primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Kenali Jenis Skrining Bayi pada Bayi Baru Lahir

Author: Dhia Priyanka

Editor: dr. Dini Astuti Mirasanti, Sp.A

Topik: 0-6 Bulan, Article, Skrining, Skrining Hipotiroid, Skrining defisiensi G6PD, Skrining Hipotiroid Kongenital, Skrining Bayi, Skrining Bayi Baru Lahir

Kelahiran bayi yang sehat dan tidak kurang suatu apapun pasti menjadi rasa syukur bagi setiap orang tua. Apalagi jika bayi tampak besar dan menggemaskan. MomDad tentu boleh berbahagia, namun ada hal yang tidak boleh sampai dilewatkan, yaitu skrining bayi baru lahir.

Skrining pada bayi baru lahir, bertujuan untuk deteksi dan intervensi dini agar tumbuh kembang bayi dapat optimal. Skrining pada bayi baru lahir ada yang rutin, ada pula yang hanya dilakukan pada keadaan khusus.

Lantas, apa sih tujuan skrining dan mengapa sangat dianjurkan untuk dilakukan? Yuk, ketahui jenis skrining serta manfaatnya untuk si Kecil!

1. Skrining pendengaran bayi baru lahir

istockphoto-1380745637-612x612.jpg

Di beberapa rumah sakit, skrining ini termasuk skrining rutin, karena beberapa hal:

  • Gangguan pendengaran pada bayi dan anak sulit diketahui sejak awal.
  • Adanya periode kritis perkembangan pendengaran dan berbicara, yang dimulai dalam 6 bulan pertama kehidupan dan terus berlanjut sampai usia 2 tahun.
  • Bayi yang mempunyai gangguan pendengaran bawaan atau didapat yang segera diintervensi sebelum usia 6 bulan, pada usia 3 tahun akan mempunyai kemampuan berbahasa normal dibandingkan bayi yang baru diintervensi setelah berusia 6 bulan.

Berikut ini kriteria bayi yang lebih berisiko mengalami gangguan pendengaran:

  • Riwayat keluarga dengan gangguan pendengaran
  • Kelainan bawaan bentuk telinga dan kelainan tulang tengkorak-muka
  • Infeksi janin ketika dalam kandungan (infeksi toksoplasmosis, rubella, sitomegalovirus, herpes)
  • Sindrom tertentu seperti sindrom Down
  • Berat lahir kurang dari 1500 gram
  • Bayi yang mengalami kesulitan adaptasi saat lahir
  • Perawatan di NICU
  • Penggunaan obat-obat tertentu yang bersifat toksik terhadap saraf pendengaran

Namun, 50% bayi dengan gangguan pendengaran ternyata tidak mempunyai faktor risiko tersebut di atas, MomDad! Karena itu, skrining pendengaran direkomendasikan untuk semua bayi baru lahir. Skrining pendengaran bayi baru lahir hanya menunjukkan ada/tidaknya respons terhadap rangsangan dengan intensitas tertentu, namun tidak mengukur beratnya gangguan pendengaran ataupun membedakan jenis tuli (tuli konduktif atau tuli saraf).

Jenis skrining ini ada dua, yaitu otoacoustic emissions (OAE) atau automated auditory brainstem response (AABR). OAE dilakukan pada bayi baru lahir berusia 0-28 hari. Jika bayi melewati pemeriksaan kedua telinga dengan baik dan tidak ada faktor risiko yang dijumpai, maka tidak perlu tindak lanjut. Namun jika bayi memiliki faktor risiko, maka walaupun hasil OAE-nya baik, maka perlu diulang di usia 3 bulan. Nah, kalau hasilnya tidak baik maka dokternya akan merujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut yang harus dilakukan bertahap sampai anak bisa bicara.

2. Skrining penglihatan untuk bayi prematur

istockphoto-987414544-612x612.jpg

Retinopathy of prematurity (ROP) sering terjadi pada bayi prematur dan merupakan salah satu penyebab kebutaan bayi dan anak di dunia, termasuk di Indonesia. Kejadian ROP ini semakin meningkat seiring dengan meningkatnya angka harapan hidup bayi prematur. Untuk itu, perlu dilakukan skrining pada bayi prematur untuk mendeteksi dini ROP, sehingga dapat dilakukan terapi yang sesuai untuk mencegah terjadinya kebutaan.

Skrining ROP sangat direkomendasikan untuk dilakukan pada bayi prematur dengan berat lahir kurang dari 1500 gram atau usia gestasi kurang dari 34 minggu. Selain itu, dokter juga akan meminta pemeriksaan ini dilakukan pada bayi yang mendapat transfusi darah selama perawatan, pemberian oksigen selama dirawat, dan jika dijumpai penyakit penyerta lain, seperti infeksi berat, kelainan jantung bawaan, perdarahan otak, dan gangguan napas.

3. Skrining Hipotiroid

istockphoto-1329702742-612x612 (1).jpg

Skrining ini bertujuan untuk mendeteksi dini adanya hipotiroid kongenital/bawaan. Hipotiroid kongenital yang tidak diobati sejak dini dapat mengakibatkan retardasi mental berat. Angka kejadian hipotiroid kongenital (bawaan) bervariasi antar negara, umumnya sebesar 1 banding 3000–4000 kelahiran hidup.

Mengingat gejala hipotiroid kongenital pada bayi baru lahir biasanya tidak jelas, dan hipotiroid kongenital dapat memengaruhi masa depan anak dengan menyebabkan retardasi mental berat, kecuali jika mendapat terapi secara dini. Oleh karena itu, sangat diperlukan skrining hipotiroid secara rutin pada bayi baru lahir untuk menemukan kasus hipotiroid secara dini.

Program skrining hipotiroid ini memungkinkan bayi mendapatkan terapi secara dini dan diharapkan memiliki tumbuh kembang yang lebih optimal. Skrining ini dilakukan saat bayi berusia 48-72 jam dengan cara sedikit darah diteteskan di atas kertas saring khusus, setelah bercak darah mengering dilakukan pemeriksaan kadar hormon TSH.

4. Skrining defisiensi G6PD

istockphoto-1027723150-612x612.jpg

Kondisi kekurangan/defisiensi Glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD) menyebabkan sel darah merah mudah pecah/lisis saat terpapar stres oksidatif, misalnya saat sedang sakit, terpapar antibiotik/obat-obatan tertentu, zat kimia tertentu seperti naphthalene. Akibatnya, seorang bayi dapat mengalami icterus/jaundice/kuning. Kuningnya seorang bayi menandakan tingginya kadar bilirubin di darah. Pada bayi baru lahir, bilirubin dapat melewati sawar darah otak dan menyebabkan akumulasi di otak, sehingga menyebabkan gangguan fungsi otak, kejang, bahkan kecacatan.

Skrining defisiensi G6PD dilakukan dengan melakukan pengambilan sampel darah bayi/anak yang dicurigai mengalami defisiensi G6PD. Namun, skrining ini belum rutin dilakukan pada bayi baru lahir.

5. Skrining penyakit jantung bawaan kritis

istockphoto-1169000364-612x612.jpg

Skrining ini bertujuan untuk menyingkirkan adanya penyakit jantung bawaan kritis yang ditemukan pada 18 bayi dari 10.000 kelahiran. Hal ini bisa mengancam nyawa dan memerlukan tindakan segera. Skrining ini dilakukan dengan memasang pulse oximeter (untuk menilai saturasi oksigen bayi) di tungkai atas dan bawah bayi berusia 24 jam atau saat bayi dipulangkan. Jika hasil positif, maka bayi perlu dirujuk untuk evaluasi penyakit jantung bawaan kritis.

Sayangnya, belum semua faskes menyediakan fasilitas skrining bayi baru lahir.

Apabila faskes tempat MomDad tidak menyediakan fasilitas skrining baru lahir, MomDad dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk memberikan permintaan skrining bayi baru lahir yang dapat dilakukan di laboratorium terdekat.

Pastikan MomDad membaca dan memahami penjelasan di atas ya, agar bisa menjawab Kuis dengan benar. Good luck, MomDad!

Bahan bacaan:

Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., Ph.D.

familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Kenali Hepatitis B
22 Jul 2017
cover
Kenali Tanda Awal Penyakit Keganasan pada Anak
29 Jan 2018
cover
Ingat Mama, Kenali Tanda-Tanda Demam pada Anak!
13 Mar 2021
cover
Kenali gejala COVID-19 pada anak!
3 Agu 2021
cover
Kenali pubertas terlambat pada anak perempuan
9 Agu 2021
cover
Kenali Perkembangan Anak Usia 2-3 tahun (Part I)
3 Feb 2022
cover
Kenali Perkembangan Anak Usia 2-3 Tahun (Part II)
4 Feb 2022
cover
Mom, Kenali Tanda-Tanda Bayi Cukup ASI, Yuk!
18 Mar 2022
cover
Dapat Terdeteksi di Usia Muda, Yuk, Kenali Gejala Autisme pa...
2 Apr 2022
cover
Anak Gemuk Enggak Selalu Sehat, Kenali Bahayanya, Yuk!
7 Apr 2022
cover
Jangan Anggap Remeh, yuk Kenali Lebam Tidak Normal!
12 Apr 2022
cover
MomDad, Yuk Kenali Jenis Posyandu Beserta Manfaatnya!
29 Apr 2022
cover
Kenali Perbedaan Underweight, Stunting, dan Wasting beserta ...
9 Mei 2022
cover
Bisa Diderita Siapa Saja, Kenali Gejala Lupus pada Anak, Mom...
10 Mei 2022
cover
Lebih Diperhatikan, Kenali Tanda Anak Tersedak, MomDad!
18 Mei 2022
cover
Hati-Hati! Kenali Tanda Gangguan Penglihatan pada Anak Berik...
23 Mei 2022
cover
Waspada Hemofilia dengan Kenali Gejala dan Tandanya, MomDad!
30 Mei 2022
cover
MomDad, Kenali Aspek Motorik Kasar pada Bayi Usia 0-3 Bulan,...
30 Mei 2022
cover
Hati-Hati! Kenali Bahaya Asap Rokok pada Ibu Hamil
31 Mei 2022
cover
Anakku Sudah Cukup Tidur Belum ya? Kenali Tandanya di Sini, ...
2 Jun 2022
cover
MomDad, Kenali Gejala Cluster Feeding pada Bayi, yuk!
7 Jun 2022
cover
Kenali Tanda dan Risiko Gigi Geripis pada Anak
10 Jun 2022
cover
Waspada Demam Berdarah pada Bayi dengan Kenali Gejala dan Ca...
15 Jun 2022
cover
Hati-Hati, Kenali Gejala Flu Singapura pada Anak!
29 Jun 2022
cover
Yuk, Kenali Tanda Keterlambatan Perkembangan Bayi Usia 3-12 ...
30 Jun 2022
cover
Kenali Prinsip Dasar Pemberian Stimulasi pada Anak agar Perk...
14 Jul 2022
cover
Kenali Kemungkinan Penyakit dengan Gejala Demam dan Ruam Ber...
15 Jul 2022
cover
Mau Tumbuh Kembang Anak Optimal? Kenali Dulu 5 Aspek Sensiti...
24 Jul 2022
cover
Yuk, Kenali Karakteristik Keterampilan Makan pada Batita!
26 Jul 2022
cover
Anak Bisa Trauma Makan, lho! Kenali Ciri dan Penyebabnya
24 Agu 2022
cover
Kenali Tanda si Kecil Alami Separation Anxiety
27 Agu 2022
cover
Kenali 5 Jenis Makanan yang Menyebabkan Ruam pada Anak
29 Agu 2022
cover
Kenali Immunity Debt, Penyebab Anak sering Sakit
31 Agu 2022
cover
Speech Delay Kenali Pencegahan, Gejala, dan Penanganannya
8 Sep 2022
cover
Kenali Perkembangan Motor Kasar dan Halus Anak Usia 1-2 Tahu...
30 Sep 2022
cover
