
5 Hal yang Perlu Dihindari saat Melatih si Kecil Belajar Jalan
Author: Tim PrimaKu / dr. Dini Mirasanti, Sp.A

Topik: Milestone Anak, Red Flag, Berjalan, Tumbuh Kembang, SuperClass
Berjalan merupakan salah satu tahapan perkembangan anak yang paling ditunggu-tunggu para orang tua. Sayangnya, tanpa disadari, ada beberapa kesalahan yang justru bisa menghambat proses ini. Supaya optimal, coba hindari 5 hal berikut ini saat melatih si Kecil belajar berjalan, yuk, MomDad!
1. Terlalu Dini Memberi Sepatu
Saat bayi mulai belajar berjalan, biarkan ia bertelanjang kaki di dalam rumah. Ini membantu si Kecil merasakan lantai dengan lebih baik dan melatih keseimbangan secara alami. Sepatu baru diperlukan ketika bayi mulai berjalan di luar rumah agar melindungi kakinya dari benda tajam atau permukaan kasar.
Faktanya, anak-anak yang terbiasa berjalan tanpa alas kaki cenderung memiliki perkembangan lengkung kaki yang lebih baik dibandingkan dengan anak-anak yang sering memakai sepatu.[1,2] Selain itu, penggunaan sepatu sejak dini juga diduga dapat meningkatkan risiko kaki datar (flat feet), lho.[3,4]
2. Menggunakan Sepatu dengan Sol Tebal dan Kaku
Sepatu yang terlalu tebal atau kaku bisa menghambat gerakan alami kaki bayi. Sol yang fleksibel dan ringan lebih direkomendasikan agar si Kecil tetap bisa menyesuaikan langkahnya dengan baik. Jika terlalu tebal, bayi bisa kesulitan menapak dengan benar dan akhirnya ia kurang percaya diri saat belajar berjalan.[5]
3. Terlalu Sering Memegang Tangan Bayi
Wajar jika MomDad ingin membantu si Kecil agar tidak jatuh. Namun, jika terlalu sering menggandeng atau menarik tangannya saat berjalan, bayi bisa menjadi terlalu bergantung dan sulit mengembangkan keseimbangan sendiri. Biarkan ia mencoba berjalan sendiri dengan pengawasan agar koordinasi tubuhnya berkembang dengan baik.
4. Menggunakan Baby Walker
Banyak orang tua mengira baby walker bisa membantu bayi belajar berjalan lebih cepat, padahal penggunaannya justru membuat bayi kurang terlatih untuk menyeimbangkan tubuhnya sendiri. Selain itu, baby walker juga meningkatkan risiko cedera karena bayi bisa bergerak terlalu cepat tanpa kendali.
Pada dasarnya, belajar berjalan bukanlah hanya sekadar menggerakkan kedua kaki saja. Untuk dapat berjalan bayi perlu belajar berdiri dengan seimbang, menegakkan tubuhnya, serta melangkah tanpa berpegangan sembari menyeimbangkan tubuhnya. Bayi yang bergerak menggunakan baby walker tidak dapat belajar hal-hal yang telah disebutkan di atas.[6] Alih-alih menggunakan baby walker, lebih baik berikan ruang aman bagi bayi untuk berlatih berdiri dan berjalan sendiri atau MomDad bisa menggunakan push walker.
5. Memaksa Bayi Berjalan Sebelum Siap
Setiap anak berkembang dengan ritme yang berbeda. Ada yang mulai berjalan di usia 9 bulan, ada juga yang baru siap di usia 15 bulan. Hindari memaksanya berjalan sebelum tubuhnya siap, karena ini bisa membuat bayi stres dan kurang percaya diri.
Belajar berjalan merupakan bagian dari milestone perkembangan anak yang perlu dipantau dengan baik. Jika si Kecil tidak menunjukkan tanda-tanda ingin berjalan setelah usia 18 bulan atau mengalami kesulitan dalam menopang tubuhnya, ini bisa menjadi tanda red flag yang perlu dikonsultasikan ke dokter.
Untuk memahami lebih dalam tentang tahapan perkembangan anak dan tanda-tanda red flag lainnya, MomDad bisa mengikuti SuperClass Kelas Milestone & Red Flag bersama dr. Yoga Yandika, Sp.A. Di kelas ini, dr. Yoga, Sp.A akan membahas perkembangan motorik anak secara detail, termasuk tips untuk mendukung si Kecil agar bisa berjalan dengan optimal. Klik di sini untuk mengakses kelasnya sekarang.
Referensi:
- Echarri JJ, Forriol F. The development in footprint morphology in 1851 Congolese children from urban and rural areas, and the relationship between this and wearing shoes. J Pediatr Orthop B. 2003, 12: 141–146. doi: 10.1097/01.bpb.0000049569.52224.57
- Rao UB, Joseph B. The Influence of Footwear on the Prevalence of Flat Foot. A Survey of 2300 Children. The Journal of Bone and Joint Surgery. British Volume. 1992;74: 525–527. doi: 10.1302/0301-620X.74B4.1624509
- Didia BC, Omu ET, Obuoforibo AA. The use of footprint contact index II for classification of flat feet in a Nigerian population. Foot Ankle. 1987;7: 285–289. doi: 10.1177/10711007870070050
- Sachithanandam V, Joseph B. The influence of footwear on the prevalence of flat foot. A survey of 1846 skeletally mature persons The Journal of Bone and Joint Surgery. British Volume. 1995;77B: 254–257.
- Nemours KidsHealth. (n.d.). Baby shoes: Tips for the right fit. Retrieved from https://kidshealth.org/en/parents/baby-shoes
- American Academy of Pediatrics. (n.d.). Baby walkers: Important safety information. Retrieved from https://publications.aap.org/patiented/article-abstract/doi/10.1542/peo_document011/80018/Baby-Walkers-Important-Safety-Information

