primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Waspada, di Usia Ini Anak Biasanya Menolak Makan!

Author: Annasya

Editor: dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A

Topik: MPASI, Menolak Makan

Di artikel sebelumnya, kita sudah membahas tentang bahaya yang akan terjadi jika anak nggak mau makan. Anak yang susah makan dapat menyebabkan pertumbuhannya terhambat karena nutrisi yang tidak terpenuhi. Selain itu, anak juga akan mudah terserang penyakit karena sistem kekebalan tubuhnya tidak bekerja dengan baik akibat kurangnya asupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Biasanya, di usia berapa sih anak mulai nggak mau makan dan kapan MomDad perlu khawatir?

Usia anak mulai susah makan

istockphoto-1281991845-612x612.jpg

Akan ada waktu saat anak mengalami suatu fase di dalam perjalanan perkembangan normalnya, biasanya pada usia sekitar 1-3 tahun, yang disebut dengan food neophobia. Food neophobia merupakan bagian dari fase perkembangan normal anak. Pada fase ini, si Kecil akan cenderung menolak makanan baru. 

Sebenarnya, fase food neophobia merupakan proses mekanisme evolusi survival yang menguntungkan untuk membantu anak menghindari mengkonsumsi substansi beracun saat ia sudah memiliki kemampuan mobilitas yang baik dan bisa memilih makanannya sendiri tanpa pengawasan MomDad. Perilaku ini akan mencapai puncaknya pada usia sekitar 2-6 tahun. Kondisi ini seharusnya akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia anak dan akan relatif stabil pada titik terendah pada usia dewasa.

Kapan MomDad perlu khawatir?

istockphoto-452257001-612x612.jpg

Food neophobia dapat menjadi penolakan berkepanjangan dan konsisten terhadap makanan tertentu yang menimbulkan masalah makan yang disebut sebagai  food preference. Food preference memiliki spektrum, mulai dari picky eater hingga selective eater

Picky eater didefinisikan sebagai anak yang menolak makanan tertentu atau pilih-pilih makanan, namun masih mengkonsumsi minimal satu macam dari setiap kelompok makanan, yaitu karbohidrat, protein, sayur, atau buah. Bukan hanya itu, anak picky eater biasanya juga akan menolak mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang cukup serta menolak rasa atau tekstur makanan tertentu. 

Sedangkan selective eater adalah anak yang menolak semua jenis makanan dalam kelompok makanan tertentu, misalnya anak menolak untuk makan semua makanan sumber protein.

Picky eater masih bisa merupakan fase normal perkembangan anak, namun selective eater merupakan kondisi patologis. Anak yang selective eater dapat beresiko mengalami malnutrisi karena hilang nutrisi dari salah satu golongan makanan tertentu, baik itu makronutrien maupun mikronutrien. Selain itu, selective eater merupakan kondisi yang sering terjadi pada gangguan perilaku, seperti autistic spectrum disorder, post traumatic feeding disorder, gangguan menelan, keterlambatan oromotor, dan kelainan saluran cerna. 

Apabila si Kecil susah makan, MomDad mungkin bisa melakukan konsultasi lebih di Forum Tanya Dokter agar mendapatkan solusi  tepat langsung dari ahli.

Sumber foto: iStock

Referensi:

Rekomendasi tatalaksana masalah makan pada anak dan balita. IDAI. 2014. UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik

Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., Ph.D.

familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Lebih Waspada, Ini Jenis Pelecehan pada Anak yang Orang Tua ...
28 Jun 2022
cover
Waspada, 5 Hal Ini Bisa Sebabkan Anak Sembelit
21 Jul 2022
cover
Waspada, Anak dan Remaja Rentan Terkena Diabetes
30 Sep 2022
cover
Waspada, di Usia Ini Anak Lihai Berbohong, Simak Tips Mengat...
12 Nov 2022
cover
Waspada, Ini Jenis Kanker yang Kerap Menyerang Anak-Anak!
15 Feb 2023
cover
Waspada, Ini Risiko yang Terjadi jika Anak Tidak Cocok denga...
26 Okt 2023
cover
Waspada, Anak Usia Ini Rentan Alami Gizi Kurang & Gizi Buruk
23 Apr 2024
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: