4 Agustus 2026
Apa Itu BIAS? Kenali Jadwal, Jenis Vaksin & Sasaran Imunisasi Anak Sekolah
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: BIAS, imunisasi BIAS, Bulan Imunisasi Anak Sekolah
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.
Imunisasi BIAS kembali diselenggarakan pada 2026 untuk membantu melengkapi perlindungan anak usia sekolah terhadap campak, rubela, difteri, tetanus, dan penyakit akibat infeksi human papillomavirus atau HPV. Program ini dilaksanakan dua kali dalam setahun, yaitu pada Agustus dan November, melalui kerja sama sekolah, puskesmas, dan pemerintah daerah.
Pada Agustus, BIAS berfokus pada imunisasi campak-rubela atau MR untuk anak kelas 1 serta HPV untuk sasaran usia tertentu. Sementara itu, pada November, anak akan menerima imunisasi DT atau Td sesuai kelasnya. Agar MomDad tidak keliru membaca jadwal lama, berikut panduan BIAS 2026 berdasarkan informasi terbaru dari Kementerian Kesehatan.
Apa Itu BIAS?
BIAS adalah singkatan dari Bulan Imunisasi Anak Sekolah, yaitu program imunisasi lanjutan untuk anak usia sekolah. Program ini menjadi bagian dari kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah atau UKS dan umumnya dilaksanakan di sekolah, madrasah, pesantren, serta fasilitas kesehatan.
Imunisasi saat bayi dan balita belum selalu memberikan perlindungan seumur hidup. Kekebalan terhadap penyakit tertentu dapat menurun sehingga anak membutuhkan imunisasi lanjutan atau dosis penguat ketika memasuki usia sekolah.
BIAS bertujuan menjaga dan memperpanjang perlindungan anak terhadap:
- campak;
- rubela;
- difteri;
- tetanus;
- kanker serviks dan penyakit lain yang berhubungan dengan HPV.
Program berbasis sekolah juga membantu menjangkau banyak anak pada usia yang tepat. Penelitian pelaksanaan imunisasi HPV berbasis sekolah di Jakarta menunjukkan bahwa pendekatan tersebut dapat digunakan untuk mengoptimalkan cakupan vaksinasi pada kelompok praremaja serta memiliki profil keamanan yang baik.
Kapan BIAS 2026 Dilaksanakan?
BIAS dilaksanakan dua kali dalam setahun:
- Agustus: imunisasi MR dan HPV;
- November: imunisasi DT dan Td.
Tanggal pelaksanaan di setiap sekolah tidak selalu sama. Jadwal ditentukan melalui koordinasi antara sekolah dan puskesmas wilayah setempat.
Orang tua sebaiknya memperhatikan surat pemberitahuan dari sekolah, grup komunikasi kelas, aplikasi sekolah, atau informasi puskesmas. Pastikan formulir persetujuan dan informasi kesehatan anak dikembalikan sesuai batas waktu.
Jadwal BIAS 2026 Berdasarkan Kelas dan Usia
Berikut jadwal BIAS berdasarkan informasi Kementerian Kesehatan:
Sasaran imunisasi kejar HPV pada kelas 6 dan kelas 9 terutama ditujukan kepada anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi HPV. Pelaksanaan dan pendataan sasaran dapat berbeda di setiap wilayah. Konfirmasikan kepada sekolah atau puskesmas sebelum membawa anak untuk vaksinasi ulang.
Jenis Vaksin yang Diberikan saat BIAS 2026
1. Vaksin MR untuk kelas 1
Vaksin MR memberikan perlindungan terhadap dua penyakit, yaitu *measles* atau campak dan rubela.
Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi seperti:
- pneumonia;
- infeksi telinga;
- diare berat;
- radang otak atau ensefalitis;
- kebutaan;
- kematian.
Rubela sering menimbulkan gejala yang lebih ringan pada anak. Namun, infeksi rubela pada ibu hamil dapat menyebabkan keguguran atau sindrom rubela kongenital pada janin, yang dapat mengakibatkan kelainan jantung, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, dan masalah perkembangan.