Kenali Ciri Anak Manja, serta Dampaknya bagi Lingkungan Sosi...
1 Okt 2022
cover
Yuk, Kenali Tahapan Adaptasi Bayi Terhadap Rasa Makanan!
14 Okt 2022
cover
Kenali Penyebab Daya Tangkap Kurang pada Anak!
19 Okt 2022
cover
Yuk, Kenali Cara Merangsang Indra Penghidu pada Bayi!
25 Okt 2022
cover
Kenali Berbagai Penyebab Perut Kembung pada Anak
27 Okt 2022
cover
Kenali Pemicu, Bahaya, dan Cara Penanganan ISPA pada Anak
27 Okt 2022
cover
Waspada Tuberkulosis pada Anak, Kenali Gejalanya!
2 Nov 2022
cover
Kenali Tanda Bahaya Gangguan Perkembangan Bicara pada Anak
10 Nov 2022
cover
Deteksi Kesehatan Ginjal pada Anak dari Warna Urine, Kenali ...
14 Nov 2022
cover
Waspada Anak Alami Diabetes Tipe 1 & Kenali Gejalanya
17 Nov 2022
cover
Speech Delay, Kenali Gejala & Penangannya
24 Nov 2022
cover
Kenali Perbedaan Pingsan dan Kejang pada Anak!
25 Nov 2022
cover
Berat Badan Anak Susah Naik? Yuk, Kenali Penyebabnya!
25 Nov 2022
cover
Kenali 4 Aspek Penting Tumbuh Kembang Bayi Usia 0-3 Bulan
30 Nov 2022
cover
Si Kecil Makannya Sedikit? Kenali Gejala & Penyebab Small Ea...
8 Des 2022
cover
Anak Sering Sakit Perut? Kenali Penyebab dan Tanda Bahayanya...
8 Des 2022
cover
Si Kecil Makan Berantakan? Kenali Manfaat Messy Eating!
17 Jan 2023
cover
Batuk Menyerang si Kecil, Kenali Jenis & Cirinya!
3 Feb 2023
cover
Si Kecil sering Batuk di Pagi Hari, Kenali Penyebab Batuk Su...
5 Feb 2023
cover
Kenali & Atasi Speech Delay pada Anak
10 Feb 2023
cover
Kenali 5 Tanda Anak Tidak Cocok Sufor!
20 Feb 2023
cover
Waspada Bayi Alami Dehidrasi, Kenali Gejalanya!
27 Feb 2023
cover
7 Penyakit Mata Ini Rentan Dialami Bayi, Kenali Gejalanya!
27 Mar 2023
cover
Kenali Sinyal Lapar & Kenyang pada Bayi berdasarkan Usia!
29 Mar 2023
cover
Bayi Bisa Keracunan ASI Basi lho, Kenali Tandanya!
30 Mar 2023
cover
Kenali 6 Gaya Merangkak Bayi, yang Mana Favorit si Kecil?
6 Apr 2023
cover
Kenali Kondisi Anak yang tidak Dianjurkan Minum Susu
30 Mei 2023
cover
Kenali Jenis Protein Nabati agar Menu MPASI Lebih Variatif!
6 Jun 2023
cover
Waspada Anak Alami Trauma Makan, Kenali Penyebabnya!
19 Jun 2023
cover
Kenali Cara Komunikasi Bayi Lewat Bahasa Tubuhnya
20 Jun 2023
cover
Tak Semua Yogurt Sama, yuk Kenali Jenisnya!
27 Jun 2023
cover
Bayi Sulit Tidur? Kenali Gejala Sleep Regression
21 Jul 2023
cover
Begini Tanda Lahir yang Berbahaya bagi Bayi, Kenali Cirinya!
23 Jul 2023
cover
Bayi sering Terbangun saat Tidur? Kenali Gejala Catnapping!
31 Jul 2023
cover
Kenali Jenis Gangguan Pertumbuhan yang Rentan Dialami Anak
1 Agu 2023
cover
Bayi Bisa Alergi ASI, Kenali Gejala Breast Milk Jaundice
2 Agu 2023
cover
Bayi Suka Menangis pada Sore ke Malam Hari? Kenali Purple Cr...
9 Agu 2023
cover
Ini 5 Kebiasaan Bayi saat Tidur yang Perlu MomDad Kenali!
1 Sep 2023
cover
Anak Susah Belajar Membaca, Kenali Gejala Disleksia
5 Sep 2023
cover
Anak Suka Mencubit hingga Memukul, Kenali Perilaku Agresif
8 Sep 2023
cover
Red Flag Keterlambatan Bicara pada Anak, Kenali Cirinya!
12 Sep 2023
cover
Kenali Tanda Anak Alergi susu Sapi & Ketahui Solusinya!
27 Sep 2023
cover
Kenali Tanda Red Flag Motorik Halus pada Anak
3 Okt 2023
cover
Kenali Gejala Adenovirus, Infeksi yang Diderita Cipung
10 Okt 2023
cover
Gigi Anak Bercelah, Kenali Penyebab Diastema!
13 Okt 2023
cover
Tak Hanya Rewel, Kenali Tanda Lain Bayi Mengantuk
23 Okt 2023
cover
Anak Hanya Aktif & Bawel di Rumah? Kenali Gejala Selective M...
27 Okt 2023
cover
Kenali Penyebab yang Bikin Anak Alami Hambatan Pertumbuhan
1 Nov 2023
cover
Genetik Pengaruhi Tinggi Badan Anak? Kenali Familial Short S...
3 Nov 2023
cover
Wajib Tahu, Kenali Penyebab Utama & Khusus BB Anak Turun!
15 Nov 2023
cover
"Dok Anak Saya Suka Ngorok": Kenali Tanda-Tanda Obstructive ...
17 Nov 2023
cover
Bayi Kuning pada Newborn, Kenali Penyebab & Cara Penangannya...
19 Nov 2023
cover
Anak Kurus Sehat, Kenali Cirinya!
28 Nov 2023
cover
Kapan Idealnya Anak Mulai Sekolah? Yuk, Kenali Tanda Kesiapa...
29 Nov 2023
cover
Kenali Gerakan Tangan Bayi yang Normal saat Menyusu
30 Nov 2023
cover
Gangguan Oromotor Bikin Anak Picky Eater? Kenali Gejala & Pe...
5 Des 2023
cover
Napas Bayi Tersengal-sengal saat Tidur? Kenali Penyebabnya!
6 Des 2023
cover
“Mama, Jangan Pergi!”: Kenali Separation Anxiety Disorder pa...
7 Des 2023
cover
Tak Hanya Pintar, Kenali Jenis-Jenis Kecerdasan Anak Lainnya...
15 Des 2023
cover
Anak Suka Menolak Makanan Baru, Kenali Food Neophobia
16 Des 2023
cover
Kenali Perkembangan Bahasa & Personal Sosial Bayi Usia 6-9 B...
16 Des 2023
cover
Bayi Usia 10-12 Bulan Sudah Bisa Apa Saja? Yuk, Kenali Perke...
17 Des 2023
cover
Tak Hanya Satu, Kenali Jenis Posyandu beserta Manfaatnya!
24 Des 2023
cover
Anak Rewel? Kenali Perbedaan Tantrum vs Sensory Meltdown
5 Jan 2024
cover
Anak Nggak Mau Makan, Kenali Perbedaan GTM vs Picky Eater!
12 Jan 2024
cover
Berisiko BB Seret, Kenali Penyebab Anak Menolak Makan!
15 Jan 2024
cover
Si Kecil Suka Memasukkan Benda ke Mulut? Kenali Fase Mouthin...
19 Jan 2024
cover
Kenali Kemungkinan KIPI berdasarkan Jenis Vaksin
21 Feb 2024
cover
Kasus HFMD Meningkat, Kenali Gejala & Cara Pencegahannya
22 Feb 2024
cover
Anak juga Bisa Ereksi, Kenali Pemicunya!
28 Feb 2024
cover
Memasuki Musim Pancaroba, Kenali Perbedaan Demam Biasa vs DB...
20 Mar 2024
cover
Kasus Kematian akibat DBD Terus Naik, Kenali Gejalanya Sedin...
3 Mei 2024
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: