
Imunisasi Pada Remaja
22 Jul 2017
Author: Fitri Permata
30 Jul 2024
Topik: Critical Thinking, Tumbuh Kembang, Berpikir Kritis, Rasa Ingin Tahu
Pernahkah MomDad melihat anak kecil yang penuh rasa ingin tahu, selalu bertanya "kenapa?" dan "bagaimana?", serta berusaha menyelesaikan masalah sendiri? Ya, di balik tingkah menggemaskan itu, si Kecil sedang dalam periode critical thinking atau berpikir kritis.
Kapan periode critical thinking pada anak mulai terbentuk?
Kemampuan berpikir kritis pada anak sudah mulai berkembang sejak usia dini, lho! Bahkan, sejak bayi, rasa ingin tahu dan kemampuan meniru mereka merupakan awal mula dari proses berpikir kritis. Seiring bertambahnya usia, kemampuan ini terus berkembang.
Ciri-ciri anak yang mulai memiliki kemampuan berpikir kritis:
Anak dengan rasa ingin tahu tinggi akan selalu bertanya "kenapa?" dan "bagaimana?" untuk memahami dunia di sekitarnya.
Anak dapat menggunakan logika dan penalarannya untuk menyelesaikan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Anak mampu menyampaikan ide dan pemikirannya dengan jelas dan terstruktur.
Bagaimana cara mengembangkan kemampuan berpikir kritis pada anak?
Sebagai orang tua, MomDad dapat membantu mengembangkan kemampuan berpikir kritis anak dengan cara berikut:
Dorong anak untuk menjelajahi lingkungannya, bertanya, dan mencoba hal-hal baru.
Bantu anak untuk mencintai proses belajar dan mengenal bagaimana benda-benda bekerja. Ajak mereka membaca buku, mencari informasi di internet, dan melakukan eksperimen sederhana.
Latih anak untuk menganalisis informasi, membedakan fakta dan opini, serta membuat kesimpulan sendiri.
Ketika anak menghadapi masalah, bantu mereka untuk memahami akar permasalahannya dan temukan solusi bersama.
Bantu anak untuk mengembangkan minatnya, karena ketika mereka tertarik pada suatu hal, mereka akan lebih termotivasi untuk belajar dan mengeksplorasi.
Manfaat mengembangkan kemampuan berpikir kritis pada anak:
Dengan mengembangkan kemampuan berpikir kritis sejak dini, MomDad dapat membantu anak untuk menjadi individu yang cerdas, mandiri, dan mampu menghadapi berbagai tantangan dalam hidup.
Ingatlah, setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda. Berikan stimulasi yang tepat dan sesuai dengan usia dan kemampuan anak. Mari jadikan masa kecil anak sebagai petualangan belajar yang menyenangkan dan penuh makna!
Referensi: