primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Awas Overweight pada Anak Sekolah, Ketahui Kurva BB Normal Usia Ini!

Author: Radhita Rara

Editor: dr. Dini Astuti Mirasanti, Sp.A

Topik: Overweight, Obesitas, Berat Badan

Melihat anak yang berbadan gemuk memang menggemaskan. Namun, dibalik kondisi ini bisa saja ada risiko kesehatan yang mengintai. Anak dengan berat badan berlebih akibat penumpukan lemak disebut obesitas. Tidak hanya pada orang dewasa, obesitas dan kelebihan berat badan bisa saja terjadi pada anak-anak. Nah, untuk mengetahui ciri-ciri dan faktor apa saja yang memengaruhi anak usia sekolah mengalami obesitas, yuk simak penjelasan di artikel ini! 

Cara Mendeteksi Obesitas pada Anak Sekolah?

obesitas_2 (2).jpg

Anak gemuk atau obesitas memiliki ciri wajah bulat, pipi tembem, dagu rangkap, dengan leher pendek. Dapat ditemukan payudara kesan membesar, disertai perut buncit atau dinding perut berlipat. Pada anak laki-laki penis bisa terlihat kecil. Data paling objektif adalah dengan mengukur berat badan, tinggi badan, dan indeks massa tubuh. Anak sekolah (>5 tahun) dikatakan obesitas apabila memiliki indeks massa tubuh di atas persentil 95 pada kurva CDC yang sesuai jenis kelaminnya.

Faktor yang Memengaruhi Anak Usia Sekolah Alami Obesitas

obesitas_3.jpg

Sebagian besar obesitas disebabkan ketidakseimbangan asupan energi dengan pengeluaran. Asupan energi yang terlalu tinggi, apalagi tinggi gula dan lemak, tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup akan menyebabkan anak obesitas. Namun ada Sebagian kecil (10%) obesitas yang disebabkan faktor lain, misalnya gangguan hormon. 

Kurva BB Normal untuk Anak Sekolah

obesitas_4.jpg

Kurva pertumbuhan yang dipakai sebagai acuan untuk anak usia sekolah adalah kurva CDC. Dokter akan mengukur berat badan dan tinggi badan kemudian memplot ke kurva. Bila berat badan terlalu besar untuk tinggi badannya, maka dokter akan melakukan penghitungan indeks massa tubuh dan memplotkan pada kurva CDC untuk indeks massa tubuh menurut usia. Indeks massa tubuh yang dikatakan normal sesuai usia adalah bila angkanya terletak di antara persentil 5 hingga 85. 

Untuk menerapkan hidup sehat pada anak, MomDad dapat melakukan:

- Menerapkan pola hidup sehat sedari kecil, dimulai dari menerapkan feeding rules sejak anak memulai MPASI dengan menu variatif dan seimbang

- Membatasi camilan dan makanan manis

- Memperbanyak aktivitas fisik, seperti berlari, sepeda, berenang, senam, dan permainan lain yang menggunakan gerakan motorik

- Membatasi waktu menonton televisi dan penggunaan media elektronik hingga 1-2jam/hari

- Menghindari makan sambil menonton televisi

- Orang tua harus menjadi role model bagi anaknya

Kapan Orang Tua Perlu Khawatir?

Obesitas pada anak dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti gejala sesak atau asma, diabetes, infeksi jamur, perlemakan hati, hingga kista ovarium. Secara psikososial anak juga menjadi minder karena bentuk tubuhnya. 

Kesulitan gerak juga berisiko tinggi membuat anak mendapat bullying di sekolah. Jika MomDad merasa anaknya terlalu gemuk untuk usianya, segeralah berkonsultasi kepada dokter untuk menentukan apakah anak benar sudah obesitas dan apakah sudah terdapat komplikasi dari obesitasnya.

Referensi:

  • - Dr. Fransiska Farah,SpA,MKes. Sekilas tentang Obesitas pada Buah Hati. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 31 Maret 2016.
  • - Use and Interpretation of the WHO and CDC Growth Charts for Children from Birth to 20 Years in the United States.
  • - UKK Nutrisi & Penyakit Metabolik IDAI. Diagnosis, tata laksana, dan pencegahan obesitas pada anak dan remaja. Jakarta: Badan Penerbit IDAI; 2014.
  • - UKK Nutrisi & Penyakit Metabolik IDAI. Diagnosis, tata laksana, dan pencegahan obesitas pada anak dan remaja. Jakarta: Badan Penerbit IDAI; 2014.


familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Awas, waspadai tanda terlambat bicara!
24 Nov 2021
cover
Anak Makan Sedikit, Awas Kebutuhan Nutrisinya tak Terpenuhi!
3 Jul 2023
cover
Anak Suka Tidur sambil Ngedot? Awas Alami Baby Bottle Caries
16 Agu 2023
cover
Awas Silent Disease, Penyebab Tumbuh Kembang Anak Terhambat
21 Agu 2023
cover
Awas, Bayi Berisiko Overstimulasi karena Situasi Ini
4 Sep 2023
cover
Awas, Kualitas Tidur Anak dapat Terganggu karena Hal Ini
26 Sep 2023
cover
Awas, 5 Hal Ini Bisa Menyebabkan Anak Cacingan!
28 Sep 2023
cover
Awas Tenggelam, Perhatikan Hal Penting Ini saat Ajak Anak Be...
24 Feb 2024
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: