primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Pantau Perkembangan Lingkar Kepala Bayi untuk Cegah Mikrosefali

Author: Fauziah Sabtuanisa

Editor: dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A

Topik: Mikrosefali, Ubun-ubun, Lingkar Kepala

Selain berat badan, kondisi kepala bayi saat lahir juga menjadi hal penting yang dapat menandakan kondisi bayi normal. Namun, apabila kondisi kepala bayi lebih kecil dari ukuran normal, maka dapat dikatakan bayi tersebut mengalami mikrosefali. Lantas, apa sih penyebab mikrosefali? Sebelum membahas lebih lanjut, yuk kita ketahui dulu apa itu mikrosefali!

Pengertian mikrosefali

istockphoto-675896500-612x612.jpg

Mikrosefali adalah suatu kondisi dimana bayi memiliki ukuran kepala yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan bayi lain pada usia dan jenis kelamin yang sama. Ukuran atau lingkar kepala merupakan hal penting untuk memantau pertumbuhan otak bayi.

Bayi dikatakan mengalami mikrosefali apabila lingkar kepalanya berukuran lebih kecil daripada seharusnya. Hal ini ditunjukkan dengan lingkar kepala yang berada di bawah -2SD pada kurva Nellhaus.

Bila lingkar kepala bayi terlalu kecil untuk usia dan jenis kelaminnya, atau tidak tumbuh bertambah besar dengan kecepatan yang sesuai, MomDad harus waspada. Kemungkinan hal ini ada masalah dalam perkembangan otak bayi.

Mikrosefali dapat muncul sejak lahir, namun dapat pula muncul di kemudian hari ketika pertumbuhan kepala melambat dibanding usianya.

Penyebab mikrosefali

istockphoto-1034881334-612x612.jpg

Baca Juga: Ketahui Perkembangan Lingkar Kepala Normal pada Bayi

Mikrosefali disebabkan karena perkembangan otak bayi yang tidak normal. Gangguan ini bisa terjadi ketika bayi masih ada di dalam kandungan atau setelah dilahirkan. Nah, MomDad bisa mengetahui penyebab mikrosefali secara umum dengan mengetahui beberapa tanda berikut ini:

  • Infeksi masa kehamilan, seperti toksoplasma (parasit yang ditemukan pada daging yang tidak matang), rubella, herpes, sifilis, sitomegalovirus, HIV, dan zika.
  • Paparan terhadap bahan kimia yang bersifat toksik, seperti merkuri, alkohol, radiasi, atau rokok.
  • Adanya masalah pada proses persalinan maupun pada periode neonatal (28 hari pertama kehidupan), seperti trauma atau kondisi kekurangan oksigen pada saat lahir (hipoksemia-iskemia).
  • Kelainan genetik, seperti sindrom down
  • Kurang gizi yang berat pada masa janin

Meskipun demikian, ternyata banyak kasus mikrosefali yang tidak memiliki penyebab yang jelas.

Kapan mikrosefali dapat terdeteksi?

istockphoto-950367804-612x612.jpg

Baca Juga: MomDad, Ini lho Pentingnya Pengukuran Lingkar Kepala dan Ubun-Ubun Bayi

Secara umum, mikrosefali bisa mulai terdeteksi pada akhir trimester kedua kehamilan atau sekitar usia kehamilan 28 minggu melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG). Pada saat bayi lahir, lingkar kepala juga harus diukur untuk melihat ukuran kepala bayi.

IDAI merekomendasikan lingkar kepala diukur setiap bulan pada tahun pertama, setiap 3 bulan pada tahun kedua, dan setiap 6 bulan pada usia 3-5 tahun. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah pertumbuhan lingkar kepala bayi berjalan normal sesuai dengan usia dan jenis kelaminnya atau justru berisiko mikrosefalus.

Bayi dengan mikrosefali pada awalnya mungkin tidak menunjukkan gejala apapun. Namun, seiring berjalannya waktu, mikrosefali dapat menyebabkan terjadi epilepsi, palsi serebral, gangguan belajar, masalah penglihatan dan pendengaran. Pada beberapa kasus, anak dengan mikrosefali tidak memiliki masalah lain.

Cara mengatasi mikrosefali

Mikrosefali merupakan suatu kondisi kelainan yang terjadi seumur hidup. tidak ada terapi khusus untuk mikrosefali. Pengobatan mikrosefali tergantung kepada penyebabnya. Ukuran kepala juga harus dipantau secara berkala agar kita dapat mendeteksi mikrosefali lebih dini untuk memastikan tumbuh kembang anak tetap optimal.

Oleh karena itu, jangan lupa untuk ukur kepala bayi MomDad secara berkala ya dan hindari penyebab umum terjadinya mikrosefali.

MomDad mau share informasi atau pertanyaan seputar tumbuh kembang bersama orang tua lainnya? Yuk, ceritakan pengalaman MomDad di Forum Tumbuh Kembang! Selain itu, MomDad juga bisa bertanya seputar kesehatan si Kecil dan akan dijawab langsung oleh ahli, lho.

Sumber:

Sumber foto: iStock

Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., PhD.

familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Pantau Pertumbuhan Anak dengan Mengetahui Cara Menimbang Ber...
25 Mei 2022
cover
Bayi Usia 10-12 Bulan Sudah Bisa Apa Saja? Yuk, Pantau di Si...
29 Nov 2022
cover
5 Hal Penting yang Perlu Dipantau dalam Tumbuh Kembang Anak
24 Jan 2023
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: