Meta Pixel

27 Agustus 2026

Vaksin Booster Anak Apa Saja yang Perlu Diulang?

Ditulis oleh

avatar

Dhia Priyanka

Topik: Vaksin Booster, Imunisasi Booster, Jadwal Vaksin

Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A

Vaksin booster anak diperlukan karena perlindungan dari sebagian vaksin dapat menurun seiring waktu atau perlu diperkuat pada usia tertentu. Kemenkes RI menetapkan imunisasi lanjutan pada usia bawah dua tahun dan usia sekolah, sementara IDAI menyediakan rekomendasi lebih lengkap hingga usia 18 tahun. Artikel ini membantu MomDad membedakan booster, dosis lanjutan, dan imunisasi kejar serta mengecek vaksin mana yang perlu diberikan kembali.


Apa Itu Vaksin Booster Anak?

Booster adalah dosis setelah seri primer yang bertujuan memperkuat atau memperpanjang perlindungan. Dalam program Indonesia, istilah “imunisasi lanjutan” juga digunakan. Tidak semua dosis yang diberikan kemudian otomatis disebut booster: beberapa vaksin memang membutuhkan dua atau tiga dosis untuk menyelesaikan seri primer.


Mengapa Ada Vaksin yang Perlu Diulang?

  • Kadar antibodi dapat menurun seiring waktu, meskipun memori imun tetap terbentuk.
  • Sebagian penyakit memerlukan tingkat perlindungan tinggi agar anak tetap terlindungi.
  • Paparan dan risiko berubah ketika anak mulai sekolah, bepergian, atau memiliki kondisi medis tertentu.
  • Program nasional menyesuaikan jadwal dengan pola penyakit dan kebutuhan kesehatan masyarakat.


Jadwal Booster Anak dalam Program Nasional

Menurut jadwal imunisasi rutin Kemenkes RI yang berlaku saat artikel diperbarui, imunisasi lanjutan berikut perlu diperhatikan:

Usia/Sasaran

Vaksin Lanjutan

Tujuan Praktis

12 bulan

PCV dosis ke-3

Memperkuat perlindungan terhadap penyakit pneumokokus setelah seri bayi.

18 bulan

DPT-HB-Hib dosis ke-4

Booster terhadap difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, dan Hib sesuai vaksin kombinasi program.

18 bulan

Campak–Rubela dosis ke-2

Memperkuat perlindungan setelah dosis pertama pada masa bayi.

Kelas 1 SD/sederajat

Campak–Rubela dan DT

Imunisasi lanjutan pada usia sekolah melalui program BIAS.

Kelas 2 SD/sederajat

Td

Memperpanjang perlindungan terhadap tetanus dan difteri.

Kelas 5 SD/sederajat

Td

Booster tetanus–difteri berikutnya dalam program sekolah.

Jadwal dapat diperbarui oleh pemerintah dan pelaksanaan lokal dapat mengikuti program daerah. HPV pada anak perempuan usia sekolah merupakan seri vaksin tersendiri, bukan booster dari vaksin bayi.


Vaksin Lain yang Dapat Perlu Diulang

1. Influenza: Diulang Setiap Tahun

Vaksin influenza direkomendasikan secara berkala karena virus influenza terus berubah dan perlindungan menurun. Anak yang pertama kali menerima vaksin influenza pada usia tertentu mungkin memerlukan dua dosis awal dengan jarak yang ditetapkan dokter, kemudian satu dosis setiap tahun.

2. DTP, DT, Td, atau Tdap

Selain booster masa baduta, rekomendasi IDAI mencakup dosis lanjutan pada usia sekolah dan remaja menggunakan jenis vaksin yang sesuai usia. Produk dan riwayat sebelumnya menentukan apakah anak menerima DTP, DT, Td, atau Tdap.

3. Campak–Rubela atau MMR

Anak perlu menyelesaikan dosis sesuai program nasional atau rekomendasi IDAI. Dokter akan menilai apakah catatan MR/MMR sebelumnya sudah memenuhi kebutuhan atau perlu imunisasi kejar.

4. Polio, Japanese Encephalitis, dan Vaksin Perjalanan

Kebutuhan dosis lanjutan polio atau Japanese encephalitis bergantung pada seri yang sudah diterima, wilayah endemis, tujuan perjalanan, dan pedoman terbaru. Booster tambahan dapat dipertimbangkan untuk perjalanan atau risiko khusus setelah konsultasi.

Banner-02.png


Vaksin yang Umumnya Tidak Rutin Diulang

Vaksin

Catatan

BCG

Umumnya diberikan satu kali; tidak rutin diulang hanya karena bekas luka tidak tampak.

Hepatitis B

Booster rutin biasanya tidak diperlukan pada anak sehat yang telah menyelesaikan seri; kondisi risiko tertentu perlu penilaian dokter.

Rotavirus

Harus diselesaikan dalam batas usia yang ditentukan dan tidak memiliki booster rutin setelah seri lengkap.

HPV

Membutuhkan seri sesuai usia mulai, tetapi bukan booster tahunan. Jumlah dosis ditentukan usia dan kondisi imun.

Varisela dan hepatitis A

Memiliki seri dosis yang perlu diselesaikan; bukan vaksin yang otomatis diulang setiap tahun.

JANGAN MENAMBAH DOSIS SENDIRI

Istilah “dosis kedua”, “booster”, dan “imunisasi kejar” tidak selalu sama. Bawa catatan vaksin agar dokter dapat menghitung dosis yang sah dan interval minimal dengan tepat.


Bagaimana Jika Jadwal Booster Terlewat?

Pada umumnya, seri vaksin tidak perlu dimulai dari awal hanya karena terlambat. Tenaga kesehatan akan menyusun imunisasi kejar berdasarkan usia, jumlah dosis yang terdokumentasi, interval minimal, kondisi kesehatan, dan jenis vaksin yang tersedia. Jangan menebak jadwal dari usia saja karena dua anak seusia dapat membutuhkan dosis berbeda.


Sebelum Booking Vaksin, Siapkan Ini

  • Buku KIA atau aplikasi PrimaKu, kartu imunisasi, atau foto catatan vaksin terdahulu.
  • Informasi tanggal, jenis, dan merek vaksin bila tercatat.
  • Riwayat alergi berat, KIPI sebelumnya, obat rutin, dan kondisi imun anak.
  • Rencana perjalanan atau sekolah yang mensyaratkan vaksin tertentu.
  • Kondisi anak hari itu; sakit ringan sering bukan penghalang, tetapi dokter tetap perlu melakukan skrining.


FAQ tentang Vaksin Booster Anak

Q: Apakah semua vaksin anak harus diulang?

A: Tidak. Sebagian memerlukan booster, sebagian hanya perlu menyelesaikan seri primer, dan sebagian umumnya cukup satu kali. Ikuti catatan imunisasi dan rekomendasi dokter.


Q: Apakah booster boleh terlambat?

A: Boleh dikejar, tetapi perlindungan dapat tidak optimal selama jeda. Konsultasikan sesegera mungkin; umumnya seri tidak perlu diulang dari awal.


Q: Bolehkah beberapa vaksin diberikan pada hari yang sama?

A: Banyak vaksin dapat diberikan bersamaan di lokasi suntikan berbeda. Dokter akan menilai kombinasi, interval, kondisi anak, dan preferensi MomDad.


Q: Apakah anak demam ringan boleh menerima booster?

A: Sakit ringan sering kali bukan kontraindikasi, tetapi keputusan diberikan setelah skrining. Demam tinggi atau kondisi sedang–berat dapat membuat vaksinasi ditunda sampai membaik.


Q: Apa beda booster dan imunisasi kejar?

A: Booster diberikan setelah seri primer untuk memperpanjang perlindungan. Imunisasi kejar diberikan ketika dosis sesuai usia belum lengkap atau terlambat.


Vaksin booster anak membantu mempertahankan perlindungan ketika kekebalan perlu diperkuat. Prioritas MomDad adalah memastikan dosis lanjutan baduta dan usia sekolah tidak terlewat, sekaligus mengecek vaksin berkala seperti influenza dan kebutuhan individual lainnya. Karena jadwal dapat berubah dan bergantung pada riwayat anak, konfirmasikan selalu melalui Buku KIA serta tenaga kesehatan.


Referensi:

  1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pedoman Imunisasi di Indonesia Edisi 7 Tahun 2024. Badan Penerbit IDAI; 2024.
  2. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun, Rekomendasi IDAI Tahun 2024. IDAI; 2025. 
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Seputar Imunisasi: Jadwal Pemberian Imunisasi Rutin Lengkap. Kemenkes RI; diakses 2026. 
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk Teknis Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer. Kemenkes RI; 2023. 
  5. World Health Organization. Summary of WHO Position Papers: Recommended Routine Immunizations for Children. WHO; 2025. 
  6. Centers for Disease Control and Prevention. Vaccine Schedules: Childhood Vaccines. CDC; 2026.