Poliomielitis, atau sering disebut polio, adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus polio. Penyakit ini dapat menimbulkan kerusakan pada susunan saraf tulang belakang, sehingga menyebabkan kelumpuhan. Apabila berat, penyakit ini dapat menimbulkan kecacatan permanen, bahkan kematian akibat kelumpuhan otot pernapasan. Penyakit polio hanya menyerang manusia dan sangat mudah menular, bahkan hingga menyebabkan kejadian luar biasa (KLB) epidemi dan endemi.
Jenis vaksin polio
Walaupun Indonesia telah dinyatakan bebas polio pada tahun 2014, namun dunia belum dinyatakan bebas polio. Masih ada kemungkinan penyebaran penyakit polio, sehingga pemberian imunisasi sebagai upaya paling efisien pencegahan polio harus tetap dilengkapi sesuai usia.
Di Indonesia, vaksin polio tersedia dalam dua bentuk, yaitu vaksin polio oral (OPV; oral poliovirus vaccine) yang diteteskan ke mulut, serta vaksin polio inaktif (IPV; inactivated poliovirus vaccine) yang disuntikkan. Saat ini, kedua jenis vaksin tersebut perlu diberikan dengan jadwal tertentu.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada tahun 2020 menyarankan agar selain mendapat OPV, semua bayi sekurang-kurangnya mendapat dua kali IPV sebelum berusia 1 tahun. Vaksin yang mengandung IPV tersedia dalam bentuk tunggal maupun kombinasi dengan vaksin lainnya, sehingga mudah diberikan.
Apabila MomDad bingung atau ada keraguan mengenai kelengkapan pemberian imunisasi polio, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar tidak ada dosis yang terlewat.
Imunisasi polio bagi bayi dan anak
Center for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan pemberian imunisasi polio pada anak sebanyak 4 kali dengan jeda setiap satu bulan. Pada 2020 lalu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga telah merilis jadwal imunisasi polio bagi anak, yakni 4 kali sejak bayi baru lahir, seperti berikut:
- Usia 0-1 bulan
- Usia 2 bulan
- Usia 3 bulan
- Usia 4 bulan
- Usia 18 bulan (pengulangan)
Bayi yang baru lahir, pertama akan diberikan vaksin polio oral (OPV). Kemudian pada jadwal imunisasi polio berikutnya akan diberikan vaksin suntikan (IPV) atau OPV. Anak-anak perlu mendapatkan dua kali imunisasi IPV sebelum usia 1 tahun. Namun jika terlambat didapatkan, tidak perlu mengulang dari awal dan tetap dilanjutkan dan dilengkapi sesuai dengan jadwal.
Ikatan Dokter Anak Indonesia telah menerbitkan Informasi Vaksin Untuk Orangtua (IVO), yang selengkapnya dapat dibaca di sini. Ketahui informasi seputar tumbuh kembang anak hingga MPASI dengan mengikuti Instagram @official.primaku dan baca artikel lainnya lewat aplikasi PrimaKu. Jangan lupa lengkapi imunisasi anak sesuai usia, ya!
Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., Ph.D.
Referensi:
- Satuan Tugas Imunisasi IDAI. Jadwal Imunisasi Anak Umur 0-18 Tahun Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Tahun 2020. Sari Pediatri. 2020;22(4):252-60.
- https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/informasi-vaksin-untuk-orangtua-ivo