Dalam BIAS, vaksin MR diberikan kepada anak kelas 1 atau anak usia sekitar 7 tahun pada Agustus.
2. Vaksin DT untuk kelas 1
Vaksin DT memberikan perlindungan terhadap difteri dan tetanus. Huruf kapital “D” menunjukkan kandungan toksoid difteri dalam dosis yang sesuai untuk anak.
Difteri adalah infeksi bakteri yang dapat menimbulkan lapisan tebal pada tenggorokan, gangguan pernapasan, kerusakan jantung, gangguan saraf, hingga kematian.
Tetanus terjadi ketika bakteri masuk melalui luka dan menghasilkan racun yang menyerang sistem saraf. Kondisi ini dapat menyebabkan kaku serta kejang otot berat.
Vaksin DT diberikan kepada anak kelas 1 atau usia sekitar 7 tahun pada November.
3. Vaksin Td untuk kelas 2 dan kelas 5
Vaksin Td juga melindungi dari tetanus dan difteri. Perbedaannya, kandungan toksoid difteri pada Td lebih rendah daripada vaksin DT sehingga sesuai untuk anak yang lebih besar, remaja, dan orang dewasa.
Pada BIAS, vaksin Td dijadwalkan untuk:
- kelas 2 atau usia sekitar 8 tahun pada November;
- kelas 5 atau usia sekitar 11 tahun pada November.
Pemberian dosis penguat membantu mempertahankan perlindungan karena kekebalan terhadap difteri dan tetanus dapat berkurang seiring waktu.
4. Vaksin HPV untuk kelas 5 dan sasaran imunisasi kejar
Vaksin HPV membantu mencegah infeksi tipe HPV tertentu yang dapat menyebabkan kanker serviks serta beberapa penyakit terkait HPV lainnya.
Dalam program BIAS, imunisasi HPV rutin diberikan sebanyak satu dosis kepada anak perempuan kelas 5 atau usia 11 tahun. Sejak 2025, Kementerian Kesehatan mengubah jadwal program dari dua dosis menjadi satu dosis berdasarkan perkembangan bukti ilmiah dan rekomendasi WHO.
Uji klinis ESCUDDO yang melibatkan lebih dari 20.000 anak perempuan usia 12–16 tahun menemukan bahwa satu dosis vaksin HPV bivalen maupun nonavalen memberikan perlindungan terhadap infeksi persisten HPV 16 dan 18 yang serupa dengan jadwal dua dosis selama lima tahun pemantauan.
Anak perempuan kelas 6 atau usia 12 tahun dan kelas 9 atau usia 15 tahun yang belum pernah memperoleh vaksin HPV dapat menjadi sasaran imunisasi kejar.
Apakah Anak Laki-Laki Mendapatkan Vaksin HPV saat BIAS 2026?
Pada 2026, pemberian vaksin HPV kepada anak laki-laki mulai diperluas secara bertahap. Pelaksanaannya belum tentu dimulai secara bersamaan di seluruh daerah.
Sebagai contoh, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengumumkan pemberian satu dosis vaksin HPV kepada anak laki-laki usia 11 tahun atau kelas 5 pada BIAS Agustus 2026. Program tersebut merujuk pada arahan pelaksanaan BIAS 2026 dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
Vaksin HPV juga bermanfaat bagi anak laki-laki karena infeksi HPV dapat menyebabkan:
- kutil kelamin;
- kanker anus;
- kanker penis;
- kanker di area mulut dan tenggorokan;
- penularan HPV kepada orang lain.
Nah, karena perluasannya dilakukan bertahap, orang tua perlu mengonfirmasi kepada sekolah atau puskesmas apakah anak laki-laki termasuk sasaran HPV di wilayahnya pada 2026.
Siapa Saja Sasaran BIAS 2026?
BIAS bukan hanya ditujukan kepada siswa sekolah negeri. Sasarannya mencakup anak pada jenjang atau usia yang ditetapkan, termasuk yang mengikuti pendidikan di:
- SD;
- madrasah ibtidaiyah;
- sekolah luar biasa;
- pesantren;
- satuan pendidikan lain yang sederajat;
- sekolah nonformal.
Anak usia sekolah yang tidak bersekolah juga tetap dapat memperoleh imunisasi. Pelaksanaannya dapat dilakukan di:
- puskesmas;
- posyandu;
- fasilitas pelayanan kesehatan;
- rumah singgah;
- panti asuhan;
- lembaga kesejahteraan sosial;
- lokasi lain tempat anak usia sasaran berkumpul.
Untuk anak yang tidak bersekolah, usia digunakan sebagai padanan kelas dalam menentukan sasaran.
Apakah Imunisasi BIAS Gratis?
BIAS merupakan program imunisasi pemerintah dan diberikan tanpa biaya kepada anak yang termasuk sasaran program.
MomDad sebaiknya memastikan bahwa anak telah terdaftar dalam pendataan sekolah atau puskesmas. Jika anak tidak sekolah, berpindah sekolah, atau baru pindah domisili, hubungi puskesmas sesuai wilayah tempat tinggal untuk mengetahui prosedur mendapatkan layanan.
Layanan di fasilitas swasta di luar program pemerintah dapat dikenai biaya sesuai kebijakan masing-masing fasilitas.
Anak Sudah Pernah Divaksin, Apakah Masih Perlu Mengikuti BIAS?
Dalam banyak kondisi, iya. Imunisasi BIAS merupakan bagian dari jadwal imunisasi lanjutan berdasarkan usia, bukan sekadar pengganti imunisasi bayi.
Namun, tenaga kesehatan tetap perlu memeriksa riwayat anak, terutama apabila:
- anak pernah menerima vaksin serupa secara mandiri;
- jadwal vaksinasi dilakukan di luar negeri;
- anak pernah mengikuti program imunisasi kejar;
- tanggal atau jenis vaksin sebelumnya tidak jelas;
- anak memiliki kondisi sistem imun tertentu;
- anak pernah mengalami reaksi serius setelah vaksinasi.
Jangan meminta vaksinasi ulang atau menolaknya hanya berdasarkan ingatan. Siapkan buku KIA, kartu imunisasi, catatan digital, kuitansi, atau rekam medis anak agar petugas dapat menilai dosis yang sudah diterima.
Apakah BIAS Wajib Diikuti?
BIAS merupakan bagian dari program imunisasi rutin pemerintah untuk melindungi anak usia sekolah dan masyarakat dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Pelaksanaan di sekolah biasanya diawali dengan pemberitahuan dan pendataan kondisi kesehatan anak. Mekanisme persetujuan orang tua dapat mengikuti ketentuan sekolah dan pemerintah daerah.
Jika orang tua masih memiliki pertanyaan mengenai manfaat, keamanan, komposisi, atau kondisi medis anak, mintalah penjelasan dari petugas puskesmas atau dokter. Keputusan sebaiknya dibuat berdasarkan informasi medis yang valid, bukan hanya pesan berantai atau unggahan media sosial.
Untuk keluarga yang terbiasa memakai aplikasi kesehatan, simpan foto kartu vaksin, tanggal, nama vaksin, lokasi pemberian, dan nomor batch jika tersedia. Dokumentasi ini akan memudahkan pemeriksaan jadwal berikutnya.
FAQ tentang BIAS 2026
Q: BIAS 2026 dilaksanakan bulan apa?
A: BIAS dilaksanakan pada Agustus dan November. Agustus berfokus pada vaksin MR dan HPV, sedangkan November untuk vaksin DT dan Td.
Q: BIAS Agustus 2026 vaksin apa?
A: Kelas 1 menerima vaksin MR. Kelas 5 menerima vaksin HPV sesuai sasaran program. Imunisasi kejar HPV juga dapat diberikan kepada anak kelas 6 dan kelas 9 yang belum pernah divaksin.
Q: BIAS November 2026 vaksin apa?
Kelas 1 menerima DT. Kelas 2 dan kelas 5 menerima Td.
Q: Apakah anak kelas 6 mendapat vaksin HPV?
A: Anak perempuan kelas 6 atau usia 12 tahun dapat menerima imunisasi kejar HPV jika belum pernah mendapatkan vaksin sebelumnya. Konfirmasikan status anak kepada sekolah atau puskesmas.
Q: Apakah anak laki-laki mendapat vaksin HPV saat BIAS?
A: Pemberian HPV kepada anak laki-laki usia 11 tahun mulai diperluas secara bertahap pada 2026. Pelaksanaannya dapat berbeda antar wilayah.
Q: Apakah anak yang tidak sekolah bisa mengikuti BIAS?
A: Bisa. Anak dapat memperoleh imunisasi berdasarkan usia di puskesmas, posyandu, fasilitas kesehatan, atau pos pelayanan lain yang disiapkan pemerintah daerah.
Q: Apakah anak perlu sarapan sebelum BIAS?
A: Ya. Anak dianjurkan makan dan minum cukup sebelum vaksinasi agar merasa lebih nyaman serta mengurangi risiko lemas.
Q: Kalau buku imunisasi hilang, apakah anak tetap bisa divaksin?
A: Hubungi fasilitas yang memberikan vaksin sebelumnya dan informasikan kondisi tersebut kepada petugas BIAS. Petugas akan berusaha memeriksa riwayat berdasarkan data sekolah, puskesmas, rekam medis, atau keterangan orang tua.
Q: Apakah dosis perlu diulang jika jadwal BIAS terlambat?
Pada umumnya, seri imunisasi tidak perlu diulang dari awal hanya karena terlambat. Anak dapat melanjutkan imunisasi yang belum diterima berdasarkan penilaian tenaga kesehatan.
Imunisasi BIAS 2026 dilaksanakan pada Agustus dan November untuk memberikan perlindungan lanjutan kepada anak usia sekolah. Pada Agustus, kelas 1 menerima vaksin MR, sedangkan kelas 5 dan kelompok imunisasi kejar tertentu menerima vaksin HPV. Pada November, kelas 1 menerima DT serta kelas 2 dan kelas 5 menerima Td.
Jadwal pasti dan perluasan HPV bagi anak laki-laki dapat berbeda di setiap daerah. MomDad disarankan memeriksa pemberitahuan sekolah, melengkapi catatan imunisasi, serta menghubungi puskesmas jika anak tidak hadir atau tidak bersekolah. Dengan informasi kesehatan yang lengkap dan persiapan yang tepat, BIAS dapat berlangsung lebih aman dan nyaman bagi anak.
Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan penilaian dokter atau petugas imunisasi. Jadwal pelaksanaan dapat diperbarui oleh pemerintah pusat maupun daerah.
Referensi:
- Sitaresmi MN, et al. “Post Marketing Surveillance Study of 2nd Dose Quadrivalent Human Papilloma Virus Vaccine in Elementary School Children in Jakarta, Indonesia: Safety Result and Implementation of School-Based HPV Immunization Program.” *Asian Pacific Journal of Cancer Prevention*. 2019;20(3):869–875.
- Kreimer AR, et al. “Noninferiority of One HPV Vaccine Dose to Two Doses.” *The New England Journal of Medicine*. 2025. [PubMed].
- Nastiti AA, et al. “Factors Affecting Differences in Measles-Rubella BIAS Immunization During the COVID-19 Pandemic and Before the COVID-19 Pandemic in Kulon Progo District.” *Berita Kedokteran Masyarakat*. 2022. [Artikel jurnal]).
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. [Bulan Imunisasi Anak Sekolah].
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. [Program Imunisasi Sekolah].
- Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. [Agustus 2026 Imunisasi HPV Anak Laki-Laki di Kota Yogyakarta].
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/35/2025 tentang Perubahan Jenis dan Jadwal Imunisasi Program.





