9 Oktober 2026
Vaksin Kombinasi Anak, Jenis, Jadwal, Efek Samping
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Vaksin Kombinasi, Vaksin Pentavalen, Jadwal Vaksin, Efek Samping Vaksin
Artikel telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Vaksin kombinasi mengurangi jumlah suntikan tanpa mengurangi jumlah penyakit yang ditargetkan. Menurut WHO dan CDC, pendekatan ini dapat mengurangi jumlah suntikan dan membantu anak menerima perlindungan tepat waktu, setelah vaksin diuji untuk memastikan keamanan serta respons imun yang sebanding dengan komponen yang diberikan terpisah. Nah, apa saja sih jenis vaksin kombinasi yang relevan di Indonesia, manfaat, jadwal, efek samping, dan hal yang perlu ditanyakan kepada dokter?
Apa Itu Vaksin Kombinasi Anak?
Vaksin kombinasi adalah produk yang berisi beberapa antigen vaksin dalam satu suntikan untuk mencegah lebih dari satu penyakit. Contohnya, vaksin DTP-HB-Hib melindungi dari difteri, tetanus, pertusis, hepatitis B, dan penyakit invasif akibat Haemophilus influenzae tipe b.
Vaksin kombinasi berbeda dari pemberian beberapa vaksin terpisah pada kunjungan yang sama. Keduanya dapat sama-sama aman bila dilakukan sesuai rekomendasi, tetapi vaksin kombinasi sudah diformulasikan dan diuji sebagai satu produk. Orang tua maupun petugas tidak boleh mencampur vaksin berbeda ke dalam satu spuit kecuali pencampuran tersebut secara khusus menjadi bagian dari petunjuk produk.
Jenis Vaksin Kombinasi untuk Anak
Nama “pentavalen” atau “heksavalen” menunjukkan jumlah penyakit atau komponen yang ditargetkan, bukan otomatis merek tertentu. Karena istilah pentavalen dapat merujuk pada komposisi berbeda, periksa label dan buku imunisasi anak.
Catatan: contoh merek dan ketersediaan dapat berubah. Produk hanya boleh diberikan sesuai izin edar, indikasi usia, petunjuk penggunaan, dan rekomendasi tenaga kesehatan. MR, MMR, serta MMRV juga merupakan vaksin kombinasi, tetapi jadwalnya berbeda dari vaksin kombinasi DTP untuk bayi.
Manfaat Vaksin Kombinasi Anak
1. Mengurangi jumlah suntikan
Satu vaksin dapat melindungi dari beberapa penyakit, sehingga anak tidak perlu menerima suntikan terpisah untuk setiap komponen pada kunjungan yang sama. Ini dapat mengurangi nyeri, kecemasan, dan jumlah lokasi suntikan.
2. Mempermudah kepatuhan terhadap jadwal
CDC dan WHO menyebut vaksin kombinasi dapat menyederhanakan kunjungan serta mengurangi peluang dosis terlewat. Perlindungan tepat waktu penting karena menunda jadwal membuat anak lebih lama terpapar risiko penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
3. Menyederhanakan pencatatan dan pelayanan
Lebih sedikit sediaan dapat memudahkan pencatatan, penyimpanan, dan pelaksanaan program imunisasi. Namun, setiap komponen dan nomor batch tetap harus dicatat dengan benar di buku imunisasi atau rekam medis.
Jadwal Vaksin Kombinasi Anak
Jadwal tidak dapat ditentukan hanya dari istilah “pentavalen” atau “heksavalen”. Dokter akan mempertimbangkan komponen, usia, jumlah dosis sebelumnya, interval minimal, dan indikasi produk. Rekomendasi IDAI 2024 serta program Kemenkes menjadi acuan utama di Indonesia.
1. Dosis lahir
Bayi tetap memerlukan vaksin hepatitis B monovalen sesegera mungkin setelah lahir sesuai program dan kondisi klinis. Vaksin kombinasi DTP-HB-Hib atau heksavalen yang dimulai pada usia bayi berikutnya tidak menggantikan kebutuhan dosis lahir tersebut.
2. Seri primer pada masa bayi
Dalam jadwal yang lazim di Indonesia, vaksin yang mengandung DTP, hepatitis B, dan Hib diberikan sebagai seri primer mulai usia 2 bulan, sering pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Beberapa produk heksavalen memiliki jadwal yang juga dapat menggunakan interval lain, misalnya 2, 4, dan 6 bulan, sesuai rekomendasi resmi dan petunjuk produk.
3. Dosis booster
Komponen DTP dan Hib umumnya memerlukan booster pada tahun kedua kehidupan, sering sekitar usia 18 bulan. Booster berikutnya untuk perlindungan difteri, tetanus, dan pertusis diberikan sesuai usia dengan produk yang tepat. Tidak semua vaksin heksavalen atau pentavalen digunakan untuk setiap dosis booster.
4. Polio, MR, MMR, dan vaksin lain
Jika vaksin kombinasi tidak mengandung IPV, anak tetap memerlukan vaksin polio sesuai jadwal. Vaksin MR atau MMR memiliki jadwal tersendiri. Vaksin rotavirus, pneumokokus, influenza, dan vaksin lain juga tidak otomatis tercakup dalam vaksin kombinasi DTP.
Contoh Jadwal Praktis yang Perlu Dikonfirmasi
- Saat lahir: Hepatitis B monovalen, ditambah vaksin lain sesuai jadwal bayi baru lahir.
- Usia 2, 3, dan 4 bulan: Seri primer vaksin yang mengandung DTP-HB-Hib, dengan polio mengikuti komponen produk dan jadwal nasional.
- Sekitar 18 bulan: Booster DTP dan Hib menggunakan produk yang sesuai.
- Usia sekolah: Booster difteri, tetanus, pertusis, dan polio mengikuti jadwal usia dan program.
Contoh ini bukan resep universal. Anak yang terlambat, pernah berganti merek, atau sudah menerima sebagian komponen membutuhkan rekonsiliasi riwayat imunisasi agar tidak terjadi dosis kurang maupun pengulangan yang tidak perlu.
Efek Samping Vaksin Kombinasi Anak
Efek samping yang umum biasanya ringan dan membaik dalam satu sampai tiga hari. Keluhan dapat meliputi:
- Nyeri, kemerahan, atau bengkak di lokasi suntikan.
- Demam ringan.
- Rewel atau lebih mengantuk.
- Nafsu makan menurun sementara.
CDC mencatat efek samping vaksin kombinasi umumnya serupa dengan vaksin komponennya. Beberapa kombinasi dapat menyebabkan sedikit lebih banyak nyeri atau bengkak pada satu lokasi, tetapi pemberian terpisah dapat menimbulkan reaksi pada dua atau tiga lokasi suntikan.
Kapan harus mencari pertolongan medis?
Segera cari pertolongan bila anak mengalami sesak napas, bengkak pada wajah atau tenggorokan, kejang, tampak sangat lemas, tidak responsif, demam tinggi yang mengkhawatirkan, atau gejala alergi berat. Reaksi berat jarang terjadi, tetapi perlu ditangani segera.
Kontraindikasi dan Kondisi yang Perlu Dibahas
Sampaikan kepada dokter bila anak pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap dosis sebelumnya atau komponen vaksin, memiliki gangguan neurologis tertentu setelah vaksin pertusis, sedang sakit akut sedang atau berat, atau memiliki kondisi imun yang memengaruhi pilihan vaksin hidup. Pilek ringan tanpa demam tinggi biasanya bukan alasan otomatis untuk menunda, tetapi keputusan akhir berada pada tenaga kesehatan.
Bolehkah Ganti Merek Vaksin Kombinasi?
Idealnya seri diselesaikan dengan produk yang konsisten bila tersedia. Namun, ketersediaan dapat berubah dan beberapa komponen mungkin dapat dilanjutkan dengan produk lain. Jangan menentukan penggantian sendiri. Dokter perlu melihat foto atau catatan merek, tanggal, jumlah dosis, dan komponen setiap vaksin untuk memilih dosis berikutnya.
Membawa buku KIA atau buku imunisasi pada setiap kunjungan membantu mencegah kekeliruan. Bila catatan tidak lengkap, tenaga kesehatan akan menentukan strategi mengejar imunisasi berdasarkan bukti dosis yang tersedia dan pedoman resmi.
Promo Vaksin PCV + DTaP Hanya Rp2 Juta di PrimaKu
MomDad bisa membantu melengkapi perlindungan si Kecil dari berbagai penyakit melalui paket Vaksin PCV + DTaP-Polio IPV-Hib-Hep B [Combo] di PrimaKu. Dengan ekstra voucher, paket vaksin ini bisa didapatkan seharga Rp2.000.000 dari harga normal Rp2.500.000, sehingga MomDad dapat hemat Rp500.000 hingga 31 Oktober 2026.
Paket ini mencakup PCV (Prevenar 20) untuk membantu melindungi anak dari penyakit akibat bakteri pneumokokus, termasuk pneumonia dan penyakit pneumokokus invasif, serta Infanrix Hexa, vaksin heksavalen yang memberikan perlindungan terhadap difteri, tetanus, pertusis, hepatitis B, polio, dan Haemophilus influenzae tipe b (Hib).
Klik banner di atas untuk atur jadwal booking dan pilih klinik terdekat.
FAQ Vaksin Kombinasi Anak
Q: Apakah vaksin kombinasi sama efektifnya dengan vaksin terpisah?
A: Ya, vaksin kombinasi harus melalui pengujian untuk menunjukkan keamanan, efektivitas, dan respons imun yang memadai dibandingkan komponen yang diberikan terpisah sebelum disetujui. Gunakan produk berizin dan ikuti jadwal resmi.
Q: Apakah vaksin heksavalen sudah mencakup semua vaksin bayi?
A: Tidak. Heksavalen umumnya mencakup DTaP, IPV, Hib, dan hepatitis B. Vaksin BCG, rotavirus, pneumokokus, MR atau MMR, influenza, dan vaksin lain tetap memiliki jadwal tersendiri.
Q: Apakah vaksin hepatitis B saat lahir masih perlu jika memakai heksavalen?
A: Ya. Dosis hepatitis B saat lahir tetap penting, terutama untuk mencegah penularan dari ibu ke bayi. Heksavalen yang diberikan kemudian melengkapi seri sesuai jadwal, bukan menggantikan dosis lahir.
Q: Apakah efek samping heksavalen lebih berat?
A: Tidak selalu. Efek samping umumnya ringan dan mirip dengan komponen yang diberikan terpisah. Reaksi dapat berbeda menurut produk dan kondisi anak. Diskusikan riwayat reaksi sebelumnya dengan dokter.
Q: Apa yang dilakukan jika jadwal vaksin kombinasi terlambat?
A: Umumnya seri tidak perlu diulang dari awal. Dokter akan melanjutkan dengan interval yang sesuai setelah menilai usia, dosis yang sudah diterima, dan komponen produk. Jangan menambah atau mengulang dosis tanpa rekonsiliasi catatan.
Q: Lebih baik vaksin program atau vaksin swasta?
A: Keduanya bertujuan melindungi anak dan produk yang digunakan harus memenuhi standar. Pilihan dipengaruhi jadwal, komponen, ketersediaan, biaya, serta kondisi anak. Yang terpenting adalah menerima vaksin yang sesuai dan menyelesaikan jadwal tepat waktu.
Vaksin kombinasi anak membantu memberikan perlindungan terhadap beberapa penyakit dengan lebih sedikit suntikan. Orang tua tetap perlu memahami komponen setiap produk karena istilah pentavalen dan heksavalen tidak boleh digunakan tanpa melihat isi vaksinnya. Simpan catatan imunisasi, ikuti jadwal IDAI dan Kemenkes, serta konsultasikan pilihan dan jadwal mengejar imunisasi dengan dokter.
Referensi:
- Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun, Rekomendasi IDAI Tahun 2024. IDAI; 2025.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Lindungi Ibu dan Bayi dengan Imunisasi. Kemenkes RI; 2014.
- World Health Organization. Why Childhood Immunization Schedules Matter. WHO; 2025.
- Centers for Disease Control and Prevention. Combination Vaccines. CDC; 2024.
- Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Public Assessment Report: Hexaxim. BPOM RI; 2024.
- Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Public Assessment Report: Pentaxim. BPOM RI; 2025.
- Bio Farma. Pentabio (DTP-HB-Hib) Vaccine. Bio Farma; diakses 2026.
- Centers for Disease Control and Prevention. Vaccine Administration: During Vaccination. CDC; 2025.



