primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Frekuensi BAB dan Feses Normal Bayi setelah MPASI

Author: Marisha A

Editor: dr. Lucyana Alim Santoso Sp.A

Topik: MPASI, Feses, Frekuensi BAB

Feses bayi sebelum dan sesudah MPASI tentunya akan berbeda. Hal ini perlu diingat karena jika MomDad menemukan perbedaan ini tidak perlu panik. Perbedaan ini disebabkan karena adanya perbedaan asupan yang dikonsumsi bayi sejak lahir hingga MPASI.

Saat baru lahir, bayi hanya mendapatkan asupan makanan berupa ASI saja. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif biasanya memiliki bentuk feses yang lebih cair, kadang berbentuk seperti biji-bijian dan berwarna kuning keemasan. Sedangkan bayi yang mendapatkan susu formula memiliki feses yang lebih padat dibandingkan bayi ASI eksklusif.

Begitu MPASI, bayi mulai mengonsumsi makanan selain ASI dengan tekstur yang lebih padat. Hal ini akan mempengaruhi warna dan bentuk fesesnya. Namun, jika fesesnya keras, kering, dan kecil-kecil seperti kotoran kambing, serta membuat bayi mengejan dan menangis karena sulit dikeluarkan, MomDad perlu mewaspadainya.

Frekuensi BAB normal

young-mom-gentle-putting-diaper-one-years-old-little-son-with-her-tender-hands-before-going-out-walk-park-with-her-husband-spending-special-time-with-family-family-concept.jpg

Frekuensi BAB bayi bisa bervariasi. Bayi yang mengonsumsi ASI bisa BAB sebanyak 3-4 kali per hari, bahkan 5 kali. Namun, bayi juga bisa tidak BAB selama 3 hari. Kondisi tersebut dikategorikan normal selama bayi tampak nyaman dan tetap aktif, serta berat badan naik dengan baik.

Untuk bayi yang mendapatkan susu formula, bayi akan BAB setidaknya 3-4 kali per hari. Konsultasikan bila bayi tidak BAB lebih dari 5 hari. Setelah mendapat MPASI, bayi akan BAB 1-2 kali per hari dengan konsistensi feses yang sedikit lebih keras.

Seperti yang dilansir parents.com, dr Nancy Pittman, MD, selaku dokter ahli gastroenterologi anak mengungkapkan bahwa hal yang normal jika bayi akan mulai jarang BAB begitu mulai MPASI. "Beberapa makanan akan tidak tercerna dengan baik karena bayi tidak mengunyah makanannya dan memproses makanan dengan cepat di saluran pencernaan," ujar dr Pittman.

Namun, jika bayi mengalami sembelit atau konstipasi, ada baiknya Mom lebih memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi bayi. Perbanyakan konsumsi serat seperti sayuran hijau dan buah-buahan di dalam makanannya. Selain itu, memperbanyak konsumsi ASI ataupun susu formula juga akan membantu.

Itu dia penjelasan mengenai frekuensi BAB serta feses normal pada bayi setelah MPASI. Semoga proses MPASI pertama si Kecil berjalan lancar ya, MomDad

Ingin tahu tips dan informasi lainnya seputar kesehatan si Kecil? Ayo, baca artikel di aplikasi PrimaKu atau kunjungi primaku.com. Selain itu, MomDad bisa juga menonton seluruh tayangan ulang webinar di aplikasi, lho. Tak ketinggalan, follow juga akun Instagram dan TikTok PrimaKu supaya enggak ketinggalan update informasi seputar kesehatan anak dan parenting lifestyle!

Sumber foto: Freepik

Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., PhD.

familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Frekuensi dalam Memberikan MPASI yang Patut MomDad Ketahui
16 Jun 2022
cover
Berapa sih Frekuensi Normal BAB pada Anak?
14 Feb 2023
cover
Frekuensi BAB Bayi setelah MPASI, Berapa Kali Sehari Poop?
8 Mar 2023
cover
Frekuensi Pemberian MPASI berdasarkan Usia
4 Jun 2023
cover
Frekuensi MPASI yang Tepat agar Nutrisi si Kecil Terpenuhi
16 Jun 2023
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: