primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Responsive Feeding, Trik Agar Anak Lahap MPASI (Part II)

Author: Radhita Rara

Editor: dr. Lucyana Alim Santoso SpA

Topik: Featured, MPASI, Responsive Feeding

Di artikel sebelumnya, MomDad sudah mengetahui kaidah responsive feeding agar si Kecil lahap MPASI. Di artikel ini, PrimaKu ingin memberitahu trik lainnya agar MomDad mengenal responsive feeding lebih dalam dan bagaimana cara melakukannya. Yuk, langsung simak di bawah ini! 

Mencoba beberapa kombinasi makanan, rasa atau tekstur

source pexel sub 4.jpg

Tidak ada salahnya untuk memberikan berbagai kombinasi makanan, misalnya rasa yang berbeda atau tekstur yang berbeda kalau bayi menolak banyak makanan. Mungkin saja, makanan yang sama membuatnya bosan.

Dengan memperkenalkan berbagai macam makanan, rasa, dan tekstur, bayi pun jadi lebih mengenal variasi dan kedepannya tidak menjadi pemilih saat makan. 

Meminimalisir distraktor selama makan
source pexel  sub 5.jpg
Biasakan bayi untuk makan dengan posisi duduk dan tanpa adanya distraksi. Membiasakan bayi makan sembari duduk di meja makannya juga melatih kedisiplinan bayi. Sebaiknya, hindari makan sambil digendong agar bayi tidak terbiasa. 

Selain itu, penting untuk menjauhkan gadget ataupun mainan saat bayi sedang disuapi. Meminimalisir distraktor memungkinkan bayi untuk fokus pada makanan dan menikmati makanan yang disediakan oleh MomDad.

Menentukan jadwal makan bayi
source pexel sub 6.jpg
Metode responsive feeding memungkinkan MomDad untuk menentukan kapan si kecil makan, apa yang dimakan, dan di mana bayi makan. Namun, tetap saja si kecil harus dapat merespons dengan baik setiap makanan yang ia makan, karena bagi bayi makan adalah proses belajar.

Agar tidak berlebihan dan mencegah bayi obesitas tapi tetap bisa memberikan nutrisi dan gizi yang dibutuhkan, MomDad perlu menentukan jadwal makan bayi. Misalnya saja, setelah ASI pagi, 2 jam kemudian memberikan MPASI pertama, lalu 2 jam kemudian memberikan makanan selingan (dapat berupa buah atau finger food). Kemudian berikan MPASI kedua di siang hari, dan 2 jam kemudian dilanjutkan dengan ASI, begitu seterusnya hingga ASI ketiga di malam hari saat si kecil hendak tidur.

Responsive feeding dilaporkan dapat meningkatkan kemampuan makan (self feeding) seorang anak dan respons positif terhadap bahasa verbal ibu. Selain itu, metode ini juga bisa melatih buah hati untuk berperilaku makan dengan baik, disiplin, dan mampu menghargai makanan serta waktu makan.

Nah, itu dia beberapa informasi mengenai responsive feedingMomDad bisa menikmati berbagai konten informatif lainnya seputar MPASI dan tumbuh kembang si Kecil dengan follow akun Instagram @official.primaku dan selalu pantau artikel terbaru di aplikasi PrimaKu, ya! 

Sumber foto: Pexels
Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., Ph.D.

familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Pemberian makan secara responsif (responsive feeding)
3 Agu 2021
cover
Responsive Feeding, Trik Agar Anak Lahap MPASI (Part I)
16 Mar 2022
cover
Peran Penting Responsive Feeding pada Pemberian MPASI
13 Mar 2023
cover
Gimana sih Cara Penerapan Responsive Feeding yang Tepat?
4 Jun 2023
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: