
Lebih Waspada, Ini Jenis Pelecehan pada Anak yang Orang Tua Wajib Tahu
28 Jun 2022
Author: Fauziah Sabtuanisa
30 Sep 2022
Topik: Diabetes, Kesehatan, Kesehatan Bayi
Beberapa waktu lalu sempat ramai di sosial media mengenai salah satu produksi minuman kemasan yang dikomplain oleh pembelinya, karena minuman tersebut dianggap terlalu manis. Hal ini memberikan rasa khawatir terhadap generasi muda yang berisiko mengalami diabetes. Seberapa rentankah anak dan remaja mengalami diabetes? Yuk, kita bahas bersama!
Risiko diabetes pada generasi muda
Berdasarkan situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (KEMENKES RI), penderita diabetes di Indonesia dapat mencapai 30 juta orang pada tahun 2030 mendatang bila gaya hidup tidak dijaga.
MomDad juga perlu tahu, bahwa saat ini diabetes merupakan penyakit mematikan ketiga di Indonesia setelah stroke dan jantung. Tidak hanya diderita orang dengan usia lanjut, diabetes juga kerap menjangkit anak-anak dan remaja. Bahkan, diabetes yang menjangkit pada anak-anak dan remaja justru lebih berbahaya dibanding penderita usia lanjut.
Diabetes mellitus atau yang biasa disebut juga dengan kencing manis merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan masalah tingginya kadar gula dalam darah (insulin). Berdasarkan jenis masalahnya, diabetes mellitus dibagi menjadi dua, yaitu:
Diabetes mellitus tipe 1 merupakan jenis diabetes yang paling sering dialami oleh anak-anak dan remaja yang terjadi akibat masalah pada produksi insulin. Diabetes mellitus tipe 1 terjadi kerusakan pada sel yang bekerja memproduksi insulin, yaitu sel beta pankreas.
Pada umumnya, kerusakan ini disebabkan oleh proses autoimun, yakni tubuh memproduksi antibodi yang merusak sel beta pankreas, sehingga mengakibatkan kekurangan produksi insulin.
Oleh karena itu, satu-satunya cara pengobatan diabetes mellitus tipe 1 adalah dengan memberikan insulin dari luar selama seumur hidup. Sampai saat ini belum ada pilihan pengobatan lain untuk diabetes mellitus tipe 1 selain pemberian insulin.
Diabetes mellitus tipe 2 umumnya diderita orang dewasa. Namun, tak bisa dipungkiri juga kalau diabetes mellitus tipe 2 juga bisa terjadi pada anak atau remaja yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Seiring dengan peningkatan jumlah obesitas pada anak dan remaja, maka jumlah penderita diabetes mellitus tipe 2 pada anak dan remaja pun ikut meningkat. Setidaknya sebanyak 85% anak dengan diabetes mellitus tipe 2 terdiagnosis pada kondisi obesitas.
Selain akibat obesitas, diabetes mellitus tipe 2 ini juga merupakan penyakit warisan. Seorang anak yang memiliki orang tua atau keluarga lain yang menderita obesitas harus waspada, karena sangat berisiko terkena diabetes mellitus tipe 2 di kemudian hari.
Perbaikan gaya hidup sehat merupakan penanganan yang tepat pada diabetes mellitus tipe 2. Pada penderita diabetes mellitus tipe 2 sangat perlu mengatur pola hingga porsi makan, olahraga dan menurunkan berat badan pada anak obesitas merupakan hal-hal yang terpenting.
Cara cegah diabetes pada anak
Anak-anak, terutama yang berisiko diabetes mellitus tipe 2 karena faktor warisan dari keluarga, harus membiasakan diri dengan gaya hidup berikut sejak dini:
Maka dari itu, apabila seorang anak terdiagnosis menderita diabetes, MomDad harus segera membawanya ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan guna menentukan tipe diabetes yang diderita.
Ingin tahu tips dan informasi lainnya seputar kesehatan si Kecil? Ayo, baca artikel di aplikasi PrimaKu atau kunjungi primaku.com. Selain itu, MomDad bisa juga menonton seluruh tayangan ulang webinar di aplikasi, lho. Tak ketinggalan, follow juga akun Instagram dan TikTok PrimaKu supaya enggak ketinggalan update informasi seputar kesehatan anak dan parenting lifestyle!
Sumber foto: Freepik
Referensi:
Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., PhD.
28 Jun 2022
21 Jul 2022
12 Nov 2022
30 Des 2022