
Kenali Hepatitis B
22 Jul 2017
Author:
3 Agu 2021
Topik: Covid-19
Jumlah kasus COVID-19 dilaporkan meningkat pesat akhir-akhir ini. Jumlah kasus anak yang terinfeksi COVID-19 pun dilaporkan meningkat. Data dari Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan bahwa per tanggal 25 Juni 2021 jumlah pasien anak dengan COVID-19 mencapai 12,6%. Anak yang saat ini hanya berada di rumah tanpa ada kegiatan belajar maupun sosial di rumah saja tentunya berisiko tertular virus corona dari orang tua yang masih bekerja di luar rumah atau dari pengasuhnya.
Untuk meningkatkan kewaspadaan orangtua, berikut beberapa gejala COVID-19 pada anak yang dapat membantu orangtua untuk segera memeriksakan anaknya:
Selain gejala saluran pernapasan, gejala saluran cerna seperti mual, muntah, nyeri perut, dan diare juga perlu diwaspadai sebagai COVID-19. Lebih lagi, bila salah satu anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah memiliki gejala serupa atau bahkan sudah terkonfirmasi positif COVID-19.
Gejala COVID-19 pada anak dapat dibagi berdasarkan tingkat beratnya gejala, yaitu:
Anak yang terkonfirmasi COVID-19 sebaiknya dibawa ke fasilitas kesehatan agar dapat diperiksa lebih lanjut oleh dokter spesialis anak maupun tenaga kesehatan lainnya. Hal tersebut penting untuk menentukan beratnya gejala yang dialami sehingga dapat ditentukan apakah anak dapat menjalani isolasi mandiri atau perlu dirawat inap.
--
Penulis:
Dini Mirasanti (PrimaKu), Madarina Julia (PrimaKu, ed)
Referensi:
Kaswandani N. Update pedoman tatalaksana COVID-19 pada anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2021.