primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Perkuat Bonding, Ini Tips Merangsang Bayi agar Tertawa

Author: Dhia Priyanka

Editor: dr. Lucyana Alim Santoso Sp.A

Topik: Stimulasi Tertawa, Tertawa

Tertawa adalah bahasa universal yang membuat siapa pun senang mendengarnya. Apalagi sebagai orang tua, MomDad pasti selalu ingin membuat si Kecil tertawa. Selain menyenangkan, mengajak tertawa juga dapat mempererat bonding antara  MomDad dan si Kecil. Nah, gimana sih cara merangsang agar bayi bisa tertawa? Yuk, ikuti tips berikut!

1. Ikuti Suara yang Dibuat oleh Bayi

bayi tertawa_5.jpg

Bayi yang berusia setidaknya 12 bulan sudah bisa mencari sumber kelucuannya sendiri. Untuk itu, MomDad bisa mengajaknya tertawa dengan mengikuti suara yang dibuat bayi. Selain itu, MomDad juga bisa meniru suara pintu, hewan, atau suara lucu yang bisa membuat bayi tertawa. 

2. Ikut Tersenyum ketika Bayi Tersenyum atau Membuat Suara

Di usia 6 bulan, bayi sudah bisa tertawa dengan suatu hal yang ia lihat. Untuk itu, MomDad bisa membuatnya tertawa dengan meniru ekspresi mereka atau memperlihatkan ekspresi muka jelek.  Menirukan suara-suara hewan juga bisa jadi cara untuk membuatnya tertawa. Ide permainan ini juga bisa mengajarkan bayi agar mengenal suara-suara yang ada di sekitarnya.

3. Menunjukkan Mimik atau Ekspresi Girang

bayi tertawa_1.jpg

Coba deh, MomDad duduk di depan si Kecil lalu bernyanyi dengan mimik atau ekspresi girang dan goyangkan badannya untuk mengikuti alunan lagu. Sebagai contoh, lagu Balonku, dengan menghitung balon dan saat salah satu balon meletus, coba untuk menunjukkan ekspresi kaget. 

Ekspresi girang dan kaget bisa membuat si Kecil tertawa sekaligus mempelajari mimik seseorang. Dengan begitu, si Kecil bisa mengikuti apa yang MomDad lakukan.

4. Bermain Cilukba

Selanjutnya adalah ide permainan yang tidak asing bagi siapapun, yakni cilukba (peek a boo). MomDad juga bisa melakukan peek-a-boo, misalnya dengan muncul dari balik sofa atau dinding hingga mereka tertawa

Umumnya permainan ini menarik untuk bayi yang berusia 6 bulan ke atas. pada usia tersebut, bayi masih mudah tertipu dan ikut terkejut saat orang tua mereka menghilang dan kemudian muncul kembali.

5. Berikan Mainan yang Sesuai dengan Usia Bayi

Bayi usia 0-12 bulan mulai bisa mengenal cahaya, suara, warna yang mencolok, dan bentuk. Bayi juga sudah bisa menggenggam, menggigit, dan meraih benda. Untuk itu, ini juga jadi saat yang tepat untuk memberikan mainan edukasi untuk si Kecil.

Misalnya seperti kerincing berbahan silikon, buku bergambar, mainan ring donat, atau boneka tangan. MomDad juga bisa bermain peran dengan boneka tangan yang dapat membuat bayi tertawa. 

6. Letakkan Mainan di Dekat Bayi 

Untuk dapat merangsang stimulasi gerak bayi, Momdad bisa meletakkan mainan dan menunggunya untuk meraih mainan tersebut. MomDad juga bisa mengajaknya untuk bermain tendang bola sambil mengejarnya. Hal ini bisa membuat si Kecil tertawa terbahak-bahak. 

7. Perhatikan Kegiatan atau Mainan Bayi Sukai

bayi tertawa_4.jpg

Ketika sukses membuat tertawa bayi, MomDad bisa mengulanginya keesokan harinya. Permainan yang melibatkan si Kecil dan MomDad bisa menjalin ikatan atau bonding anak dan orang tua. 

Tidak lupa, pastikan permainan yang dilakukan juga disesuaikan dengan usia bayi. Misalnya saja, bayi usia 0-3 bulan belum merespons saat digelitik. Untuk itu, MomDad bisa menggelitik si Kecil saat usianya lebih tua. 

Nah, itu lah beberapa hal yang bisa MomDad coba lakukan untuk membuat si Kecil tertawa. Seru, bukan? Selamat mencoba, MomDad! 

Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., PhD.

familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Stimulasi Memperkuat Otot-Otot Jari
18 Mei 2023
cover
Mengenal Gentle Parenting, Pola Asuh yang Memperkuat Bonding
14 Jul 2023
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: