primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Viral Bayi Dikerok, Memang Boleh?

Author: Annasya

Editor: dr. Dini Astuti Mirasanti, Sp.A

Topik: Kerokan, Viral

Beberapa waktu lalu, ada sebuah video yang menunjukkan hasil kerokan pada bayi. Tentu hal ini ‘memancing’ reaksi para orang tua, khususnya ibu-ibu untuk berkomentar. Bagi orang dewasa, kerokan di bagian punggung memang menjadi cara yang biasa dilakukan oleh orang Indonesia ketika sedang sakit atau masuk angin. Sebab, kerokan dianggap lebih praktis dan murah. Namun, apakah hal ini juga berpengaruh pada bayi atau balita?

Apakah Bayi Boleh Dikerok? 

bayi_dikerok_2.jpg

Penting untuk diketahui bahwa bayi di bawah 1 tahun tidak disarankan untuk dikerok. Dilansir dari CNN Indonesia, Kerokan adalah tindakan memberikan gesekan pada kulit untuk melebarkan pembuluh darah di bawah kulit sehingga diharapkan memberikan efek nyaman pada tubuh. Bayi masih memiliki kulit yang tipis dan sensitif sehingga dikhawatirkan tindakan kerok beserta bahan yang digunakan untuk mengerok dapat menimbulkan iritasi, bahkan nyeri, luka, bengkak, dan infeksi. 

Sebuah penelitan yang dilakukan Tamtomo (2008), kulit yang sesudah kerokan menunjukkan terjadi ekskoriasi stratum, korneum epidermis, jaringan sub epitel menjadi sembab, kapiler melebar, sebukan ringan sel limfosit dan monosit, sel eritrosit perivaskular dan tampak pula sel-sel mati. Tanda-tanda tersebut merupakan ciri terjadinya reaksi inflamasi.

Dampak Bayi Dikerok

bayi_dikerok_3.jpg

Ada beberapa efek samping yang bisa terjadi ketika MomDad mengerok bayi, di antaranya:

  • Nyeri saat tindakan mengerok
  • Iritasi akibat minyak atau bawang yang digunakan untuk mengerok
  • Iritasi kulit dapat berlanjut menjadi peradangan dan bahkan kuman bisa masuk ke dalam luka dan menginfeksi
  • Bayi tidak nyaman saat dikerok dan menjadi rewel
  • Belum tentu bermanfaat bagi bayi

Apabila si Kecil sedang sakit, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis anak agar mendapatkan penanganan yang tepat.


Sumber foto: Freepik

Referensi:

  • Tamtomo DG. Gambaran histopatologi kulit pada pengobatan tradisional kerokan. Cermin Dunia Kedokteran. 2008; 35(1):28-31

familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Viral Permainan Lato, Adakah Manfaatnya untuk Anak?
28 Des 2022
cover
Viral Bayi Meninggal setelah Diberi Jamu, Apa Pemicunya?
18 Jan 2023
cover
Viral Klinik Tumbang Asal Diagnosa, Lebih Selektif Pilih Kli...
10 Apr 2023
cover
Viral Anak SD Bermain Roleplay di Sosmed, Ini Dampaknya!
21 Jun 2023
cover
Viral Dimakan Cipung, Ini Fakta Nutrisi Ikan Shisamo!
11 Jul 2023
cover
Viral Bayi Tertukar di RS, Perhatikan Hal Penting Ini saat A...
16 Agu 2023
cover
Pilihan Tempat Bermain Anak yang Viral, yuk Ajak si Kecil ke...
16 Sep 2023
cover
Viral Anak TK Lakukan Pelecehan Seksual, Begini Cara Ajarkan...
17 Jan 2024
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: