26 September 2026
Vaksin Anak Belum Lengkap, Mana yang Didahulukan?
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Vaksinasi, Jawal Vaksinasi, Imunisasi Kejar, Vaksinasi Belum Lengkap
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.
Vaksin anak belum lengkap tidak sebaiknya dilengkapi berdasarkan tebakan atau sekadar memilih vaksin yang paling dikenal. BKPK Kementerian Kesehatan RI melaporkan cakupan imunisasi dasar lengkap Indonesia mencapai 80,2% pada 2025, tetapi hampir 929.000 anak masih tergolong zero-dose. Bila anak tertinggal, prioritas perlu ditentukan dari usia, batas usia vaksin, risiko penyakit, wabah atau paparan, kondisi medis, dan riwayat dosis. Yuk, ketahui prinsip urutannya dalam menyiapkan kunjungan imunisasi kejar.
Apa Itu Imunisasi Kejar?
Imunisasi kejar adalah pemberian vaksin kepada anak yang tertinggal satu atau lebih dosis dari jadwal seharusnya. Tujuannya ialah menutup kesenjangan perlindungan secepat dan seaman mungkin. Kemenkes RI menegaskan bahwa dosis yang sudah diterima tidak hangus; tenaga kesehatan akan melanjutkan vaksin yang masih kurang sesuai pedoman.
Imunisasi kejar dapat dilakukan bersamaan dengan jadwal rutin. Pada banyak situasi, beberapa vaksin dapat diberikan dalam satu kunjungan agar anak lebih cepat terlindungi dan jumlah kunjungan berkurang. Namun, usia minimal, interval minimal, kontraindikasi, serta aturan vaksin hidup tetap harus diperhatikan.
Vaksin Mana yang Harus Didahulukan?
Jawaban singkatnya: vaksin yang paling mendesak untuk anak tersebut. Dokter biasanya menyusun prioritas memakai beberapa pertimbangan berikut, bukan dari satu daftar yang kaku.
1. Vaksin yang memiliki batas usia
Sebagian vaksin memiliki batas usia untuk memulai atau menyelesaikan seri. Contoh paling penting adalah BCG dan rotavirus. Karena jendela waktunya terbatas, keterlambatan dapat membuat anak tidak lagi memenuhi syarat menerima dosis tertentu. Itu sebabnya usia tepat anak, bukan hanya tahun kelahiran, harus diperiksa segera.
2. Vaksin untuk penyakit yang sedang mewabah atau berisiko terpapar
Jika ada kejadian luar biasa, peningkatan kasus di wilayah tempat tinggal, kontak dengan penderita, perjalanan, atau rencana masuk sekolah, vaksin terkait dapat menjadi prioritas. Contohnya, ketika kasus campak meningkat, imunisasi MR/MMR yang tertinggal perlu segera dinilai. Instruksi program pemerintah seperti imunisasi tambahan atau outbreak response immunization juga perlu diikuti.
3. Vaksin seri dasar yang belum dimulai
Anak zero-dose atau belum menerima vaksin dasar memerlukan penilaian segera. Vaksin yang melindungi dari difteri, pertusis, tetanus, Hib, hepatitis B, polio, pneumokokus, dan campak penting karena penyakit tersebut dapat menyebabkan rawat inap, kecacatan, atau kematian. Urutan dan jumlah dosis berubah sesuai usia saat memulai.
4. Vaksin sesuai kondisi medis dan faktor risiko
Anak dengan penyakit jantung atau paru kronis, gangguan kekebalan, asplenia, kebocoran cairan serebrospinal, implan koklea, atau kondisi lain mungkin memerlukan prioritas dan jadwal khusus. Sebaliknya, vaksin hidup dapat tidak sesuai pada gangguan kekebalan berat. Dokter akan menimbang manfaat, risiko, serta obat yang digunakan.
5. Vaksin yang dapat diberikan bersamaan
Prioritas tidak selalu berarti hanya satu vaksin diberikan hari itu. Banyak vaksin inaktif dan vaksin hidup dapat diberikan pada kunjungan yang sama. Bila dua vaksin hidup suntik tidak diberikan bersamaan, keduanya umumnya perlu berjarak minimal 28 hari. Pemberian simultan dapat mempercepat perlindungan tanpa harus menunda vaksin lain yang juga penting.
Prioritas Imunisasi Kejar
Tabel ini merupakan prinsip umum, bukan resep jadwal individual. Dokter tetap perlu memeriksa catatan vaksin anak.
Apakah Semua Anak Harus Mengejar Vaksin dengan Urutan yang Sama?
Tidak. Dua anak dengan usia sama dapat memiliki urutan berbeda karena riwayat dosis, jenis produk, interval, kondisi medis, lokasi tinggal, paparan, dan rencana perjalanan tidak sama. Anak yang sama sekali belum menerima vaksin juga berbeda dari anak yang hanya kehilangan satu dosis booster.
Jadwal nasional, rekomendasi IDAI, dan pedoman produk vaksin menjadi acuan. Daftar dari negara lain dapat membantu memahami prinsip imunisasi kejar, tetapi tidak boleh langsung diterapkan tanpa penyesuaian karena produk, program, usia indikasi, dan epidemiologi dapat berbeda.
Apakah Vaksin Harus Diulang dari Awal?
Pada umumnya tidak. CDC dan Kemenkes RI menjelaskan bahwa seri vaksin tidak perlu dimulai ulang hanya karena intervalnya terlalu panjang. Dosis sebelumnya yang memenuhi usia dan interval minimal tetap dihitung. Tenaga kesehatan kemudian menentukan dosis lanjutan dan jaraknya.
Pengecualian dapat terjadi bila bukti pemberian tidak dapat diverifikasi, dosis diberikan terlalu dini sehingga tidak valid, produk mempunyai aturan khusus, atau kondisi medis mengubah rekomendasi. Jangan memberikan dosis tambahan sendiri tanpa pemeriksaan catatan.
Vaksin yang Memiliki Batas Usia Perlu Perhatian Khusus
Berikut aturan pemberian vaksin kejar yang perlu perhatian khusus:
- BCG
Jika vaksin BCG diberikan setelah usia 3 bulan, anak perlu menjalani tes Mantoux terlebih dahulu untuk menilai kemungkinan infeksi tuberkulosis. Vaksin BCG umumnya masih dapat diberikan hingga usia 12 bulan sesuai hasil pemeriksaan dan rekomendasi dokter.
- Rotavirus
Vaksin rotavirus mempunyai batas usia untuk memulai dan menyelesaikan seri. Produk yang digunakan juga menentukan jumlah dosis. Karena kesempatan dapat terlewat permanen, konsultasikan segera bila bayi belum atau baru sebagian menerima vaksin rotavirus.
- Vaksin dengan kebutuhan berdasarkan usia
Kebutuhan Hib, pneumokokus, DPT/Tdap/Td, HPV, influenza, dan vaksin lainnya dapat berubah menurut usia mulai, kondisi kesehatan, serta jumlah dosis sebelumnya. Pada usia yang lebih besar, jumlah atau jenis dosis kejar tidak selalu sama dengan jadwal bayi. Karena itu, daftar vaksin yang tertinggal perlu dihitung satu per satu.
Langkah Menyusun Jadwal Vaksin Kejar
1. Kumpulkan buku KIA atau aplikasi PrimaKu, kartu imunisasi, foto catatan, atau dokumen dari fasilitas sebelumnya.
2. Catat usia anak secara tepat, kondisi medis, alergi, obat rutin, transfusi, serta reaksi setelah vaksin terdahulu.
3. Tandai vaksin yang belum pernah diberikan, seri yang belum selesai, dan booster yang terlewat.
4. Tanyakan apakah ada wabah, perjalanan, sekolah, atau paparan yang membuat vaksin tertentu lebih mendesak.
5. Minta dokter menentukan dosis yang masih valid, vaksin yang dapat diberikan bersamaan, dan interval minimal berikutnya.
6. Simpan jadwal baru dan pasang pengingat di PrimaKu.
Jika catatan hilang, hubungi fasilitas kesehatan sebelumnya terlebih dahulu. Jangan mengandalkan ingatan atau mengisi tanggal perkiraan. Dokter dapat menilai pilihan berdasarkan bukti yang tersedia, usia, dan risiko penyakit.
Kapan Vaksin Perlu Ditunda?
Pilek ringan, batuk ringan, diare ringan, atau demam rendah biasanya bukan alasan otomatis untuk menunda. Penundaan lebih sering dipertimbangkan bila anak sedang sakit sedang hingga berat, memiliki kontraindikasi spesifik, baru menerima produk darah tertentu, menjalani terapi imunosupresif, atau membutuhkan evaluasi lebih lanjut akibat reaksi serius sebelumnya.
Kontraindikasi berbeda pada setiap vaksin. Jangan membatalkan semua vaksin hanya karena satu vaksin tidak sesuai. Dokter mungkin tetap dapat memberikan vaksin lain yang aman pada kunjungan yang sama.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
- Memilih sendiri vaksin berdasarkan urutan di internet tanpa menghitung usia dan dosis sebelumnya.
- Mengulang semua vaksin dari awal padahal dosis lama masih valid.
- Menunda semua vaksin karena anak hanya mengalami pilek ringan.
- Memberikan dosis terlalu rapat sehingga tidak memenuhi interval minimal.
- Mengabaikan program imunisasi tambahan saat terjadi wabah.
- Tidak mencatat merek, tanggal, dosis, dan lokasi pemberian vaksin terbaru.
Kejar Vaksinasi bersama PrimaKu
Melengkapi vaksinasi anak akan terasa lebih praktis kalau MomDad bisa memilih layanan dan jadwal yang sesuai kebutuhan. PrimaKu membantu memudahkan proses booking vaksin di klinik partner, sehingga MomDad bisa merencanakan kunjungan dengan lebih nyaman.
Untuk mengejar jadwal vaksin Si Kecil, MomDad bisa melakukan booking vaksin melalui PrimaKu. Pilih vaksin yang dibutuhkan, cek ketersediaan di klinik partner, lalu atur jadwal kunjungan yang sesuai. Jika masih bingung memilih layanan, MomDad juga bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan DokMin sebelum booking. Klik banner di atas untuk mulai konsultasi.
FAQ tentang Vaksin Anak yang Belum Lengkap
Q: Jika banyak vaksin tertinggal, apakah semuanya boleh diberikan sekaligus?
A: Banyak vaksin dapat diberikan pada kunjungan yang sama di lokasi terpisah, tetapi tidak selalu semuanya. Dokter mempertimbangkan jenis vaksin, usia, interval, kondisi anak, dan aturan khusus vaksin hidup.
Q: Apakah vaksin rotavirus selalu menjadi prioritas?
A: Rotavirus perlu dinilai segera karena memiliki batas usia. Namun, apakah masih dapat diberikan bergantung pada usia tepat bayi, dosis sebelumnya, dan produk yang tersedia.
Q: Jika anak belum pernah vaksin sama sekali, mulai dari mana?
A: Segera konsultasi. Dokter akan memprioritaskan vaksin dasar sesuai usia, risiko penyakit, batas usia, kondisi medis, dan kemungkinan pemberian beberapa vaksin dalam satu kunjungan.
Q: Apakah dosis yang terlambat menjadi tidak berlaku?
A: Umumnya tidak. Dosis valid tetap dihitung meski jedanya panjang. Seri dilanjutkan sesuai pedoman tanpa mengulang otomatis dari dosis pertama.
Q: Apakah imunisasi tambahan tetap diperlukan setelah vaksin rutin lengkap?
A: Bisa. Imunisasi tambahan diberikan berdasarkan situasi kesehatan masyarakat dan tidak selalu sama dengan jadwal rutin. Ikuti arahan Kemenkes atau dinas kesehatan saat ada program resmi.
Q: Bolehkah anak vaksin saat pilek?
A: Pilek ringan dengan kondisi umum baik biasanya bukan kontraindikasi. Petugas tetap perlu menilai gejala, suhu, dan jenis vaksin sebelum pemberian.
Saat vaksin anak belum lengkap, vaksin yang didahulukan adalah vaksin yang paling mendesak berdasarkan batas usia, risiko paparan atau wabah, kondisi medis, seri dasar yang belum dimulai, dan kesempatan pemberian bersamaan. Tidak ada daftar tunggal yang aman diterapkan kepada setiap anak.
Segera bawa catatan imunisasi kepada dokter atau fasilitas vaksinasi. Dosis lama umumnya tetap dihitung dan jadwal dapat dikejar tanpa mengulang dari awal. Semakin cepat rencana disusun, semakin singkat masa anak belum terlindungi.
Referensi:
- Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun, Rekomendasi IDAI Tahun 2024. IDAI; 2025.
- Hadinegoro SRS, dkk. Pedoman Imunisasi di Indonesia Edisi 7 Tahun 2024. Badan Penerbit IDAI; 2024.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Imunisasi Kejar: Lengkapi Imunisasi Dasar Anak yang Tertunda. Kemenkes RI; 2022.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Imunisasi Kejar untuk Lengkapi Imunisasi Rutin Anak. Kemenkes RI; 2024.
- Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. Menjangkau Anak Zero-Dose di Indonesia. BKPK Kemenkes RI; 2026.
- World Health Organization. Leave No One Behind: Guidance for Planning and Implementing Catch-Up Vaccination. WHO; 2021.
- Centers for Disease Control and Prevention. Catch-Up Immunization Schedule for Children and Adolescents. CDC; 2025.
- Centers for Disease Control and Prevention. Child and Adolescent Immunization Schedule Notes. CDC; 2025.



