31 Agustus 2026
Vaksin Kanker Serviks, Apa Manfaatnya dan untuk Usia Berapa?
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Kanker Serviks, Vaksin HPV, Penyakit HPV, Dosis Vaksin
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Susanti Himawan, Sp. A.
Vaksin kanker serviks adalah sebutan populer untuk vaksin HPV. Vaksin ini membantu mencegah infeksi human papillomavirus tipe tertentu yang dapat menyebabkan kanker serviks dan kanker terkait HPV lainnya. WHO memperkirakan hampir seluruh kanker serviks berkaitan dengan infeksi HPV persisten.
Vaksin HPV bekerja paling baik sebelum seseorang terpapar HPV. Karena itu, vaksinasi direkomendasikan sejak usia praremaja, bukan karena anak dianggap akan segera aktif secara seksual, melainkan agar perlindungan terbentuk jauh sebelum risiko paparan muncul.
Apa Itu Vaksin Kanker Serviks?
Vaksin kanker serviks sebenarnya adalah vaksin HPV. Vaksin ini melatih sistem imun mengenali tipe HPV yang paling sering menyebabkan kanker. Vaksin tidak mengandung virus hidup, sehingga tidak dapat menyebabkan infeksi HPV maupun kanker serviks.
Sebutan “vaksin kanker serviks” tidak berarti vaksin hanya bermanfaat bagi perempuan. HPV juga dapat menyebabkan kanker anus, penis, vulva, vagina, serta orofaring. Beberapa jenis vaksin juga melindungi dari tipe HPV penyebab kutil kelamin.
Manfaat Vaksin HPV
- Menurunkan risiko infeksi HPV tipe penyebab sebagian besar kanker serviks.
- Membantu mencegah lesi prakanker serviks yang dapat berkembang menjadi kanker.
- Memberi perlindungan terhadap beberapa kanker terkait HPV lainnya, bergantung pada tipe vaksin.
- Pada vaksin tertentu, membantu mencegah kutil kelamin.
- Melindungi paling optimal bila diberikan sebelum paparan HPV.
Vaksin HPV tidak menggantikan skrining kanker serviks. Ketika anak perempuan kelak memasuki usia skrining, ia tetap perlu mengikuti rekomendasi pemeriksaan yang berlaku meski sudah divaksin.
Vaksin Kanker Serviks untuk Usia Berapa?
Vaksin HPV dapat mulai diberikan sejak usia 9 tahun. Namun, target program dan jumlah dosis tidak selalu sama di setiap negara. MomDad perlu membedakan rekomendasi global, pedoman klinis, dan program imunisasi nasional Indonesia.
*Jumlah dosis mengikuti pedoman nasional, usia saat dosis pertama, kondisi imun, jenis vaksin, dan rekomendasi tenaga kesehatan. Jangan menambah atau mengulang dosis tanpa penilaian dokter.
Jadwal Vaksin HPV di Indonesia
Kemenkes RI menyelenggarakan imunisasi HPV rutin bagi kelompok sasaran anak sekolah dan melakukan perluasan program secara bertahap. Informasi Kemenkes menyebut satu dosis untuk anak perempuan usia 11 tahun, imunisasi kejar pada kelompok tertentu, serta perluasan bertahap bagi anak laki-laki sesuai daerah pelaksanaan.
Karena kebijakan program dapat berubah dan berbeda menurut wilayah, cek jadwal terbaru di fasilitas kesehatan, sekolah, atau aplikasi PrimaKu. Untuk vaksinasi di luar program sekolah, dokter akan menyesuaikan jumlah dosis dengan usia saat mulai, riwayat dosis sebelumnya, kondisi imun, dan produk yang tersedia.
Apakah Anak Laki-Laki Juga Perlu Vaksin HPV?
Ya, anak laki-laki juga dapat memperoleh manfaat. Vaksinasi membantu melindungi dari kutil kelamin serta kanker anus, penis, dan orofaring akibat tipe HPV tertentu. Selain perlindungan individual, cakupan vaksinasi yang lebih luas dapat mengurangi sirkulasi virus di masyarakat. Pelaksanaan program nasional untuk anak laki-laki dapat berbeda antarwilayah, sehingga MomDad perlu mengecek ketersediaannya.
Siapa yang Perlu Menunda atau Berkonsultasi Dulu?
- Pernah mengalami reaksi alergi berat setelah dosis HPV sebelumnya atau terhadap komponen vaksin.
- Sedang sakit sedang hingga berat; vaksin mungkin ditunda sampai kondisi membaik.
- Sedang hamil; vaksin HPV umumnya ditunda sampai setelah kehamilan.
- Memiliki gangguan kekebalan tubuh atau sedang memakai obat penekan imun, karena jumlah dosis dapat berbeda.
Efek samping yang sering bersifat ringan, seperti nyeri atau kemerahan di tempat suntikan, pusing, sakit kepala, atau demam ringan. Anak sebaiknya duduk atau berbaring selama observasi setelah vaksin untuk mengurangi risiko cedera bila pingsan.
FAQ tentang Vaksin Kanker Serviks
Q: Apakah vaksin HPV hanya untuk perempuan?
A: Tidak. Anak laki-laki juga dapat memperoleh perlindungan terhadap kutil kelamin dan beberapa kanker terkait HPV. Ketersediaan program dapat berbeda menurut wilayah.
Q: Berapa usia terbaik untuk vaksin kanker serviks?
A: Usia 9–14 tahun merupakan kelompok utama WHO karena vaksin paling bermanfaat sebelum paparan HPV. Jadwal program Indonesia dan jumlah dosis mengikuti Kemenkes RI, IDAI, serta dokter.
Q: Apakah vaksin HPV bisa mengobati infeksi HPV?
A: Tidak. Vaksin mencegah infeksi baru dan tidak mengobati infeksi HPV, kutil, lesi prakanker, atau kanker yang sudah ada.
Q: Apakah setelah vaksin masih perlu skrining kanker serviks?
A: Ya. Tidak ada vaksin yang melindungi dari semua tipe HPV penyebab kanker. Skrining tetap diperlukan ketika sudah memasuki usia yang direkomendasikan.
Q: Bagaimana jika jadwal dosis terlambat?
A: Seri vaksin umumnya tidak perlu diulang dari awal. Dokter akan melanjutkan dosis yang kurang berdasarkan usia mulai, jarak dosis, kondisi imun, dan pedoman terbaru.
Q: Apakah vaksin HPV aman?
WHO dan CDC menyatakan vaksin HPV memiliki profil keamanan yang baik. Efek samping paling sering bersifat ringan dan sementara; reaksi alergi berat sangat jarang tetapi memerlukan pertolongan segera.
Vaksin kanker serviks atau vaksin HPV merupakan langkah penting untuk mencegah infeksi HPV penyebab kanker. Perlindungan terbaik dibangun sejak usia praremaja, idealnya sebelum paparan HPV. Meski demikian, usia, jumlah dosis, dan kelompok sasaran dapat berbeda menurut program nasional serta kondisi kesehatan masing-masing.
MomDad dapat berdiskusi dengan dokter untuk menentukan jadwal yang tepat, terutama bila anak terlambat memulai seri, memiliki gangguan kekebalan, atau riwayat alergi berat. Setelah vaksinasi, edukasi kesehatan dan skrining kanker serviks pada usia yang tepat tetap diperlukan.
Referensi:
- World Health Organization. Human papillomavirus and cancer. WHO; 2024.
- World Health Organization. Human papillomavirus vaccines: WHO position paper. WHO; 2022.
- Centers for Disease Control and Prevention. HPV Vaccine Recommendations. CDC; 2024.
- Centers for Disease Control and Prevention. Reducing Risk for Cervical Cancer. CDC; 2024.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Vaksin HPV, Mencegah Kanker Leher Rahim Demi Mewujudkan Generasi Sehat. Kemenkes RI; 2024.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Umur 0–18 Tahun Rekomendasi IDAI. IDAI; 2024.
- American Academy of Pediatrics. HPV Vaccine: What Parents Need to Know. HealthyChildren.org; 2024.



