4 September 2026
Vaksin Influenza, Mengapa Diulang Setiap Tahun?
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: influenza, Vaksin Influenza, Jadwal Vaksin Influenza, Imunisasi Booster
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Vaksin influenza perlu diulang setiap tahun karena virusnya terus berubah dan perlindungan tubuh dapat menurun seiring waktu. CDC merangkum studi pada anak usia 6 bulan–17 tahun yang menemukan bahwa vaksinasi influenza mengurangi kunjungan gawat darurat serta rawat inap terkait influenza sekitar setengah. Artikel ini membantu MomDad memahami alasan vaksin tahunan, jadwal dosis anak, manfaat, keamanan, dan waktu berkonsultasi sebelum vaksinasi.
Mengapa Vaksin Influenza Setiap Tahun?
Ada dua alasan utama. Pertama, virus influenza mengalami perubahan kecil yang disebut antigenic drift. Akibatnya, virus yang beredar pada tahun ini dapat berbeda dari tahun sebelumnya. WHO memantau virus influenza secara global dan meninjau komposisi vaksin dua kali setahun untuk belahan bumi utara dan selatan.
Kedua, kekebalan yang terbentuk setelah vaksinasi dapat berkurang dari waktu ke waktu. Karena kombinasi perubahan virus dan menurunnya perlindungan, dosis pada musim atau periode sebelumnya belum tentu memberikan perlindungan optimal terhadap virus yang sedang beredar. Itulah sebabnya WHO, CDC, AAP, dan IDAI menganjurkan vaksinasi influenza berulang setiap tahun pada kelompok usia yang memenuhi syarat.
Mengapa Virus Influenza Cepat Berubah?
Permukaan virus influenza memiliki protein yang dikenali sistem imun. Ketika terjadi perubahan kecil pada protein tersebut, antibodi dari infeksi atau vaksinasi sebelumnya mungkin tidak lagi mengenali virus sebaik sebelumnya. Proses inilah yang disebut antigenic drift.
Antigenic drift berbeda dengan antigenic shift. Drift adalah perubahan kecil dan bertahap yang berkontribusi pada epidemi influenza musiman. Shift adalah perubahan besar yang dapat menghasilkan subtipe influenza A baru dan berpotensi memicu pandemi. Vaksinasi tahunan terutama diperlukan untuk menyesuaikan perlindungan terhadap perubahan virus musiman.
WHO menggunakan data dari jaringan surveilans global untuk menilai virus yang beredar. Berdasarkan data antigenik, genetik, dan epidemiologis, WHO dapat merekomendasikan strain yang diperkirakan paling relevan untuk formulasi vaksin berikutnya. Karena prediksi tidak mungkin sempurna, efektivitas vaksin dapat berbeda antartahun. Namun, vaksin tetap dapat mengurangi risiko sakit berat dan komplikasi.
Dua Alasan Utama Vaksin Influenza Perlu Diulang
Jadwal Vaksin Influenza pada Anak
Mulai usia berapa?
IDAI merekomendasikan vaksin influenza mulai usia 6 bulan dan diulang setiap tahun. Bayi di bawah 6 bulan belum dapat menerima vaksin influenza, sehingga perlindungan tidak langsung melalui vaksinasi ibu saat hamil dan anggota keluarga yang memenuhi syarat menjadi penting.
Apakah anak membutuhkan satu atau dua dosis?
Jumlah dosis awal bergantung pada usia dan riwayat vaksinasi. Secara umum, anak usia 6 bulan hingga 8 tahun yang baru pertama kali menerima vaksin influenza atau belum memiliki riwayat dosis yang memadai dapat memerlukan dua dosis dengan jarak minimal 4 minggu. Setelah seri awal terpenuhi, umumnya diperlukan satu dosis setiap tahun. Anak usia 9 tahun atau lebih umumnya menerima satu dosis setiap tahun.
Riwayat vaksin, produk yang tersedia, usia, kondisi kesehatan, dan rekomendasi nasional terkini perlu diperiksa oleh tenaga kesehatan. Jangan mengulang atau menambah dosis sendiri tanpa konfirmasi.
Kapan waktu terbaik untuk vaksin?
Vaksin memerlukan waktu sekitar dua minggu untuk membangun perlindungan. Di negara tropis seperti Indonesia, influenza dapat beredar sepanjang tahun dan polanya dapat berbeda antardaerah. Oleh karena itu, waktu terbaik sebaiknya disesuaikan dengan riwayat dosis, ketersediaan formulasi terbaru, rencana perjalanan, kondisi anak, dan saran dokter, bukan hanya mengikuti musim dingin negara lain.
Apakah Boleh Vaksin meski Tahun Lalu Sudah?
Boleh dan memang dianjurkan. Vaksin tahun sebelumnya tidak menggantikan dosis tahun berjalan karena komposisi dapat diperbarui dan kekebalan dapat menurun. WHO menyimpulkan bahwa vaksinasi pada musim saat ini dan sebelumnya memberi perlindungan lebih baik dibanding hanya pernah divaksin pada musim sebelumnya atau tidak divaksin sama sekali.
Apakah Vaksin Influenza Tetap Berguna jika Tidak 100% Mencegah Sakit?
Ya. Tidak ada vaksin yang menjamin anak tidak akan pernah terinfeksi. Kecocokan antara strain vaksin dan virus yang beredar, usia, kondisi kesehatan, dan respons imun dapat memengaruhi efektivitas. Meski demikian, vaksinasi dapat menurunkan risiko influenza, rawat inap, penyakit berat, dan kematian.
CDC mencatat bahwa dalam studi beberapa musim influenza, vaksinasi mengurangi kunjungan gawat darurat dan rawat inap terkait influenza sekitar setengah pada anak usia 6 bulan–17 tahun. Bahkan ketika kecocokan terhadap salah satu strain kurang optimal, vaksin masih dapat memberi perlindungan terhadap strain lain yang tercakup.
Siapa yang Sangat Perlu Dilindungi?
Vaksin influenza bermanfaat bagi anak sehat maupun anak dengan kondisi medis tertentu. Perlindungan menjadi semakin penting pada:
- Anak usia di bawah 5 tahun, terutama di bawah 2 tahun.
- Anak dengan asma atau penyakit paru kronis.
- Anak dengan penyakit jantung, diabetes, gangguan saraf, atau gangguan metabolik.
- Anak dengan kondisi yang melemahkan sistem imun.
- Anak yang tinggal bersama bayi di bawah 6 bulan atau anggota keluarga berisiko tinggi.
- Anak yang akan bepergian ke wilayah dengan aktivitas influenza.
Kelayakan, jenis vaksin, serta waktu pemberian harus dikonfirmasi kepada dokter, terutama bila anak memiliki penyakit kronis atau pernah mengalami reaksi setelah vaksin.
Efek Samping Vaksin Influenza yang Umum
Setelah vaksin suntik, anak dapat mengalami nyeri, kemerahan, atau bengkak ringan di lokasi suntikan. Demam ringan, pegal, sakit kepala, atau lelah juga dapat terjadi dan biasanya bersifat sementara. Reaksi berat jarang terjadi, tetapi tetap memerlukan pertolongan segera.
Segera cari bantuan medis bila anak mengalami kesulitan bernapas, bengkak pada wajah atau tenggorokan, lemas berat, kejang, atau tanda reaksi alergi berat setelah vaksinasi. Sampaikan riwayat alergi dan reaksi vaksin sebelumnya kepada tenaga kesehatan sebelum imunisasi.
Persiapan Sebelum Vaksin Influenza
- Periksa catatan vaksinasi anak, terutama jumlah dosis influenza yang pernah diterima.
- Sampaikan riwayat alergi, penyakit kronis, obat rutin, dan reaksi setelah vaksin sebelumnya.
- Tanyakan jenis vaksin yang sesuai dengan usia dan kondisi kesehatan anak.
- Pastikan kondisi akut anak dievaluasi bila sedang demam atau tampak sakit.
- Catat tanggal vaksin serta jadwal dosis kedua bila diperlukan.
FAQ tentang Vaksin Influenza Tahunan
Q: Mengapa vaksin influenza harus diberikan setiap tahun?
A: Karena virus influenza terus berubah dan kadar perlindungan dari vaksin dapat menurun seiring waktu. Komposisi vaksin ditinjau serta diperbarui berdasarkan surveilans virus yang beredar.
Q: Apakah anak yang baru pertama vaksin influenza perlu dua dosis?
A: Anak usia 6 bulan–8 tahun dapat memerlukan dua dosis dengan jarak minimal 4 minggu, bergantung pada riwayat vaksinasi. Konfirmasikan jumlah dosis kepada dokter atau fasilitas vaksinasi.
Q: Apakah vaksin influenza aman untuk anak?
A: Vaksin influenza yang sesuai usia umumnya aman. Efek samping paling sering bersifat ringan dan sementara. Anak dengan riwayat alergi berat atau kondisi tertentu perlu dinilai tenaga kesehatan sebelum vaksinasi.
Q: Apakah vaksin influenza bisa diberikan bersama vaksin lain?
A: Vaksin influenza inaktif pada umumnya dapat diberikan pada kunjungan yang sama dengan vaksin lain di lokasi suntikan berbeda. Jadwal dan produk yang digunakan tetap perlu dikonfirmasi kepada tenaga kesehatan.
Q: Apakah vaksin influenza sama dengan vaksin flu biasa?
A: Istilah “flu” sering digunakan untuk berbagai batuk pilek, tetapi vaksin influenza secara khusus menargetkan virus influenza. Vaksin ini tidak mencegah seluruh penyebab pilek atau infeksi saluran napas.
Q: Bagaimana jika anak terlambat mengulang vaksin influenza?
A: Jangan mengulang seri dari awal tanpa arahan. Bawa catatan imunisasi dan konsultasikan kebutuhan dosis terkini. Tenaga kesehatan akan menilai usia, riwayat dosis, formulasi yang tersedia, dan kondisi anak.
Vaksin influenza tahunan bukan berarti vaksin sebelumnya “tidak bekerja”. Justru, pemberian berulang membantu memperbarui perlindungan anak terhadap virus yang berubah dan menjaga kekebalan tetap optimal. Dengan memeriksa riwayat imunisasi dan merencanakan vaksin bersama dokter, MomDad dapat membantu menurunkan risiko influenza berat serta komplikasinya pada si Kecil.
Referensi:
1. World Health Organization. Influenza Vaccines: WHO Position Paper—May 2022. Weekly Epidemiological Record; 2022.
2. World Health Organization. Influenza Vaccine Standardization. WHO; n.d.
3. Centers for Disease Control and Prevention. Key Facts About Seasonal Flu Vaccine. CDC; 2025.
4. Centers for Disease Control and Prevention. Benefits of Flu Vaccination. CDC; 2026.
5. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun, Rekomendasi IDAI Tahun 2024. IDAI; 2025.
6. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pedoman Imunisasi di Indonesia, Edisi 7 Tahun 2024. Badan Penerbit IDAI; 2024.
7. American Academy of Pediatrics. Which Flu Vaccine Should Children Get This Season? HealthyChildren.org; 2026.
8. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pengobatan Antiretroviral, Bagian Imunisasi Anak. Kemenkes RI; 2014.



