primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Bantu Anak Pahami Perilaku & Reaksi Diri dengan Cara Ini!

Author: Annasya

Editor: dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A

Topik: Regulasi Diri, Parenting Lifestyle, Tips Parenting

Regulasi diri adalah kemampuan untuk memahami dan mengelola perilaku dan reaksi diri sendiri terhadap emosi atau perasaan serta kejadian yang terjadi di sekitar kita. Kemampuan regulasi diri akan membantu seorang anak atau remaja mempelajari sekitarnya, berperilaku baik, bersosialisasi dan menjadi mandiri. Perlu diketahui bahwa regulasi diri berkembang dengan pesat pada masa batita dan prasekolah, dan terus menerus berkembang hingga dewasa. MomDad dapat membantu anak mengembangkan kemampuan ini dengan membicarakan emosi, merencanakan, menyelesaikan masalah, dan menjadi teladan regulasi diri. Ketahui macam-macam contoh regulasi diri di penjelasan berikut ini yuk!

Agar MomDad dapat membantu anak meregulasi diri, berikut ini contoh regulasi diri yang perlu diketahui]:

  • Mampu mengelola reaksi diri terhadap perasaan yang kuat seperti kekecewaan, kegembiraan, frustrasi, marah, atau malu
  • Menenangkan diri setelah menghadapi sesuatu hal yang menggairahkan atau menyedihkan
  • Fokus terhadap suatu tugas
  • Mengalihkan atensi terhadap tugas baru
  • Mengontrol impuls
  • Mengendalikan diri dalam perilaku agar dapat bergaul dengan orang lain

Penting bagi anak untuk meregulasi diri, karena regulasi diri akan membantunya untuk:

  • Belajar di sekolah → regulasi diri membuat seorang anak mampu duduk diam dan memperhatikan di kelas.
  • Berperilaku yang dapat diterima di masyarakat karena regulasi diri akan memampukan anak untuk mengontrol impuls.
  • Berteman, karena regulasi diri akan memampukan anak bermain secara bergantian, melibatkan diri dalam percakapan, berbagi mainan, dan mengekspresikan emosi dengan cara yang baik.
  • Menjadi mandiri, karena regulasi diri akan memberikan kemampuan anak untuk membuat keputusan terkait perilakunya dan bagaimana bersikap di lingkungan baru.

Bagaimana dan Kapan Regulasi Diri Berkembang?

regulasi_diri_1.jpg

Anak mengembangkan regulasi diri lewat hubungan yang hangat dan responsif, serta dengan melihat bagaimana orang dewasa di sekitarnya bersikap. Regulasi diri sebenarnya berkembang sejak bayi, kemudian akan pesat di usia batita dan prasekolah, dan terus berkembang hingga dewasa.

Contohnya:

  1. Bayi melakukan tindakan regulasi diri dengan menghisap ibu jarinya untuk kenyamanan, atau memalingkan wajah dari ibu saat ia sudah lelah atau mengantuk.
  2. Batita dapat menunggu sejenak untuk makanan dan mainan yang ia inginkan, tetapi ia dapat merebutnya dari anak lain jika ia tidak sabar dan ingin memainkannya. Tantrum adalah perilaku yang umum dijumpai pada batita yang sedang merasakan emosi yang kuat.
  3. Anak usia prasekolah mulai memahami bagaimana cara bermain dengan anak lain, dan tahu apa yang diharapkan dari mereka saat bermain bersama. Misalnya seorang anak prasekolah dapat berbicara dengan suara pelan saat diajak menonton di bioskop.
  4. Anak usia sekolah akan semakin baik dalam mengelola keinginannya, berempati dan membayangkan perspektif orang lain, dan melihat suatu hal dari sudut pandang orang lain. Hal ini dapat berupa seorang anak yang sebenarnya tidak setuju dengan pendapat temannya, tetapi tidak bertengkar tentang hal tersebut. 
  5. Anak pra remaja dan remaja akan semakin mampu merencanakan, bertekun pada suatu tugas, berperilaku baik di masyarakat, dan mempertimbangkan akibat tindakannya terhadap orang lain. Misalnya, seorang remaja dapat mempertimbangkan perspektif anda ketika bernegosiasi tentang “batasan jam malam”.

Beberapa hal yang perlu diingat bahwa kemampuan regulasi diri ini dapat dipengaruhi kondisi tertentu yang dialami anak misalnya sakit, kelelahan, liburan, perubahan rutinitas. Ingatlah untuk selalu menyesuaikan harapan atau ekspektasi kita dengan perkembangan anak ya, MomDad!

Referensi:

  1. Raising Children. Self-regulation in children & teenagers. May 20, 2021.
  2. Raising Children. Time-in: helping toddlers calm down. May 20, 2021.
  3. Raising Children. Tantrums: why they happen and how to respond. February 25, 2022. 
familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Membantu Anak Membangun Ketahanan Diri
6 Mar 2018
cover
Yuk bantu batita mandiri!
24 Nov 2021
cover
Benar Enggak sih Baby Walker Bisa Bantu si Kecil Belajar Jal...
13 Jun 2022
cover
Penuhi Kebutuhan Zat Besi untuk Bantu Pertumbuhan si Kecil d...
23 Jun 2022
cover
Bantu Penuhi Kebutuhan Gizi, Ini MPASI Buah Pertama untuk si...
1 Jul 2022
cover
Gaya Parenting Asal Korea Ini Bantu Tingkatkan Kecerdasan So...
31 Jul 2022
cover
Kegiatan Stimulasi yang Bantu Tingkatkan Kecerdasan si Kecil
6 Sep 2022
cover
Rangkaian Stimulasi untuk Membantu Bayi Memegang Benda
16 Sep 2022
cover
5 Piilihan Essential Oil untuk Bantu Redakan Batpil dan Dema...
24 Okt 2022
cover
Kumpulan Resep MPASI untuk Bantu Redakan Batpil pada Anak
26 Okt 2022
cover
Cara Menitah Bayi yang Tepat untuk Membantu Belajar Berjalan
6 Feb 2023
cover
Mainan Ini Bisa Bantu Anak Perbanyak Kosa Katanya!
31 Mei 2023
cover
Bantu Penuhi Nutrisi si Kecil dengan Camilan Tinggi Protein
16 Jun 2023
cover
MPASI Bergizi untuk Bantu Cegah Anak Stunting
12 Jul 2023
cover
Ini Rekomendasi Alat Bantu Jalan yang Aman untuk Anak
13 Jul 2023
cover
Tips Membantu Anak Kembangkan Perilaku & Reaksi Diri
15 Okt 2023
cover
Inspirasi Snack Pertama untuk si Kecil, Bisa Bantu Naikkin B...
20 Okt 2023
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: