31 Agustus 2026
HPV pada Laki-Laki, Penyakit dan Pencegahannya
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Vaksin HPV, Penyakit HPV, Human Papilloma Virus
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Susanti Himawan, Sp. A.
HPV pada laki-laki dapat menyebabkan kutil kelamin serta kanker penis, anus, dan orofaring (bagian belakang tenggorokan, termasuk pangkal lidah dan amandel). WHO memperkirakan sekitar 70.000 kasus kanker pada laki-laki secara global disebabkan HPV. Artikel ini membantu MomDad memahami penyakit, gejala yang perlu diperiksa, dan cara melindungi anak melalui vaksinasi.
Kabar pentingnya, infeksi HPV tidak otomatis menjadi kanker. WHO dan CDC menyebut sekitar 9 dari 10 infeksi dapat dikendalikan tubuh atau hilang sendiri. Risiko kanker terutama muncul ketika infeksi HPV tipe risiko tinggi menetap selama bertahun-tahun.
Apa Itu HPV pada Laki-Laki?
Human papillomavirus (HPV) adalah kelompok lebih dari 200 virus yang dapat menginfeksi kulit, area genital, anus, serta mulut dan tenggorokan. HPV berbeda dari HIV maupun herpes. Penularan paling sering terjadi melalui kontak kulit ke kulit yang intim, termasuk hubungan vaginal, anal, atau oral, bahkan ketika orang yang terinfeksi tidak memiliki gejala.
Pada anak dan remaja, pembahasan HPV sebaiknya berfokus pada pencegahan sebelum kemungkinan paparan di masa depan. Vaksin tidak mendorong aktivitas seksual; vaksin membangun perlindungan imun pada usia ketika respons tubuh biasanya baik.
Penyakit Akibat HPV pada Laki-Laki
Jenis HPV penyebab kutil berbeda dari jenis yang paling sering memicu kanker. Karena itu, kutil kelamin bukan berarti kanker, tetapi setiap benjolan atau luka yang menetap tetap perlu dinilai dokter.
Sumber ringkas: WHO—Human papillomavirus and cancer dan CDC—About Genital HPV Infection
Gejala HPV pada Pria yang Perlu Diperhatikan
Sebagian besar infeksi tidak menimbulkan tanda apa pun. Namun, pemeriksaan dokter diperlukan bila muncul:
- Kutil, benjolan, pertumbuhan kulit, atau luka baru pada area genital, anus, mulut, atau tenggorokan.
- Luka pada penis yang tidak sembuh, berubah warna, mengeluarkan cairan, atau berdarah.
- Perdarahan dari anus, benjolan, nyeri, atau perubahan kebiasaan buang air besar yang menetap.
- Sakit tenggorokan, suara serak, sulit menelan, nyeri telinga satu sisi, atau benjolan di leher yang menetap.
Gejala tersebut tidak selalu disebabkan HPV atau kanker. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebabnya. Segera cari pertolongan darurat bila terjadi sulit bernapas, sulit menelan berat, perdarahan banyak, atau kondisi umum memburuk.
Bagaimana HPV pada Laki-Laki Didiagnosis?
Dokter biasanya menilai keluhan dan memeriksa lesi secara langsung. Bila ada kelainan mencurigakan, pemeriksaan lanjutan seperti biopsi dapat diperlukan. CDC menyatakan belum ada tes HPV rutin yang disetujui untuk menentukan “status HPV” pada laki-laki, dan belum ada tes yang disetujui untuk skrining HPV di mulut atau tenggorokan. Karena itu, jangan mengandalkan tes mandiri atau menunggu hasil tes sebelum memeriksakan gejala.
