primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Frekuensi BAB Bayi setelah MPASI, Berapa Kali Sehari Poop?

Author: Radhita Rara

Editor: dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A

Topik: BAB, MPASI

Memasuki usia 6 bulan, bayi mulai diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI atau MPASI. Dengan begitu, sistem pencernaannya pun beradaptasi dan frekuensi BAB juga akan berubah. Kadang, bayi jadi jarang BAB setelah dikenalkan makanan padat, namun sebenarnya hal ini menjadi normal dan MomDad tidak perlu khawatir berlebihan.

Pada usia 6 bulan ini MomDad juga bisa memperhatikan tekstur feses bayi agar dapat melihat reaksi tubuh si Kecil terhadap MPASI. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hal ini, yuk simak artikel berikut ini!

Berapa kali frekuensi BAB pada bayi setelah MPASI?

BeFunky-collage - 2023-03-08T173946.515.jpg

Frekuensi normal BAB anak sangat bervariasi tergantung diet dan usianya. Bayi < 6 bulan dengan asi eksklusif, dapat memiliki BAB 4x/hari atau lebih, sampai BAB setiap 1-2 minggu sekali. Pada bayi yang mengonsumsi susu formula BAB dapat mencapai 2-3 kali per hari, dengan warna yang lebih gelap dibandingkan bayi ASI eksklusif. Untuk bayi yang sudah mengonsumsi MPASI, pola BAB berkisar dari satu kali setiap 2-3 hari, hingga anak yang BAB 3x/hari. Yang penting diperhatikan adalah konsistensi BAB. Umumnya orang tua dapat menggunakan Pediatric Bristol Stool Form Scale for Children, dengan konsistensi yang diharapkan/dikatakan normal adalah tipe 3 atau 4.

stools.png

Pola BAB bayi yang sudah MPASI

BeFunky-collage - 2023-03-08T173931.798.jpg

Saat memulai mengonsumsi MPASI, mungkin MomDad akan menemukan beberapa hal pada BAB bayi, misalnya susah BAB, tidak BAB selama berhari-hari, atau bahkan kotoran yang lebih keras dari sebelumnya.

Untuk frekuensi BAB yang normal pada si Kecil umumnya sekitar 1 kali setiap 3 hari hingga 3 kali dalam 1 hari. Namun, ini juga bukan patokan yang pasti karena banyaknya faktor yang bisa memengaruhi frekuensi BAB si Kecil.

Kapan perlu khawatir?

BeFunky-collage - 2023-03-08T173919.408.jpg

Konsistensi BAB dan gejala pada bayi penting diperhatikan. Bila BAB yang keluar lunak dan anak tampak tidak mengalami ketidaknyamanan akibat perut kembung atau perut yg nampak buncit/tegang, maka hal ini masih bisa normal. Namun, jika dijumpai perut yang tampak kembung dan tegang, anak tampak kesulitan atau straining saat BAB, dengan konsistensi tinja keras, berdarah, atau menimbulkan trauma BAB pada anak maka hal ini memerlukan konsultasi dengan dokter.

Setelah melihat hal di atas, sekarang MomDad paham, ya apa yang perlu diperhatikan dan diwaspadai saat bayi memulai MPASI-nya. Paling penting, berikan bayi asupan gizi yang cukup dan menerapkan gaya hidup sehat untuk mendukung tumbuh kembangnya.

MomDad mau share informasi atau pertanyaan seputar MPASI dan Laktasi bersama orang tua lainnya? Yuk, ceritakan pengalaman MomDad di Forum MPASI & Laktasi! Selain itu, MomDad juga bisa bertanya seputar kesehatan si Kecil dan akan dijawab langsung oleh ahli, lho.

Referensi:


familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Frekuensi dalam Memberikan MPASI yang Patut MomDad Ketahui
16 Jun 2022
cover
Frekuensi BAB dan Feses Normal Bayi setelah MPASI
23 Sep 2022
cover
Berapa sih Frekuensi Normal BAB pada Anak?
14 Feb 2023
cover
Frekuensi Pemberian MPASI berdasarkan Usia
4 Jun 2023
cover
Frekuensi MPASI yang Tepat agar Nutrisi si Kecil Terpenuhi
16 Jun 2023
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: