31 Juli 2026
Vaksin HPV Berapa Kali? Cek Jumlah Dosis berdasarkan Usia
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Vaksin HPV
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Vaksin HPV berapa kali perlu diberikan? Jawabannya tidak selalu sama untuk setiap anak. Dalam program imunisasi nasional Indonesia, vaksin HPV rutin diberikan sebanyak satu dosis kepada anak perempuan usia 11 tahun atau kelas 5 SD/sederajat. Namun, jumlah dosis dalam rekomendasi klinis atau vaksinasi mandiri dapat berbeda, tergantung usia saat dosis pertama diberikan, kondisi sistem imun, jenis vaksin, serta pedoman yang digunakan.
Oleh karena itu, MomDad sebaiknya tidak menentukan jumlah dosis hanya berdasarkan usia anak saat ini. Informasi penting lainnya adalah usia ketika dosis pertama diberikan, riwayat vaksinasi sebelumnya, jarak antar dosis, dan kondisi kesehatan anak. Catatan imunisasi yang lengkap akan membantu dokter menentukan apakah vaksinasi sudah lengkap atau masih perlu dilanjutkan.
Jadi, Vaksin HPV Berapa Kali Diberikan?
Berikut jawaban ringkasnya:
Tabel di atas menunjukkan bahwa jawaban "satu, dua, atau tiga dosis" bisa sama-sama benar dalam konteks berbeda. Untuk anak di Indonesia, acuan pertama adalah program nasional, riwayat dosis yang sudah diterima, rekomendasi dokter, dan petunjuk penggunaan produk vaksinnya.
Vaksin HPV Satu Dosis dalam Program Imunisasi Indonesia
Berdasarkan kebijakan imunisasi Indonesia, vaksin HPV dalam program rutin diberikan sebanyak satu dosis kepada anak perempuan dan laki-laki usia 11 tahun atau kelas 5 SD/sederajat, biasanya melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Program imunisasi kejar juga tersedia bagi kelompok usia tertentu yang belum pernah mendapatkan vaksin HPV. Kementerian Kesehatan menyebutkan sasaran imunisasi kejar satu dosis antara lain anak perempuan usia 12 dan 15 tahun.
Perubahan menjadi satu dosis bukan berarti perlindungan diberikan secara tidak lengkap, kebijakan ini mengikuti perkembangan bukti ilmiah dan rekomendasi global mengenai efektivitas jadwal satu dosis pada kelompok usia tertentu. Orang tua tetap perlu memastikan apakah anak termasuk sasaran program di wilayahnya melalui sekolah, puskesmas, dinas kesehatan setempat, atau dokter anak.
Mengapa Ada Jadwal Satu, Dua, dan Tiga Dosis?
1. Usia saat Menerima Dosis Pertama
Anak dan remaja yang menerima vaksin pada usia lebih muda umumnya membentuk respons imun yang kuat. Penelitian yang dipublikasikan di JAMA menemukan bahwa respons antibodi pada anak usia 9–14 tahun yang menerima dua dosis vaksin HPV 9-valen dengan jarak 6 atau 12 bulan tidak lebih rendah dibandingkan respons pada remaja akhir dan perempuan muda yang menerima tiga dosis.
2. Pedoman yang Digunakan
Program imunisasi nasional dirancang berdasarkan kondisi kesehatan masyarakat, bukti ilmiah, ketersediaan vaksin, dan rekomendasi organisasi kesehatan global. Jadwal vaksinasi mandiri dapat mengikuti rekomendasi organisasi profesi dan penilaian dokter, sehingga informasi dari negara atau fasilitas berbeda belum tentu mencantumkan jumlah dosis yang sama.
3. Kondisi Sistem Imun
Anak dengan gangguan sistem imun (HIV, kelainan imun, kanker, transplantasi, obat penekan imun) mungkin membutuhkan dosis lebih banyak. WHO merekomendasikan sedikitnya dua dosis, dan bila memungkinkan tiga dosis, bagi individu dengan gangguan sistem imun atau HIV.
4. Jarak Antar Dosis
Jumlah suntikan saja tidak cukup menentukan kelengkapan vaksinasi, jarak antar dosis juga penting. CDC merekomendasikan dosis kedua diberikan 6–12 bulan setelah dosis pertama. Jika jarak kurang dari lima bulan, dosis tambahan dapat diperlukan.
Jadwal & Interval Pemberian Dosis
Bagaimana Jadwal Dua Dosis Vaksin HPV?
Untuk anak yang mengikuti jadwal dua dosis dan memulai vaksinasi sebelum ulang tahun ke-15: dosis pertama pada bulan ke-0, dosis kedua 6–12 bulan setelahnya. Sebagai contoh, jika dosis pertama diberikan pada Januari, dosis kedua dapat dijadwalkan antara Juli hingga Januari tahun berikutnya sesuai rekomendasi dokter.
WHO menyatakan bahwa jadwal dua dosis dengan jarak minimal enam bulan dapat digunakan pada usia yang sesuai dengan izin penggunaan vaksin. WHO juga menerima satu dosis sebagai pilihan alternatif bagi kelompok usia 9–20 tahun untuk produk vaksin dengan bukti efektivitas dosis tunggal.
Kapan Vaksin HPV Diberikan Tiga Kali?
Dalam pedoman CDC, tiga dosis direkomendasikan bagi orang yang baru memulai vaksinasi pada usia 15 tahun atau lebih, atau memiliki kondisi yang menyebabkan gangguan sistem imun termasuk infeksi HIV. Jadwal tiga dosis: dosis pertama bulan ke-0, dosis kedua 1–2 bulan setelahnya, dosis ketiga 6 bulan setelah dosis pertama. Rekomendasi ini merupakan pedoman Amerika Serikat dan tidak otomatis menggantikan kebijakan Indonesia.
Jika Sudah Satu Dosis di Sekolah, Perlu Dosis Tambahan?
Anak yang telah menerima satu dosis melalui program imunisasi nasional Indonesia umumnya dianggap telah mengikuti jumlah dosis dalam program tersebut. Jangan langsung menambahkan dosis secara mandiri hanya karena menemukan pedoman dua atau tiga dosis dari negara lain.
Dosis tambahan mungkin dipertimbangkan apabila anak memiliki gangguan sistem imun, riwayat vaksinasi tidak jelas, vaksin diberikan di luar jadwal yang direkomendasikan, dokter menggunakan pedoman klinis berbeda, atau terdapat kebutuhan medis khusus berdasarkan konsultasi.
Bagaimana Jika Jadwal Vaksin HPV Terlambat?
Jika dosis lanjutan terlambat, seri vaksinasi umumnya tidak perlu diulang dari awal. Dokter akan melanjutkan dosis yang belum diberikan dengan mempertimbangkan usia saat dosis pertama dan jarak antar dosis sebelumnya. Bawa bukti vaksinasi sebelumnya, buku kesehatan/imunisasi anak, catatan sekolah, riwayat kunjungan rumah sakit/klinik, kuitansi, atau rekam vaksinasi digital, agar dokter dapat menentukan jadwal lanjutan.
Apakah Jenis Vaksin Memengaruhi Jumlah Dosis?
Vaksin HPV tersedia dalam beberapa jenis berdasarkan jumlah tipe HPV yang dicakup, bivalen, kuadrivalen, dan 9- valen. Namun, semakin banyak tipe HPV yang dicakup tidak berarti vaksinnya selalu membutuhkan lebih banyak dosis. Jumlah dosis lebih banyak ditentukan oleh usia saat vaksinasi dimulai, kondisi sistem imun, jadwal program pemerintah, rekomendasi klinis, serta izin edar dan petunjuk produk vaksin.
Checklist Sebelum Menentukan Dosis Berikutnya
1. Tanggal lahir anak
2. Tanggal dan usia saat menerima dosis pertama
3. Jumlah dosis yang sudah diberikan
4. Nama atau jenis vaksin jika tercatat
5. Tempat anak menerima vaksin sebelumnya
6. Riwayat alergi berat setelah vaksinasi
7. Kondisi yang memengaruhi sistem imun
8. Obat rutin, termasuk obat yang menekan sistem imun
9. Jadwal sekolah, perjalanan, atau aktivitas penting anak
FAQ seputar Jumlah Dosis Vaksin HPV
Q: Apakah vaksin HPV cukup satu kali?
A: Dalam program imunisasi nasional Indonesia, satu dosis diberikan kepada sasaran rutin. WHO juga menerima satu dosis sebagai alternatif bagi usia 9–20 tahun untuk produk dengan bukti efektivitas dosis tunggal. Namun sebagian orang tetap membutuhkan dua atau tiga dosis berdasarkan usia, kondisi imun, dan pedoman klinis.
Q: Apakah anak usia 11 tahun membutuhkan satu atau dua dosis?
A: Jika mengikuti program nasional Indonesia, anak perempuan usia 11 tahun/kelas 5 menerima satu dosis. Dalam jadwal klinis dua dosis tertentu, anak yang memulai sebelum usia 15 tahun dapat menerima dua dosis dengan jarak 6–12 bulan. Pastikan konteksnya kepada dokter atau petugas imunisasi.
Q: Kalau sudah satu kali vaksin HPV, kapan dosis kedua?
A: Jika anak mengikuti jadwal dua dosis, dosis kedua umumnya diberikan 6–12 bulan setelah dosis pertama. Jika melalui program nasional satu dosis, dosis kedua tidak otomatis diperlukan.
Q: Apakah dosis vaksin HPV harus dengan merek yang sama?
A: Idealnya riwayat jenis dan merek vaksin dicatat lengkap. Jika produk sebelumnya tidak diketahui, jangan memutuskan sendiri untuk mengulang vaksinasi, dokter akan menentukan kelanjutan berdasarkan pedoman dan produk yang tersedia.
Q: Jika jarak dosis terlalu dekat, apakah vaksin tetap dihitung?
Bergantung pada pedoman yang digunakan. Dalam jadwal CDC, dua dosis dengan jarak kurang dari lima bulan dapat memerlukan dosis tambahan. Tunjukkan tanggal vaksinasi kepada dokter untuk memastikan validitas jadwal.
Q: Apakah perlu tes HPV sebelum vaksinasi?
A: Tidak rutin diperlukan untuk menentukan kelayakan vaksinasi pada anak dan remaja. Vaksin bekerja paling optimal ketika diberikan sebelum seseorang terpapar HPV.
Q: Apakah anak laki-laki juga membutuhkan vaksin HPV?
A: Ya. Vaksin HPV bermanfaat bagi anak laki-laki karena HPV dapat menyebabkan kutil kelamin serta beberapa jenis kanker. Pelaksanaan program untuk anak laki-laki di Indonesia diperluas secara bertahap.
Referensi:
1. Iversen OE, et al. Immunogenicity of the 9-Valent HPV Vaccine Using 2-Dose Regimens in Girls and Boys vs a 3-Dose Regimen in Women. JAMA; 2016;316(22):2411–2421.
2. Kreimer AR, et al. Noninferiority of One HPV Vaccine Dose to Two Doses. The New England Journal of Medicine; 2025.
3. Kreimer AR, et al. Efficacy of the Bivalent HPV Vaccine Against HPV 16/18-Associated Precancer: Long-Term Follow-Up Results from the Costa Rica HPV Vaccine Trial. The Lancet Oncology; 2020.
4. World Health Organization. Human Papillomavirus Vaccines: WHO Position Paper.
5. World Health Organization. Summary of WHO Position on HPV Vaccines.
6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/35/2025.
7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Vaksin HPV untuk Mencegah Kanker Leher Rahim.
8. Centers for Disease Control and Prevention. HPV Vaccine Recommendations.