Cara Mencegah HPV pada Laki-Laki
1. Vaksin HPV sebelum terpapar
Vaksin HPV mencegah infeksi baru dan penyakit akibat tipe HPV yang dicakup vaksin, tetapi tidak mengobati infeksi, kutil, atau kanker yang sudah ada. Kemenkes RI menyebut vaksin HPV melindungi anak perempuan dan laki-laki, sementara perluasan imunisasi rutin untuk anak laki-laki dilakukan bertahap sesuai wilayah. Jadwal dan jumlah dosis dapat berbeda menurut usia mulai, kondisi kekebalan, program nasional, serta jenis vaksin. Ikuti rekomendasi dokter anak dan jadwal imunisasi terbaru IDAI/Kemenkes RI dan booking vaksin di PrimaKu.
2. Kurangi risiko paparan saat dewasa
- Gunakan kondom secara benar dan konsisten; perlindungannya tidak 100% karena HPV dapat menginfeksi kulit yang tidak tertutup.
- Hindari rokok karena merokok berkaitan dengan peluang infeksi HPV menetap.
- Bicarakan kesehatan seksual secara terbuka dan tidak menghakimi, termasuk pemeriksaan bila terdapat gejala.
FAQ tentang HPV pada Laki-Laki
Q: Apakah semua laki-laki yang terkena HPV akan mengalami kanker?
A: Tidak. Sebagian besar infeksi tidak bergejala dan hilang sendiri. Kanker terutama berkaitan dengan infeksi HPV risiko tinggi yang menetap.
Q: Apakah kutil kelamin dapat berubah menjadi kanker?
A: Tipe HPV yang paling sering menyebabkan kutil berbeda dari tipe penyebab kanker. Benjolan atau luka baru tetap perlu diperiksa.
Q: Bisakah laki-laki menularkan HPV tanpa gejala?
A: Bisa. HPV dapat menular melalui kontak kulit ke kulit yang intim meski tidak ada kutil atau keluhan.
Q: Apakah ada tes HPV rutin untuk laki-laki?
A: Belum ada tes HPV rutin yang direkomendasikan untuk skrining laki-laki tanpa gejala. Dokter menilai keluhan dan menentukan pemeriksaan lanjutan bila diperlukan.
Q: Apakah anak laki-laki perlu vaksin HPV?
A: Vaksin dapat melindungi anak laki-laki dari infeksi HPV penyebab kutil dan beberapa kanker. Waktu serta jumlah dosis mengikuti dokter, IDAI, Kemenkes RI, kondisi anak, dan program wilayah.
Q: Apakah vaksin HPV dapat menyebabkan infeksi HPV?
A: Tidak. WHO menjelaskan vaksin HPV tidak mengandung virus hidup atau DNA virus, sehingga tidak dapat menyebabkan infeksi HPV maupun kanker terkait HPV.
HPV pada laki-laki sering tidak menimbulkan gejala, tetapi infeksi yang menetap dapat menyebabkan kutil kelamin serta kanker penis, anus, dan orofaring. MomDad tidak perlu panik: fokuslah pada pencegahan, vaksinasi tepat waktu, edukasi sesuai usia, dan pemeriksaan medis bila muncul benjolan, luka, perdarahan, atau keluhan menetap.
Melindungi anak sejak dini berarti memberi perlindungan sebelum paparan terjadi. Diskusikan jadwal vaksin HPV anak dengan dokter dan gunakan PrimaKu untuk membantu memantau kebutuhan imunisasinya.
Referensi:
- World Health Organization. Human papillomavirus and cancer. WHO; 2024.
- Centers for Disease Control and Prevention. About Genital HPV Infection. CDC; 2025.
- Centers for Disease Control and Prevention. HPV Vaccine Recommendations. CDC; 2024.
- Centers for Disease Control and Prevention. Cancers Linked with HPV Each Year. CDC; 2025.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Vaksin HPV, Mencegah Kanker Leher Rahim Demi Mewujudkan Generasi Sehat. Kemenkes RI; 2024.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Umur 0–18 Tahun Rekomendasi IDAI. IDAI; 2024.
- National Cancer Institute. HPV and Cancer. NCI; 2024.






