primaku
Mitra resmi kami:
kemenkesidaibkkbn
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Postur Tubuh si Kecil Bungkuk, Bisakah Diobati?

Author: Radhita Rara

Editor: dr. Dini Astuti Mirasanti, Sp.A

Topik: Bayi Bungkuk, Postur Tubuh, Tumbuh Kembang

Tubuh yang terlihat bungkuk ternyata tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja. Tahukah MomDad kalau ternyata posisi bungkuk juga bisa ditemukan pada bayi? Sadar atau tidak, ternyata posisi punggung yang bungkuk dapat terlihat sejak bayi, lho.

Ada beberapa penyebab yang tidak disadari orang tua mengenai hal ini. Mulai dari masalah menggendong hingga posisi duduk. Untuk mengetahui lebih lengkapnya, yuk simak penyebab, ciri-ciri hingga cara mengatasi bayi bungkuk berikut ini!

Apa penyebab bayi bungkuk?

istockphoto-494476054-612x612.jpg

Bungkuk atau kifosis merupakan bentuk tulang belakang yang melengkung secara tidak normal. Umumnya bungkuk timbul pada masa remaja, namun ada pula bayi yang terlahir bungkuk. Kifosis postural, atau bungkuk yang disebabkan oleh posisi duduk atau berdiri yang salah, bukanlah suatu penyakit. 

Posisi yang tidak benar tersebut membuat otot punggung dan tulang-tulang terbiasa pada posisi yang salah sehingga beberapa saat kemudian punggung tetap melengkung. Penyebab lain adalah infeksi tulang belakang, kelainan bawaan (spina bifida), riwayat benturan, riwayat keluarga, dan tumor.

Bagaimana ciri-cirinya?

Untuk mengetahui apakah bayi mengalami posisi bungkuk, dokter akan memeriksa anak dalam posisi membungkuk dan berdiri tegak. Terkadang diperlukan pemeriksaan foto ronsen tulang belakang . Beberapa ciri anak mengalami kifosis adalah :

  • Tampak seperti ada ‘benjolan’ pada punggung atas
  • Punggung atas tampak lebih tinggi daripada normal saat anak membungkuk
  • Kepala condong ke depan
  • Perbedaan tinggi bahu
  • Nyeri dan kekakuan pada area pinggang
  • Otot paha belakang tegang

Apakah bayi yang duduknya bungkuk, posturnya bisa diperbaiki?

istockphoto-881890724-612x612.jpg

Fisioterapi dapat memperbaiki kifosis postural. Beberapa aktivitas fisik yang menguatkan otot punggung dapat membantu anak memiliki postur yang lebih baik. Tidur pada kasur keras mungkin juga dapat membantu. Dokter dapat merujuk anak pada spesialis ortopedi untuk menentukan penyebab dan keparahan kifosis lalu menentukan terapi yang tepat.

Pada bayi yang masih muda dan baru belajar duduk, seringkali otot-otot mereka belum cukup kuat untuk menegakkan tulang belakangnya sendiri sehingga tulang belakangnya melengkung dan anak tampak bungkuk. Pada masa ini, sanggalah punggung bayi ketika dia didudukkan.

Sebaiknya, MomDad tidak memaksakan bayi untuk melakukan aktivitas duduk dan berdiri sebelum waktunya, Perlu diingat bahwa proses ini hanya bisa diajarkan ketika bayi sudah memiliki struktur dan kekuatan otot dan tulang yang sesuai dengan umurnya.

MomDad mau share informasi atau pertanyaan seputar tumbuh kembang bersama orang tua lainnya? Yuk, ceritakan pengalaman MomDad di Forum Tumbuh Kembang! Selain itu, MomDad juga bisa bertanya seputar kesehatan si Kecil dan akan dijawab langsung oleh ahli, lho.

Referensihttps://kidshealth.org/en/parents/postural-kyphosis.html

Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., Ph.D.

familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
kemenkesidaibkkbn
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: