primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Mitos vs Fakta seputar Vaksinasi yang Kerap Dipercaya

Author: Dhia Priyanka

Editor: dr. Dini Astuti Mirasanti, Sp.A

Topik: Vaksinasi, Imunisasi

Vaksinasi sangat penting dilakukan bagi bayi untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk yang mematikan. Sayangnya, di luar sana masih ada yang menganggap bahwa vaksin anak tidak penting, bahkan berbahaya. Ada yang percaya bahwa vaksin dapat menimbulkan autisme hingga merugikan anak di masa depan. Well, agar MomDad tidak ‘termakan’ oleh hoax, berikut mitos dan fakta seputar vaksinasi yang perlu diketahui!

1. Mitos: Higiene dan sanitasi yang baik cukup dalam memberantas penyakit – vaksin tidak penting.

Fakta: Penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi dapat menyerang kembali apabila program vaksinasi dihentikan. Sementara perbaikan kebersihan, cuci tangan, dan air bersih dapat membantu melindungi kita dari penyakit infeksi, banyak penyakit infeksi yang tetap menyebar seberapa pun bersihnya seseorang. Jika orang-orang tidak divaksinasi, penyakit yang tidak biasa ditemukan seperti campak dan polio , dapat dengan cepat timbul kembali.

2. Mitos: Vaksin memiliki beberapa kerugian dan efek samping jangka panjang yang belum diketahui. Vaksinasi bahkan bisa fatal.

Fakta: Vaksin itu aman. Kebanyakan reaksi vaksin bersifat minor dan sementara, seperti nyeri pada tempat penyuntikan atau lengan atau demam ringan. Masalah kesehatan serius atau berat sangat jarang terjadi dan diinvestigasi dan dimonitor secara ketat. Orang-orang jauh lebih berisiko untuk sakit parah akibat terinfeksi penyakit-penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksin daripada karena divaksin. 

3. Mitos: Vaksin kombinasi difteri, tetanus, dan pertusis (batuk rejan) dan vaksin polio menyebabkan sindrom kematian bayi mendadak (Sudden Infant Death Syndrome/ SIDS).

Fakta: Tidak ada hubungan sebab-akibat antara pemberian vaksin dengan kematian mendadak pada bayi, namun demikian, vaksin mulai diberikan pada masa ketika bayi dapat mengalami SIDS. Dengan kata lain, kejadian SIDS hanya kebetulan dengan vaksinasi dan akan tetap terjadi bila tidak divaksinasi. Penting untuk diingat bahwa 4 penyakit ini termasuk penyakit yang mengancam jiwa dan bayi-bayi yang tidak divaksinasi berisiko tinggi untuk mengalami cacat berat sampai kematian.

4. Mitos: Penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi hampir dieradikasi di negara saya sehingga tidak ada alasan untuk divaksinasi.

Fakta: Walaupun penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi sudah jarang di banyak negara, agen infeksius yang menyebabkan penyakit tersebut masih tetap beredar di beberapa bagian di dunia. Agen-agen ini dapat menyebar melewati batas geografis dan menginfeksi siapa pun yang belum terlindungi. 

5. Mitos: Penyakit-penyakit masa kanak-kanak yang dapat dicegah dengan imunisasi hanya salah satu musibah yang wajar terjadi dalam hidup. 

Fakta: Penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi tidak harus menjadi “takdir”. Penyakit seperti campak, gondongan, dan rubela merupakan penyakit serius dan dapat menyebabkan komplikasi yang serius baik pada dewasa maupun anak-anak, termasuk pneumonia, radang otak, kebutaan, diare, infeksi telinga, sindrom rubela kongenital (jika seorang wanita hamil terinfeksi rubela pada trimester pertama), dan kematian. Semua penyakit dan penderitaan yang terjadi ini dapat dicegah dengan vaksin. Kegagalan dalam memberikan vaksin membuat anak-anak rentan terhadap penyakit yang seharusnya tidak perlu.

6. Mitos: Memberikan lebih dari 1 vaksin dalam waktu yang bersamaan dapat meningkatkan risiko timbulnya efek samping yang berbahaya, yang dapat membebani sistem imun anak tersebut.

Fakta: Bukti ilmiah menunjukkan bahwa memberikan beberapa vaksin pada waktu yang bersamaan tidak berpengaruh pada sistem imun anak tersebut. Anak-anak yang terpapar oleh beberapa ratus zat asing yang dapat memicu respons imun setiap hari. Keuntungan dari menerima beberapa vaksin sekaligus adalah mengurangi jumlah kunjungan, sehingga menghemat waktu dan uang, serta anak-anak pun lebih pasti mendapatkan vaksinasi yang dianjurkan sesuai jadwal. Vaksinasi kombinasi seperti MMR (measles-mumps-rubella/campak-gondongan-rubela) berarti mendapat suntikan yang lebih sedikit.

7. Mitos: Influenza hanya penyakit sepele dan vaksinnya tidak terlalu efektif.

Fakta: Influenza lebih dari sekedar penyakit yang sepele. Influenza merupakan penyakit serius yang menyebabkan 300.000 - 500.000 kematian di seluruh dunia tiap tahunnya. Vaksin influenza mencegah kita terserang flu berat dan menularkan kepada orang lain. Menghindari flu berarti menghindari biaya besar yang harus dikeluarkan untuk berobat dan kehilangan waktu bekerja atau sekolah.

8. Mitos: Lebih baik kebal melalui penyakit daripada vaksin.

Fakta: Vaksin berinteraksi dengan sistem imun tubuh kita untuk menghasilkan respons imun yang sama dengan respons imun infeksi alamiah, tetapi vaksin tidak dapat menyebabkan sakit atau membuat seseorang menderita komplikasi. Kebalikannya, dampak yang didapat dari infeksi alamiah Haemophilus influenzae tipe b (Hib) adalah retardasi mental, dari rubela berupa cacat bawaan lahir, dari virus hepatitis B berupa kanker hati, atau kematian akibat campak.

9. Mitos: Vaksin mengandung merkuri yang berbahaya.

Fakta: Thiomersal adalah bahan organik, senyawa yang mengandung merkuri yang ditambahkan ke beberapa vaksin sebagai pengawet. Thiomersal telah digunakan secara luas sebagai pengawet vaksin multidosis. Tidak ada bukti yang menunjukan jumlah thiomersal dalam vaksin berisiko pada kesehatan.

10. Mitos: Vaksin menyebabkan autisme.

Fakta: Pada tahun 1998 sebuah studi sempat menghebohkan masyarakat akibat pernyataan yang menyatakan terdapat hubungan antara vaksin MMR dengan autisme. Namun pada akhirnya studi ini salah dan ditarik oleh jurnal yang menerbitkannya. Sayangnya, publikasi ini terlanjur membuat publik panik dan membuat cakupan imunisasi menurun yang diikuti dengan kejadian luar biasa dari campak, rubela, dan gondongan. Ditekankan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan hubungan antara vaksin MMR dengan autisme.

Nah, itulah 10 mitos dan fakta yang kerap dipercaya oleh orang tua. Semoga setelah membaca penjelasan di atas, MomDad tidak ragu lagi ya untuk memberikan si Kecil vaksinasi demi tumbuh kembang yang optimal. 


familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Apa saja fakta dan mitos tentang vaksinasi?
18 Mar 2018
cover
Mitos dan Fakta Seputar Anak Bilingual, Benarkah Akan Telat ...
6 Jan 2022
cover
Jangan Percaya Mitos, Ketahui Fakta Vitamin D Langsung dari ...
8 Agu 2022
cover
Mitos seputar Menyapih yang Sebaiknya Tidak Mom Lakukan
8 Agu 2022
cover
Mitos vs Fakta, Ukuran Payudara Memengaruhi Produksi ASI?
23 Agu 2022
cover
Busui Minum Es Bikin Bayi Pilek, Mitos vs Fakta?
12 Sep 2022
cover
Es Krim bikin Anak Batpil, Mitos vs Fakta?
15 Sep 2022
cover
Mitos Fakta Tinggi Badan Anak
16 Sep 2022
cover
Mitos Fakta Seputar Batuk Pilek pada Anak
22 Sep 2022
cover
Jangan Keliru! Ini Deretan Mitos dan Fakta tentang Bilingual...
22 Sep 2022
cover
Bayi Enggak Boleh Keluar Rumah selama 40 Hari, Mitos vs Fakt...
14 Nov 2022
cover
Mitos Fakta seputar Imunisasi yang Perlu Orang Tua Ketahui
2 Des 2022
cover
Serbuk Kopi Hitam Bisa Atasi Bayi Kejang, Mitos vs Fakta?
13 Des 2022
cover
Mitos & Fakta seputar Fresh Milk yang Perlu Diketahui
10 Mar 2023
cover
Panduan Dasar Membuat MPASI, Ketahui Mitos & Faktanya!
17 Mar 2023
cover
ASI dalam Payudara Bisa Basi, Mitos vs Fakta?
3 Agu 2023
cover
Mitos vs Fakta seputar Berat Badan Anak
16 Agu 2023
cover
Jambu Merah Bisa Menaikkan Trombosit, Mitos vs Fakta?
23 Agu 2023
cover
Anak Pasti Demam setelah Imunisasi, Mitos vs Fakta?
25 Agu 2023
cover
Mitos & Fakta seputar Motorik Kasar Bayi, MomDad Sudah Tahu?
13 Nov 2023
cover
3 Mitos seputar Vaksin yang MomDad Gak Boleh Lagi Percaya!
20 Nov 2023
cover
MPASI Fortifikasi Bisa Mengurangi Risiko Anemia Defisiensi B...
13 Des 2023
cover
Anak Aktif Tanda Pintar, Mitos vs Fakta?
10 Jan 2024
cover
Ini Mitos Stunting pada Anak yang Wajib MomDad Tahu!
18 Jan 2024
cover
Main Hujan-hujanan Bikin Anak Demam, Mitos vs Fakta?
19 Jan 2024
cover
Susu Formula Bisa Bikin Anak Cepat Gemuk? Cek Mitos vs Fakta...
24 Jan 2024
cover
Sunat Bikin Anak Cepat Tinggi, Mitos vs Fakta?
29 Jan 2024
cover
Diet Gluten-free untuk anak dengan ADHD: Mitos atau Fakta?
29 Jan 2024
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: