
Viral Permainan Lato, Adakah Manfaatnya untuk Anak?
28 Des 2022
Author: Annasya
18 Okt 2023
Topik: Kerokan, Viral
Beberapa waktu lalu, ada sebuah video yang menunjukkan hasil kerokan pada bayi. Tentu hal ini ‘memancing’ reaksi para orang tua, khususnya ibu-ibu untuk berkomentar. Bagi orang dewasa, kerokan di bagian punggung memang menjadi cara yang biasa dilakukan oleh orang Indonesia ketika sedang sakit atau masuk angin. Sebab, kerokan dianggap lebih praktis dan murah. Namun, apakah hal ini juga berpengaruh pada bayi atau balita?
Apakah Bayi Boleh Dikerok?
Penting untuk diketahui bahwa bayi di bawah 1 tahun tidak disarankan untuk dikerok. Dilansir dari CNN Indonesia, Kerokan adalah tindakan memberikan gesekan pada kulit untuk melebarkan pembuluh darah di bawah kulit sehingga diharapkan memberikan efek nyaman pada tubuh. Bayi masih memiliki kulit yang tipis dan sensitif sehingga dikhawatirkan tindakan kerok beserta bahan yang digunakan untuk mengerok dapat menimbulkan iritasi, bahkan nyeri, luka, bengkak, dan infeksi.
Sebuah penelitan yang dilakukan Tamtomo (2008), kulit yang sesudah kerokan menunjukkan terjadi ekskoriasi stratum, korneum epidermis, jaringan sub epitel menjadi sembab, kapiler melebar, sebukan ringan sel limfosit dan monosit, sel eritrosit perivaskular dan tampak pula sel-sel mati. Tanda-tanda tersebut merupakan ciri terjadinya reaksi inflamasi.
Dampak Bayi Dikerok
Ada beberapa efek samping yang bisa terjadi ketika MomDad mengerok bayi, di antaranya:
Apabila si Kecil sedang sakit, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis anak agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Sumber foto: Freepik
Referensi:
28 Des 2022
18 Jan 2023
10 Apr 2023
21 Jun 2023