada Anak!
29 Jun 2022
cover
Hati-Hati, Sebaiknya Tidak Berikan Makanan Ini pada Bayi di ...
19 Jul 2022
cover
Hati-Hati, Ini Varian Makanan yang Berisiko Bikin Anak Terse...
29 Jul 2022
cover
Hati-Hati, Ini Risiko Pemberian MPASI Lebih Cepat pada Bayi!
17 Okt 2022
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: