Meta PixelPenyebab Berat Badan Bayi Tak Kunjung Naik, Kenapa ya?<!-- --> | Articles | <!-- -->PrimaKu - Pelopor Aplikasi Tumbuh Kembang Anak di Indonesia

Penyebab Berat Badan Bayi Tak Kunjung Naik, Kenapa ya?

Author: Marisha A

31 Mei 2022

Topik: Berat Badan

Naik turun berat badan bayi merupakan hal yang normal. Apalagi dalam satu minggu setelah lahir, berat badan bayi akan berkurang karena cairan tubuh yang hilang dan setelahnya akan kembali naik. Namun, bagaimana jika berat badan bayi tak kunjung naik dan apa sih penyebabnya? Simak penjelasannya dari dr. Rina Pratiwi, Sp.A(K), yuk!

Penyebab berat badan tidak naik

Melansir laman IDAI, sebagian besar bayi cepat kembali ke berat lahir di hari ketujuh sampai kesepuluh dan antara minggu ketiga dan keenam. Rata-rata pertambahan berat badan bayi adalah 20-30 gram per hari sehingga begitu usianya satu bulan, berat badannya mencapai 4 kg. Sedangkan pertambahan panjang badannya antara 2.4 sampai 4 cm.

Penyebab tidak naiknya berat badan berkaitan dengan kurangnya asupan nutrisi, peningkatan kebutuhan tubuh, atau bisa juga sebab lainnya. Karena itu, kita harus menggunakan kurva pertumbuhan sebagai pedoman.

Ada 3 macam kurva pertumbuhan, yaitu kurva berat badan terhadap umur, kurva berat badan terhadap panjang badan atau tinggi badan, dan kurva panjang badan atau tinggi badan terhadap umur. Penambahan berat badan biasanya dinilai menggunakan kurva berat badan terhadap umur.

Berat badan anak bisa tidak naik karena dia tidak bertambah gemuk atau malah bertambah kurus, namun juga bisa karena dia tidak bertambah panjang atau tinggi badannya. Untuk menilai apakah anak bertambah kurus, kita menggunakan kurva berat badan terhadap panjang badan atau tinggi badan. Penurunan yang terlihat pada kurva ini menunjukkan bahwa anak bertambah kurus.

Jika anak bertambah kurus, sangat penting orang tua untuk memperhatikan hal-hal berikut yang bisa diindikasikan sebagai penyebabnya, yaitu:

Kurangnya asupan nutrisi

  • Praktik pemberian makan yang tidak tepat (inappropriate feeding practice)
  • Manajemen laktasi yang tidak tepat, pemberian/pengenceran formula yang tidak tepat
  • Malnutrisi kronis, misalnya karena masalah ekonomi dan kesulitan menyediakan makanan bergizi dalam jumlah yang cukup
  • Penyakit refluks gastroesofagus
  • Masalah mekanik saat makan, misalnya bibir/ langit-langit sumbing
  • Masalah oromotor yang mengakibatkan gangguan saat mengunyah/mengolah makanan di dalam mulut

 Meningkatnya kebutuhan tubuh

  • Infeksi berulang atau infeksi kronik
  • Penyakit jantung bawaan
  • Penyakit ganas (kanker)
  • Penyakit tiroid dan penyakit-penyakit kronis lainnya, seperti thalassemia, penyakit ginjal, dan lain-lain

Gangguan penyerapan makanan

  • Alergi makanan, contohnya alergi susu sapi atau alergi telur
  • Penyakit metabolisme bawaan (inborn error of metabolism)
  • Atresia bilier, yang mengakibatkan gangguan penyerapan lemak
  • Malabsorpsi atau gangguan penyerapan

Bila berat badan anak tidak bertambah, namun badannya tidak bertambah kurus, orang tua perlu mempertimbangkan kemungkinan lain sebagai penyebab berat badannya tidak naik, misalnya karena dia tidak bertambah panjang atau tinggi. Pengobatan yang keliru akan sangat merugikan anak di kemudian hari. Penambahan asupan nutrisi yang tidak diperlukan hanya akan membuat anak menjadi obesitas dengan segala risiko komplikasinya di kemudian hari.

Kalau suka dengan artikel ini, jangan lupa di like dan bookmark ya, MomDad. Follow juga yuk @official.primaku di Instagram supaya MomDad bisa terus update mengenai tumbuh kembang anak.

Sumber foto: iStock

Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., Ph.D.

Referensi:

  • Homan GJ. Failure to Thrive: A Practical Guide. Am Fam Physician. 2016 Aug 15;94(4):295-9.
  • Bourke CD, Berkley JA, Prendergast AJ. Immune Dysfunction as a Cause and Consequence of Malnutrition. Trends Immunol. 2016 Jun;37(6):386-398. doi: 10.1016/j.it.2016.04.003. Epub 2016 May 26. PMID: 27237815; PMCID: PMC4889773.