22 April 2022
Lindungi Keluarga dari Demam Berdarah dengan Cara Ini, MomDad!
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Demam Berdarah, Virus Dengue
Setiap tanggal 22 April, ditetapkan sebagai Hari Demam Berdarah lho, MomDad. Penting nih bagi para orang tua untuk selalu waspada akan penyakit ini. Pasalnya, demam berdarah bisa terjadi pada orang dewasa maupun anak kecil. Agar MomDad dan si Kecil senantiasa terlindung dari demam berdarah, yuk kita kenali lebih lanjut tentang penyakit ini!
- Demam (suhu tubuh di atas 38°C) yang dapat disertai nyeri di belakang mata
- Nyeri otot, tulang, atau nyeri sendi
- Sakit kepala
- Mual atau muntah
- Bercak kemerahan atau ruam yang dapat tersebar di seluruh tubuh
- Nyeri perut
- Muntah-muntah (setidaknya 3 kali dalam 24 jam)
- Perdarahan dari hidung dan gusi
- Muntah darah atau BAB darah dan kehitaman
- Anak tampak tidur terus menerus
- Sulit ditenangkan atau sulit dibangunkan
- Hindari gigitan nyamuk demam berdarah dengan menggunakan losion anti nyamuk atau serangga atau menggunakan pakaian tertutup ketika berpergian, terutama di area yang merupakan tempat persebaran virus dengue. Hampir seluruh daerah di Indonesia merupakan daerah persebaran virus dengue.
- MomDad dapat menggunakan kelambu atau jaring-jaring di tempat tidur dan jendela untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah dan menggigit keluarga.
- Bersihkan rumah, jangan menggantung pakaian yang sudah pernah dipakai di dalam kamar atau ruangan karena bau tubuh kita pada pakaian tersebut merupakan daya tarik nyamuk untuk masuk ke dalam rumah
- Vaksinasi dengue dapat diberikan pada anak usia 9-16 tahun yang pernah terinfeksi dengue sebelumnya yang dibuktikan dengan uji serologis (antibodi) IgM/IgG anti-dengue yang positif atau pernah dirawat dengan diagnosis dengue (bukti antigen NS-1 positif).
- 3M: membersihkan atau menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya.
- Menutup rapat-rapat tempat-tempat penyimpanan air seperti bak mandi atau drum. Menutup dapat juga dilakukan dengan mengubur barang bekas di dalam tanah agar tidak dijadikan tempat perkembangbiakan nyamuk.
- Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang limbah barang bekas
- Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
- Memberikan obat yang dapat membunuh jentik nyamuk (larvasida) pada penampungan air yang sulit dikuras (misalnya bubuk Abate)
Sumber foto: Freepik
Referensi:
- https://www.cdc.gov/dengue/prevention/protect-yourself.html
- https://promkes.kemkes.go.id/upaya-pencegahan-dbd-dengan-3m-plus





