17 September 2026
Vaksin BCG, Ketahui Dosisnya untuk Anak!
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: BCG, Vaksin BCG, Dosis Vaksin, Vaksinasi, Vaksinasi Dasar, Jadwal Vaksinasi IDAI
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Dalam program imunisasi Indonesia, vaksin BCG diberikan 1 kali, idealnya pada usia 0–1 bulan dan paling lambat sebelum usia 1 tahun. Dosis bayi kurang dari 1 tahun umumnya 0,05 mL secara intradermal. Tenaga kesehatan wajib mengikuti pedoman nasional dan petunjuk produk karena formulasi dapat berbeda. BCG tidak diberikan ulang hanya karena bekas luka tidak tampak.
Vaksin BCG diberikan untuk membantu melindungi anak dari tuberkulosis berat, terutama meningitis TB dan TB milier. WHO merekomendasikan satu dosis sedini mungkin setelah lahir di wilayah dengan beban TB tinggi. Untuk bayi berusia kurang dari 1 tahun, dosis standar WHO adalah 0,05 mL secara intradermal. Artikel ini menjelaskan jadwal, dosis, cara pemberian, reaksi normal, dan langkah jika anak terlambat vaksin.
Apa Itu Vaksin BCG?
BCG merupakan singkatan dari Bacillus Calmette–Guérin. Vaksin hidup yang dilemahkan ini berasal dari Mycobacterium bovis dan digunakan untuk membantu mencegah bentuk TB berat pada anak. Perlindungannya terhadap infeksi TB paru tidak selalu sempurna, sehingga anak tetap perlu dijauhkan dari paparan TB dan diperiksa bila kontak erat.
BCG bukan vaksin untuk mengobati TB aktif. Anak yang batuk lama, berat badan sulit naik, demam berkepanjangan, atau tinggal serumah dengan pasien TB memerlukan evaluasi tenaga kesehatan.
Lengkapi vaksin BCG si Kecil dengan booking vaksin di PrimaKu. Klik banner di bawah untuk cek promo dan jadwal vaksin.
Dosis Vaksin BCG untuk Anak
WHO menyebut dosis standar vaksin BCG yang telah direkonstitusi:
- bayi berusia kurang dari 1 tahun: 0,05 mL;
- anak berusia 1 tahun atau lebih: 0,1 mL.
Vaksin disuntikkan secara intradermal, yaitu ke lapisan kulit, bukan ke otot atau bawah kulit. Namun, volume dan batas usia harus mengikuti merek vaksin, petunjuk produsen, serta kebijakan nasional yang digunakan fasilitas kesehatan. Dalam program imunisasi rutin Indonesia, sasaran BCG adalah bayi dan imunisasi kejar diberikan paling lambat pada usia 11 bulan.
Dosis dan Jadwal BCG
Kapan Vaksin BCG Diberikan?
Program Imunisasi Nasional
Kementerian Kesehatan menempatkan BCG pada usia 1 bulan, dengan rentang imunisasi dasar bayi 0–11 bulan. Pemberian sedini mungkin membantu melindungi bayi pada masa ketika risiko TB berat paling tinggi.
Rekomendasi IDAI
Jadwal IDAI menganjurkan BCG segera setelah lahir atau sesegera mungkin. Dokter dapat menyesuaikan waktu berdasarkan kondisi bayi, riwayat kesehatan, paparan TB, dan ketersediaan layanan.
Bayi Prematur atau Berat Lahir Rendah
Usia kronologis umumnya digunakan untuk jadwal imunisasi bayi prematur, tetapi BCG dapat ditunda sampai kondisi klinis stabil dan berat badan memadai sesuai kebijakan fasilitas. Neonatolog atau dokter anak menentukan waktu terbaik, terutama bila bayi masih dirawat atau memiliki masalah imun.
Bagaimana Cara Pemberian BCG?
BCG diberikan oleh tenaga kesehatan yang terlatih karena teknik intradermal membutuhkan ketepatan. Suntikan biasanya diberikan di lengan atas. Setelah penyuntikan yang tepat dapat muncul benjolan pucat kecil atau bleb pada kulit.
Jangan menyuntikkan BCG sendiri, membeli vaksin tanpa rantai dingin resmi, atau meminta rute intramuskular. Kesalahan teknik dapat meningkatkan risiko abses, luka besar, atau peradangan kelenjar.
Kapan Harus Memeriksakan Bekas Suntikan?
Hubungi dokter bila terdapat:
- kemerahan atau bengkak yang meluas;
- nanah banyak, luka sangat besar, atau tidak kunjung sembuh;
- demam tinggi atau anak tampak sakit berat;
- benjolan besar atau bernanah di ketiak/leher;
- reaksi menyebar ke lokasi lain;
- kekhawatiran tentang gangguan kekebalan.
Reaksi serius jarang, tetapi BCG dapat berbahaya pada anak dengan gangguan imunitas berat karena vaksin ini hidup.
Bagaimana Jika Anak Terlambat Vaksin BCG?
Jika bayi belum mendapat BCG, segera datang ke puskesmas, klinik, atau dokter anak. Dalam program nasional, imunisasi kejar BCG ditujukan sampai usia kurang dari 1 tahun. Jangan menunggu sampai anak sakit.
Pada anak yang lebih besar atau memiliki riwayat paparan TB, dokter dapat menilai kebutuhan pemeriksaan TB, termasuk tes tuberkulin atau pemeriksaan lain, sebelum memutuskan vaksinasi. Kebijakan dapat berbeda sesuai usia, risiko, dan program setempat.
Apakah BCG Perlu Diulang?
WHO tidak merekomendasikan vaksinasi ulang BCG, termasuk ketika tes tuberkulin atau IGRA negatif. Bekas luka juga bukan penanda pasti perlindungan; sekitar sebagian kecil penerima vaksin tidak membentuk parut.
Bila tidak ada bekas luka, jangan langsung mengulang vaksin. Periksa catatan imunisasi dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk memastikan dosis pernah diberikan.
FAQ tentang Vaksin BCG
Q: Berapa dosis vaksin BCG untuk bayi?
A: Untuk bayi kurang dari 1 tahun, dosis standar WHO adalah 0,05 mL vaksin yang telah direkonstitusi, diberikan secara intradermal. Petugas tetap harus mengikuti label produk dan pedoman nasional.
Q: Berapa kali vaksin BCG diberikan?
A: BCG diberikan 1 kali. Vaksinasi ulang tidak direkomendasikan secara rutin.
Q: Vaksin BCG diberikan umur berapa?
A: Di Indonesia, BCG dijadwalkan pada usia sekitar 1 bulan dan sebaiknya diberikan sedini mungkin. Imunisasi kejar program nasional dilakukan paling lambat sebelum usia 1 tahun.
Q: Apakah BCG boleh diberikan setelah usia 1 tahun?
A: WHO mencantumkan dosis standar 0,1 mL untuk usia 1 tahun atau lebih, tetapi program rutin Indonesia menargetkan bayi kurang dari 1 tahun. Anak yang lebih besar perlu dinilai dokter berdasarkan risiko TB, riwayat vaksin, tes yang diperlukan, produk, dan kebijakan setempat.
Q: Apakah suntik BCG harus berbekas?
A: Tidak selalu. Parut kecil sering terbentuk, tetapi ketiadaan parut tidak otomatis berarti vaksin gagal dan bukan alasan untuk vaksin ulang.
Q: Apakah luka BCG boleh diberi salep?
A: Biasanya tidak perlu. Jaga bersih dan kering serta jangan dipencet atau ditutup rapat. Gunakan obat hanya bila diresepkan dokter.
Q: Apakah anak demam setelah BCG?
A: Demam ringan dapat terjadi, tetapi reaksi utama biasanya lokal. Demam tinggi, anak sangat lemas, atau keluhan berat perlu diperiksa.
Q: Apakah BCG menjamin anak tidak terkena TB?
A: Tidak. BCG terutama mengurangi risiko TB berat pada anak. Pencegahan tetap mencakup menemukan dan mengobati pasien TB, ventilasi baik, etika batuk, serta evaluasi anak yang kontak erat.
Vaksin BCG adalah imunisasi satu dosis yang penting untuk melindungi anak dari bentuk TB berat. Pada bayi kurang dari 1 tahun, dosis standar WHO umumnya 0,05 mL intradermal; jadwal program Indonesia menempatkannya sedini mungkin, idealnya pada usia 0–1 bulan dan sebelum ulang tahun pertama.
Karena BCG merupakan vaksin hidup dan teknik suntiknya khusus, pemberian harus dilakukan tenaga kesehatan terlatih. Bila anak terlambat, tidak memiliki bekas luka, memiliki gangguan imun, atau pernah kontak dengan pasien TB, konsultasikan terlebih dahulu agar keputusan vaksinasi aman dan sesuai pedoman.
Referensi:
- World Health Organization. BCG Vaccines: WHO Position Paper. WHO; 2018.
- World Health Organization. Administering BCG. WHO TB Knowledge Sharing Platform; 2025.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jadwal Imunisasi Rutin dan Ketentuan Imunisasi Kejar. Kemenkes RI; 2023.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Seputar Imunisasi. Ayo Sehat Kemenkes; 2024.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak IDAI 2023. IDAI; 2023.
- Serum Institute of India. BCG Vaccine Package Insert. SII; 2023.


