primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Sampai Usia Berapa Anak Mengompol Dikatakan Normal? Cari Tahu di Sini Yuk!

Author: Radhita Rara / dr. Lucyana Alim Santoso SpA

Topik: Tumbuh Kembang, Mengompol

Mengompol atau yang disebut dengan enuresis pada dunia medis adalah keluarnya urin secara tidak sadar terutama pada malam hari. Hal ini wajar terjadi pada anak-anak karena mengombol merupakan refleks tanpa sadar. Pada anak-anak, refleks mengompol masih berkembang jadi masih perlu dilatih.

Namun, seiring bertambahnya usia atau hingga usia sekolah anak masih mengompol, apa masih sesuatu yang normal? Temukan jawabannya pada artikel berikut ya, MomDad!

Sampai usia berapa anak mengompol dikatakan normal?

istockphoto-1187854592-612x612.jpg

Anak yang mengompol merupakan salah satu masalah yang sering dihadapi orang tua. Anak belajar untuk mengontrol keinginan untuk berkemih ketika mereka sudah dapat merasakan dan menyadari bahwa kandung kemihnya penuh. Pada umumnya, hal tersebut berkembang saat anak menginjak usia 4 tahun. Kontrol kandung kemih saat tidur pada malam hari pada umumnya baru terjadi setelah itu, sekitar usia 5-7 tahun. 

Sekitar 16% anak masih mengompol pada usia 5 tahun. Anak laki-laki cenderung lebih sering mengompol dibandingkan anak perempuan. Saat anak sudah berusia 7 tahun, masih ada sebagian kecil anak yang mengompol di malam hari. Bagi sebagian besar anak, mengompol dapat berhenti sendiri tanpa membutuhkan terapi apapun. Namun terkadang orang tua merasa khawatir mengenai adanya masalah medis yang mendasari anak masih mengompol. 

Menurut IDAI, anak dikatakan ngompol tidak normal bila terjadi terus menerus atau menetap di atas usia 5 tahun. Ngompol bisa saja menjadi masalah serius karena berdampak pada infeksi saluran kemih, menyebabkan stres dan kurang percaya diri pada anak. 

Beberapa alasan anak masih mengompol

Penyebab ngompol secara pasti sulit diketahui, sehingga sering membuat MomDad frustasi apa yang harus dilakukan. Namun, kalau si Kecil masih mengompol di atas usia 5 tahun mungkin beberapa hal ini bisa jadi alasan:

  • Kandung kemih anak berkembang lebih lambat dibandingkan anak lainnya.
  • Kandung kemih hanya mampu menampung sejumlah kecil urin.
  • Riwayat keluarga mengompol.
  • Masalah hormon yang mengatur produksi urin.
  • Ada masalah medis lainnya (konstipasi, gangguan tidur, diabetes mellitus, diabetes insipidus, penyakit ginjal kronik dan infeksi saluran kemih, masalah kesehatan jiwa, dan lain-lain).

Kapan anak perlu dibawa ke dokter?

Pada umumnya, anak yang masih mengompol akan membaik seiring bertambahnya usia dan tumbuh kembang anak. Meski begitu, ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan MomDad untuk membawa anak ke dokter jika anak mengalami hal berikut ini:

  • Anak masih mengompol setelah usia 7 tahun.
  • Anak mengompol kembali setelah lebih dari beberapa bulan tidak mengompol di malam hari.
  • Mengompol disertai nyeri berkemih, rasa haus yang tidak lazim, warna urin pink atau merah, feses keras, mengorok, atau kaki bengkak.

Mengompol merupakan hal yang umum terjadi pada anak yang masih berlangsung hingga usia 7 tahun. Nantinya, mengompol dapat berhenti sendiri seiring bertambahnya usia si Kecil. Untuk itu, MomDad tidak perlu menghukumnya ketika anak masih mengompol karena hal tersebut bukan salah mereka. 

Untuk menangani hal ini, MomDad perlu mengajarkan anak untuk buang air kecil secara rutin di siang hari dan sebelum tidur. Menghindari minuman manis atau mengandung kafein di malam hari juga bisa membantu. 

MomDad juga bisa meminimalisir penggunaan popok sekali pakai atau celana tatur yang dapat membuat anak malas bangun dan pergi ke kamar mandi. Penggunaan popok bisa dihentikan paling lambat saat anak usia 8 tahun. 

Sebaiknya hindari membandingkan anak dengan saudaranya terkait mengompol. Hal ini bisa membuat kepercayaan diri anak menurun. Alih-alih membandingkannya, coba ajak anak berpartisipasi membersihkan tempat tidur di pagi hari termasuk mengganti sprei dan mengajaknya bicara mengenai perilaku mengompolnya.

Nah, itu dia beberapa hal yang perlu MomDad ketahui mengenai mengompol pada anak. Untuk mengetahui lebih banyak konten informatif lainnya mengenai kesehatan anak, MomDad bisa mengikuti Instagram @official.primaku atau dengan membaca artikelnya di aplikasi PrimaKu. 

Suka dengan artikel ini? Yuk, like dan bookmark artikelnya!
Sumber foto: Pexels

Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. Dr. Madarina Julia, Sp.A (K), MPH., Ph.D


familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Jangan Sampai Salah, Ini Perbedaan Cara Mengukur Panjang dan...
28 Mar 2022
cover
Jangan Sampai Salah, Ini Bedanya Stunting dan Gizi Buruk!
19 Mei 2022
cover
Jangan Sampai Salah! Ini Cara Tepat Menjaga Kebersihan Telin...
20 Mei 2022
cover
Si Kecil Jangan sampai Kekurangan Zat Besi!
16 Mei 2023
cover
Sampai Kapan Anak Harus Minum Susu Formula?
25 Agu 2023
cover
Biang Keringat Bayi sampai Berair, Berbahayakah?
28 Agu 2023
cover
Sampai Kapan sih Obat Boleh Disimpan? Cari Tahu di Sini!
2 Nov 2023
cover
Sampai Kapan Orang Tua Bisa Mandi bersama Anak? Ini Batasan ...
28 Nov 2023
cover
Anak Alami ADB, Sampai Kapan Perlu Terapi Zat Besi?
9 Jan 2024
cover
Anak Demam, Kompres Air Dingin atau Hangat? Jangan Sampai Ke...
11 Mei 2024
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: