
Tanya Jawab 1 Vaksin Tidak Berkhasiat
29 Jan 2018
Author: Fitri Permata
30 Sep 2024
Topik: Vaksinasi, Imunisasi, Vaksin BCG, KIPI
Salah satu vaksin penting yang perlu diberikan si Kecil sejak dini adalah vaksin BCG. Vaksin ini dirancang khusus untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TB) berat pada anak. TB adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis atau Mycobacterium bovis. Meski sering menyerang paru-paru, TB juga bisa mengenai organ lain seperti otak, kelenjar getah bening, tulang, dan organ tubuh lainnya. Jika tidak ditangani dengan baik, TB bisa sangat berbahaya, bahkan mematikan [1].
TB bisa menyerang siapa saja, dari bayi hingga orang dewasa. Penularannya melalui udara yang tercemar bakteri TB, misalnya saat seseorang batuk atau bersin. Gejala TB pada anak sangat bervariasi, mulai dari sulitnya naik berat badan, anemia, pembesaran kelenjar getah bening, hingga gejala yang lebih berat seperti radang otak yang menimbulkan kejang dan kecacatan di kemudian hari, bahkan sesak napas yang mengancam nyawa. [1]
Pemberian Imunisasi BCG
Vaksin BCG diberikan melalui suntikan intrakutan (disuntikkan ke dalam kulit) sebanyak 0,05 ml. Menurut rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2020, waktu terbaik untuk memberikan vaksin ini adalah segera setelah bayi lahir atau sebelum usia 1 bulan. Kalau si kecil belum mendapat vaksin BCG setelah lahir, sebaiknya segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan ya, MomDad, agar tidak terlambat. Untuk bayi yang sudah berusia 3 bulan atau lebih, vaksin BCG hanya diberikan jika hasil tes tuberkulin negatif [1].
Efek Samping yang Mungkin Terjadi (KIPI) Setelah Vaksin BCG
Setelah vaksin BCG, bisa saja muncul reaksi seperti bisul kecil di area suntikan 3-6 minggu setelah penyuntikan. Awalnya ulkus lokal (bisul terbuka) yang superfisial timbul pada 3 minggu setelah penyuntikkan. Ulkus tertutup krusta, akan sembuh dalam 2-3 bulan, dan meninggalkan parut bulat dengan diameter 4-8 mm. Hal ini adalah wajar. Cukup jaga area yang disuntik tetap bersih dan kering. Apabila bisul maupun bekas luka tidak timbul, imunisasi BCG tidak perlu diulang. Oleh karena itu, penting untuk mencatat pemberian imunisasi.
Bisul akibat BCG tidak berbahaya. Jika belum muncul, MomDad tidak perlu melakukan tindakan khusus. Namun, bayi atau anak perlu dibawa ke dokter jika terjadi pembengkakan hebat, demam tinggi, nanah yang banyak, atau infeksi akibat penyuntikan yang tidak steril. Komplikasi yang mungkin terjadi adalah infeksi sekunder bakterial jika penanganan tidak tepat, seperti menaburi atau mengoles bahan-bahan yang tidak steril [2].
Selain reaksi normal, vaksin BCG juga dapat menimbulkan reaksi abnormal atau dikenal dengan istilah BCG-itis. BCG-itis merupakan komplikasi spesifik dari penyuntikan vaksin BCG yang perlu dibedakan dari reaksi umum untuk beberapa jenis vaksin, seperti bekas luka keloid. BCG-itis juga perlu dibedakan dari abses bernanah lokal dengan radang kelenjar getah bening, yang waktu awal penyakit lebih singkat dan perjalanan penyakitnya dapat diatasi dengan pemberian antibiotik. Pada populasi normal, bakteri yang dilemahkan dapat dikendalikan oleh sistem kekebalan dalam tubuh, namun pada anak dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, maka komplikasi BCG-itis dapat terjadi.
Secara umum, BCG-itis dapat dikategorikan berdasarkan lokasi infeksi yang berhubungan dengan lokasi penyuntikan yaitu:
Jangan Khawatir jika Bekas Vaksin BCG Tidak Muncul
Bisul yang timbul 2 minggu setelah imunisasi BCG adalah normal, karena merupakan reaksi tubuh terhadap vaksin BCG. Bisul kecil (papula) dapat membesar dan terjadi koreng selama 2-4 bulan, kemudian menyembuh perlahan dengan menimbulkan jaringan parut. Bila ulkus mengeluarkan cairan, MomDad dapat mengompres dengan cairan antiseptik. Bila cairan bertambah banyak atau koreng semakin membesar, MomDad harus membawanya ke dokter [4].
Suatu studi menyebutkan bahwa angka keberhasilan timbulnya scar pada penyuntikan BCG cukup bervariasi, yaitu sekitar 76%. Beberapa faktor dapat berperan dalam timbulnya scar, misalnya lokasi penyuntikan, teknik penyuntikan, usia, jenis kelamin dan respon imun masing-masing individu dan adanya riwayat imunisasi serupa sebelumnya [5].
Nah, itulah informasi penting seputar vaksin BCG untuk si Kecil. Jangan lupa untuk selalu menjaga jadwal imunisasi anak agar si Kecil mendapatkan perlindungan optimal sejak dini!
Referensi